Waaaa….Pertamina ancang-ancang naikkan kembali BBM !? wediaannnn !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…wisss mrongos tenan kiiiieee kayaknya. Lhaaa piyeee, baru kemarin kita merasakan BBM naik sangat signifikan, kini berita terbaru mengatakan bahwa kemungkinan harga BBM non subsidi bakal naik terbuka. Sinyal tersebut dilontarkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, pada Jumat (12/8/2022) di kantornya. ” Dengan harga BBM seperti sekarang feeling saya harus kita siap-siap kalau katakanlah kenaikan BBM (subsidi) itu terjadi….” serunya via CNBC. Wediannn….!!
Sinyal bahwa BBM terbuka akan kembali dinaikkan dalam waktu dekat berpatokan dari hanya minyak mentah dunia yang dikatakan sangat tinggi. Sebab konfirmasi dari Bahlil, patokan harga minyak mentah dunia pada titik aman buat APBN adalah US$ 63 per barel. Padahal harga minyak mentah Januari – Juli telah tembus US$ 105 per barel. Adapun jika harga minyak saat ini berada di level US$ 100 per barel maka nilai subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah untuk Pertalite dan Solar mencapai Rp 500 triliun. Itulah kenapa potensi Pertamina akan menaikkan harga BBM subsidi menurut Bahlil terbuka…
” Saya menyampaikan sampai kapan APBN kita akan kuat menghadapi subsidi yang lebih tinggi, jadi tolong teman-teman sampaikan juga kepada rakyat bahwa rasa-rasanya sih untuk menahan terus dengan harga BBM seperti sekarang feeling saya harus kita siap-siap kalau katakanlah kenaikan BBM itu terjadi. Kalau di Papua harga BBM tinggi itu biasa di Papua. Kalau saya dulu di Papua harga BBM Rp 19.000 tidak pernah ribut kita di Papua Tetapi kalau di sini naik seribu dua ribu sudah ribut orang” kata Bahlil di Gedung Kementerian Investasi via CNBC, Jumat (12/8/2022). Gimana respon Pertamina ?
Sepenuhnya diserahkan ke pemerintah cak. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting merespon perihal sinyal kenaikan harga BBM bersubsidi dengan singkat dan jelas…..
” Kita tunggu keputusan pemerintah saja. Untuk harga BBM Subsidi merupakan kewenangan dari Pemerintah. Kami sebagai operator akan melaksanakan apa yang menjadi penugasan dari Regulator…” serunya…
So…apakah ini artinya Pertalite dan Solar bakal naik ? indikasinya terbuka namun semua memang tergantung dari Pemerintah akan seperti apa cak. Apalagi BBM jenis RON 90 atau Pertalite merupakan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), alhasil mengenai harganya ditentukan oleh pemerintah. Tak hanya Pertalite, BBM Solar Subsidi yang masuk ke dalam Jenis BBM Tertentu (JBT) harganya ditentukan oleh pemerintah. Artinya semua memang tergantung ketuk palu pemerintah…
Last….harga BBM Pertalite saat ini dipertahankan diangka Rp 7.650 per liter. Angka yang tergolong jomplang dibandingkan dengan bensin non subsidi yang saat ini dipatok diangka 18 ribuan/liter. Pertamax sendiri infonya masih disubsidi walau kadang juga disebut bensin non subsidi. Pertamax sekarang nangkring diharga Rp. 12.500/liter. So….tidak ada yang bisa kita lakukan selain berhemat dan semoga saja jikapun kenaikan BBM Pertalite dilakukan tidak berimbas pada harga kebutuhan pangan walau tentu saja hal itu akan sulit. Wiss pokoke kudu bekerja makin semangat cakkkk…..(iwb)
