Breaking !! Pecco marah Besar pada Media….isu Ducati Melarang adalah Fitnah
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk…Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco “Pecco” Bagnaia, marah besar kepada media atau pemegang hak siar MotoGP, DAZN.
- Juara dunia dua kali asal Italia itu menyebut tindakan stasiun televisi tersebut “sangat tidak sopan” setelah merilis rekaman percakapan pribadi yang memicu kontroversi.
- Menurut Pecco ini adalah tindakan fitnah dan tidak bisa diterima…waahh panass cakk
Iwanbanaran.com – Cakkk…Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco “Pecco” Bagnaia, marah besar kepada media atau pemegang hak siar MotoGP, DAZN. Juara dunia dua kali asal Italia itu menyebut tindakan stasiun televisi tersebut “sangat tidak sopan” setelah merilis rekaman percakapan pribadi yang memicu kontroversi. Menurut Pecco ini adalah tindakan fitnah dan tidak bisa diterima…waahh panass cakk !!
Seperti yang besar IWB bahas cak…Kontroversi ini bermula usai seri San Marino, di mana DAZN menyiarkan potongan video percakapan off-camera antara Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio. Dalam video tersebut, Bagnaia terdengar seolah mengkritik pabrikan Borgo Panigale dengan menyebutkan bahwa Ducati “tidak membiarkannya” melakukan perubahan set-up tertentu di tengah masa sulit yang tengah dihadapinya.
Sebagaimana diketahui, Bagnaia sedang mengalami periode sulit dalam performanya, termasuk rentetan hasil gagal finis (crash) di tiga grand prix terakhir akibat masalah cengkeraman ban belakang (rear grip) yang membingungkan.
Menjelang rangkaian GP Austria, Bagnaia akhirnya buka suara untuk meluruskan kesalahpahaman sekaligus mengecam cara kerja media yang mengambil videonya di luar konteks. Ini detil jawaban dan kekesalan Pecco…
“Saya ingat berkali-kali kalian bertanya, ‘Apakah tim mendukungmu?’ Dan saya selalu menjawab ya….tim melakukan segalanya dengan maksimal untuk membantuku. Setelah aku mengatakan itu, apa yang terjadi pada balapan terakhir di Misano, menurutku ini adalah hal yang sangat tidak sopan dilakukan oleh DAZN. Video dan rekaman itu keluar dari konteks. Kami sedang membicarakan suatu hal, tidak sepenuhnya rahasia, tetapi ini adalah percakapan pribadi….
“Video itu tidak lengkap. Pastinya, kata terakhir yang saya ucapkan bukanlah kata yang benar, tetapi setiap orang punya masa-masa sulit, setiap orang punya rasa frustrasi. Terkadang kamu mengatakan sesuatu dengan cara yang salah. Namun, apa yang selalu saya katakan adalah Ducati telah sangat mendukungku, dan yang ingin saya maksud adalah bahwa saya telah berkali-kali mencoba hal-hal tersebut (base set up) yang kini tidak lagi diizinkan oleh Ducati, bukan karena apa-apa, melainkan karena saya sudah sering melakukannya dan saya tidak ingin melanjutkan hal semacam itu karena semua terasa tidak bekerja….
“Apa yang keluar dari mulut saya memang dengan cara yang salah, tetapi kemudian apa yang terjadi selanjutnya adalah bencana bagiku karena itu sepenuhnya keluar dari rasa hormat. Harus ingat….hubungan antara jurnalis dan pebalap harus didasari oleh rasa hormat. Saya pikir saya selalu bersikap baik kepada kalian semua, tidak pernah kasar, tidak pernah mengatakan hal yang salah, mencoba memiliki hubungan baik dengan semua orang karena saya tahu betapa pentingnya hal itu… Dan apa yang terjadi ?? menurutku tindakan kalian ini tidak benar….
“Jelas bahwa kalian [media] dapat mengambil kata-kata kami dan membagikannya secara online sesuai keinginan kalian, karena kalian bisa mengambil tiga kata dan membuat dua konteks yang sepenuhnya berbeda secara positif atau negatif. Saya tahu kadang penting untuk membuat judul yang bersifat clickbait karena sistemnya bekerja seperti itu. Tapi saya selalu mencoba untuk setransparan mungkin, dan ke depan kalian mungkin tidak akan banyak mendapatkan informasi tentangku (akan lebih membatasi)….
“Tentu saja [Ducati memahami sudut pandangku] karena kemarin kami langsung membicarakannya. Memang wajar jika hal itu terlihat mengerikan saat sampai di televisi. Tetapi mereka juga memiliki rekaman wawancara pada hari Jumat dan Minggu, dan apa yang saya katakan dalam wawancara-wawancara itu adalah bahwa Ducati mendukungku. Jadi mereka tahu apa yang saya bicarakan, mereka tahu saya tidak gila. Saya meminta maaf atas kata-kata yang saya ucapkan, tetapi saya juga tahu betapa pentingnya hubungan kami (Ducati), dan hubungan kami terus berjalan dengan baik. Jadi, tidak ada yang berbeda dibandingkan masa lalu,” tutupnya….
Ditempat terpisah Digia juga membenarkan pernyataan Pecco. Dia menyayangkan tingkah laku media yang memotong percakapan dan di framing negatif untuk berita mereka…
” Sebenarnya saya tidak ingin berkomentar banyak tentang ini, karena ini bukan cerita saya, tapi yang bisa saya katakan adalah kami sebagai pebalap, terutama kami yang berasal dari Italia, sudah saling kenal sejak lama, dan kami selalu berbicara tentang motor itu adalah hal yang sepenuhnya normal bagi kami. Apa yang terjadi, itu adalah hal di luar kamera, tetapi rupanya ada kamera di sana, jadi saya pikir itu agak tidak adil dilakukan mereka, bukan buat saya melainkan pebalap lain [Bagnaia] sedang membicarakan hal-hal pribadi, jadi terkadang akan lebih baik untuk menghormati hal ini dan tidak hanya mencoba mencari lebih banyak klik….
“Tetapi terlepas dari itu, dari sudut pandangku, ketika saya sedang kesulitan dengan motor Ducati, saya selalu berbicara dengan Pecco dan mencoba mendapatkan informasi sebanyak yang saya bisa, dan dia selalu membantuku, mencoba memberikan saran terbaik untuk berkembang. Saat saya bisa, saya mencoba melakukan hal yang sama kepada pebalap lain yang sudah saya kenal sejak lama, jadi itu adalah obrolan yang sepenuhnya normal bagi kami.Masalahnya sekarang adalah kita selalu dikelilingi kamera. Kita selalu dikelilingi berbagai macam kamera. Kita sedang menuju ke dunia di mana kita tidak bisa lagi berbicara bebas. Oleh karena itu, saya pikir para jurnalis […] seharusnya memiliki batas etika untuk olahraga ini. Rasanya seperti saya sedang berada di sebuah pub membicarakan tentang motor dan saya tidak perlu khawatir bahwa di suatu tempat ada jurnalis dengan mikrofon, karena itu adalah obrolan yang santai. Jadi, tentu saja ini adalah hal yang bisa kita tingkatkan di olahraga ini, juga karena jujur kakau dibiarkan ini tidak bagus untuk olahraga ini…” tutup Digia…
Last…jelas cak kemarahan Pecco sudah diubun-ubun dan ini membuat sulit media cak. Celakanya….merasa dirugikan oleh pemberitaan dan fitnah, Bagnaia menyatakan akan lebih tertutup dan membatasi diri kepada media demi menjaga rasa saling menghormati antara pebalap dan jurnalis. Bagnaia menegaskan bahwa hubungannya dengan Ducati tetap berjalan baik dan solid. Pihak manajemen memahami situasi tersebut dan tahu bahwa Bagnaia selalu mengakui dukungan penuh yang diberikan oleh tim. Ambyarrrr tenan kiee mediane wkwkwk….(iwb)