Penjualan Motor Listrik 2025 Hancurrr….IWB sudah Tebak !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…penjualan motor listrik di 2025 ini hancurrr cak, ambrukkkk sampai titik terendah selama motor EV ini diperkenalkan secara intens. Program pemerintah yang sangat getol diawal dengan subsidi mencapai 7 juta, layu setelah subsidi tsb dicabut. Bahkan dipastikan penjualan motor listrik ambruk hingga 80 %….ediann ngilu cak. Sebuah fakta yang diawal bisa IWB tebak. Lho kok iso ???
Dari konfirmasi Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Budi Setiyadi seperti dilansir CNBC Indonesia, Senin (16/6/2025), penjualan motor listrik hingga pertengahan 2025 mengalami penurunan yang sangat memprihatikankan. Menurut Budi sejak berakhirnya subsidi, permintaan motor listrik langsung ambruk. Bahkan kini banyak stok menumpuk dan produsen berusaha keras untuk menghabiskan sisa stok yang ada….
“Sekarang kita nyebutnya jualan tinggal nyisa aja, paling cuma bisa jualan 20% atau 30%nya dari sebelumnya, bervariasi masing-masing, jadi penurunan sampai 70-80%. Penurunan penjualan ini dikarenakan masyarakat menunggu dengan subsidi motor listrik. Yang penting pasti jangan hanya bicara nanti ada dan sebagainya, karena merugikan sekali kepada industri. Akhirnya Masyarakat yang mau beli jadi menunggu karena nunggu subsidi.
“Saya tanya ke industri paling jualan cuma 300-an unit per bulan, dulu bisa ribuan. Kita dari asosiasi minta dan kemudian berharap masih ada, tapi masalah itu udah surat juga ke semua Kementerian,” seru Budi. Wowww…ini nasional lho cak, jadi gabungan semua produsen pembuat motor listrik. Sebenarnya nasib sama juga dialami beberapa ATPM yang sudah establish dibidangnya. Namun soal motor listrik…nyerah nggak banyak bisa bergerak alias menumpuk digudang. Pertanyaannya kenapa molis gagal menyita perhatian para bikers ??
IMHO karena terlalu dipaksakan. IWB harus akui bahwa sensasi motor listrik jauhhhhhh lebih nyaman dibandingkan ICE (internal combustion engine) atau mesin bensin. Akselerasi spontan, tanpa getaran dan supernyaman. Namun ada 3 hal membuat IWB sendiri merasa motor listrik belum bisa menggantikan mesin ICE yakni harga baterei, jarak tempuh dan durasi pengecharge-an. Ini adalah poin yang harus dipecahkan solusinya oleh produsen EV. Lhaaa piyee…mau kemana-mana mikirrr, kira-kira PP nyampe nggak ya ? terus kalau dijalan, ada tempat charge nggak ya ?
Semua pikiran tersebut berseliweran dibenak kita. Jadi ada rasa nggak aman ketika menggunakan EV akibat faktor resiko kehabisan daya, opo ora mumet jal. Jadi..IMHO motor listrik tidak akan mampu menggeser ICE setidaknya hingga 10 tahun kedepan kecuali ada teknologi yang mampu membuat baterei jadi super murah, instant charges dan jarak tempuh yang jauh. Jika itu bisa dipecahkan untuk motor bisa saja semua berubah. Sebenarnya dimobil sudah ada teknology fast charging yang dirilis BYD. Namun teknologi tsb masih sangat mahal dan juga belum merembet ke motor. So..motor listrik hancur ?? piye menurut sampeyan cak ? (iwb)