Marquez akui, Kini Tekanan Makin besar…justru jadi BBM buatnya
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk…..Di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini, Marc Marquez mengenang kembali perjalanan kariernya.
- Menjelang rangkaian akhir pekan GP Austria, pebalap andalan Ducati Lenovo Team ini membeberkan momen yang paling menguji mentalnya di kelas premier.
- Marquez akui, Kini Tekanan Makin besar…justru jadi BBM buatnya
Iwanbanaran.com – Cakkk…..Di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini, Marc Marquez mengenang kembali perjalanan kariernya. Menjelang rangkaian akhir pekan GP Austria, pebalap andalan Ducati Lenovo Team ini membeberkan momen yang paling menguji mentalnya di kelas premier. Marquez akui, Kini Tekanan Makin besar…justru jadi BBM buatnya !!
Sebagai pebalap dengan pengalaman perebutan gelar terbanyak di grid saat ini, Marquez tahu betul rasanya berada di bawah tekanan ekstrem. Memulai debut sensasionalnya pada tahun 2013, ia langsung mengunci gelar juara dunia pertamanya di kelas utama melalui drama seri pemungkas di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, melawan pebalap tangguh Jorge Lorenzo.
Bagi pebalap berjuluk The Baby Alien tersebut, balapan penentu tahun 2013 itu tetap memegang rekor sebagai momen dengan tekanan terbesar sepanjang hidupnya.
“Saya akan bilang tahun 2013 di Valencia, bertarung untuk Kejuaraan Dunia pertama saya di MotoGP melawan Lorenzo,” kenang Marquez, seperti dilansir dari Crash.net.
“Kelihatannya mudah untuk finis di posisi چهار (top four), tetapi di saat yang sama itu sangat sulit. Valencia, balapan terakhir, cuaca dingin… Hari Minggu itu adalah hari yang sangat sulit.”
Dalam balapan tersebut, Lorenzo sempat berupaya meningkatkan tekanan dengan memimpin jalannya lomba dan memperlambat tempo untuk menjebak kelompok pebalap di belakang, meski pada akhirnya Marquez berhasil mengamankan gelar juara.
Menariknya, pebalap asal Cervera, Spanyol, itu mengaku bahwa tekanan besar justru menjadi bahan bakar positif bagi performanya di lintasan. Alih-alih merasa terbebani, ia merasa nyaman dan fokusnya justru semakin tajam.
“Tetapi biasanya dengan tekanan ekstra, saya menyukainya. Saya merasa nyaman, dan itu memberi saya konsentrasi ekstra,” tambahnya.
Saat ini, Marquez kembali berada di barisan terdepan persaingan gelar juara dunia. Menanggapi posisinya yang tengah bersaing ketat di klasemen, pebalap berusia 33 tahun ini menegaskan bahwa memimpin kejuaraan atau berada tepat di bawahnya tidak mengubah pendekatan mentalnya dalam menghadapi balapan demi balapan….(iwb)