Home / Lainnya / Ada apa dengan Veda ???
Lainnya •

Ada apa dengan Veda ???

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 4 menit
Ada apa dengan Veda ???
Ada apa dengan Veda ??? — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Iwanbanaran.com – Cakkk….perjalanan musim debut Veda Ega Pratama di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026 bersama Honda Team Asia menyajikan cerita yang menarik untuk dibedah.
  • Setelah menggebrak pada awal musim lewat torehan poin impresif termasuk finis sensasional di podium Grand Prix Brasil, grafik perolehan poin pembalap asal Gunungkidul ini justru menunjukkan tren fluktuatif cenderung melandai, bahkan […]

Iwanbanaran.com – Cakkk….perjalanan musim debut Veda Ega Pratama di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026 bersama Honda Team Asia menyajikan cerita yang menarik untuk dibedah. Setelah menggebrak pada awal musim lewat torehan poin impresif termasuk finis sensasional di podium Grand Prix Brasil, grafik perolehan poin pembalap asal Gunungkidul ini justru menunjukkan tren fluktuatif cenderung melandai, bahkan beberapa kali nirpoin selepas paruh musim Eropa. Pertanyaannya….Ada apa dengan Veda Ega Pratama ???

Jika ditarik garis performa mulai dari seri Jerman, Inggris, Aragon, hingga San Marino, grafik Veda memperlihatkan selang-seling antara zona poin dan hasil tanpa angka (0). Pertanyaan besar pun muncul: apakah penurunan tren ini murni karena kendala teknis pada perangkat motor Honda, ataukah para rival utama melaju begitu pesat sementara Veda menemui jalan terjal dalam adaptasi?…

” Pada Jumat, terutama dalam kondisi lintasan yang lembap, aku merasa sangat percaya diri dan bisa melaju dengan cepat. Namun, balapan sepenuhnya berlangsung dalam kondisi kering. Jadi, kondisinya berbeda.  Saat sesi latihan dan kualifikasi, aku sudah merasa ada beberapa hal yang masih perlu aku tingkatkan.  Kami mencoba melakukan sejumlah perubahan dan tim bekerja keras untuk membantuku. Sayang hasil balapan memang tidak sesuai dengan yang aku inginkan, tetapi kami melakukan beberapa perubahan dari Q2 menuju balapan dan aku merasa motor bergerak ke arah yang positif. Tentu saja, ini bukan hanya soal motor. Aku juga perlu meningkatkan kemampuan diri sendiri dan memahami bagian mana yang masih bisa aku perbaiki. Aku akan bekerja keras dalam beberapa hari ke depan karena Austria juga merupakan trek yang aku sukai. Kami akan menjalani balapan lagi pekan depan, jadi saya akan mengatur ulang semuanya dan berusaha memberikan yang terbaik di sana,” seru Veda setelah finish ke 18 di Misano…

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Pertanyaannya ada apa dengan Veda ?? Kenapa performa grafiknya cenderung turun ??

Memang cak…Sebagai seorang rookie yang naik kelas setelah menjadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup, Veda dihadapkan pada ekosistem balap Grand Prix yang jauh lebih kompleks. Di kelas Moto3 cak, aspek set-up sasis dan manajemen ban menjadi penentu utama. Mulai paruh musim, tingkat keausan ban dan konsistensi cengkeraman (traksi) kerap menjadi sorotan utama bagi penunggang mesin Honda. Kendati demikian, Veda sendiri secara terbuka menyatakan tidak ingin menjadikan spesifikasi motor sebagai kambing hitam atas hasil-hasil sulit yang diterimanya. Ia menyadari bahwa sebagai debutan berusia 17 tahun, proses pembelajaran dalam memahami batasan maksimal motor secara konsisten di setiap karakter sirkuit masih terus berproses…

Faktor eksternal tak kalah memegang peran penting. Para pesaing utama—terutama dominasi pembalap-pembalap muda di barisan terdepan seperti Máximo Quiles dan David Almansa telah melakukan lompatan besar dalam hal adaptasi kecepatan, terutama saat melakoni sesi latihan bebas (practice) hingga kualifikasi. Ketatnya persaingan di grup tengah membuat selisih catatan waktu antarpembalap begitu tipis, seringkali hanya terpaut sepersekian detik. Ketika seorang pembalap sedikit saja terlambat menemukan ritme terbaik di sesi kualifikasi—seperti yang sempat dialami Veda saat terlempar ke barisan belakang di Aragon maka peluang untuk merangsek ke grup depan saat race menjadi sangat berat akibat turbulensi angin (slipstream) dan agresivitas grup.

Last….Meski grafik perolehannya fluktuatif di paruh kedua, posisi Veda di tangga klasemen sementara Moto3 2026 masih tertahan di peringkat ketujuh dengan koleksi 97 poin. Ini membuktikan bahwa fondasi kecepatan Veda sebenarnya sangat kompetitif. Tren melandai ini bukan sebuah kemunduran bakat, melainkan fase krusial pendewasaan mental dan teknik bagi sang rookie. Dengan sisa kalender balap yang masih panjang, evaluasi menyeluruh dari data telemetri bersama Honda Team Asia akan menjadi kunci bagi Veda untuk kembali menemukan konsistensi traksi dan ritme balapnya pada seri-seri berikutnya. Semoga saja Veda untuk bangkit dan mengamankan kembali finis 10 besar pada seri balap berikutnya di Austria…..(iwb)

Share this article
Post

Baca Juga

Artikel Lainnya Lainnya

Lihat Semua Lainnya
Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!
Lainnya

Veda Kaget kena Penalti…Konspirasi Eropa berjalan ?!

Iwanbanaran.com – Cakkk….angelll cakkk, angelll emang. Walaupun IWB sebelumnya sempat membahas mengenai dosa Munoz, namun penting rasanya membahas perihal penalti yang ternyata juga mengejutkan Veda. Menurutnya…penalti tersebut diluar dugaan karena dia merasa bersih dan terukur. Tidak heran penalti tsb disebut sebagai konspirasi Eropa yang sedang berjalan ? Nahh untuk menggambarkan seperti apa yang dirasakan Veda, […]

September 22, 2026 • 0 Baca →
Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???
Lainnya

Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???

Iwanbanaran.com – Cakkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia balap Grand Prix kelas ringan tengah bersiap menyambut revolusi terbesar dalam sejarah modernnya. Mulai musim 2028 hingga 2033, Yamaha resmi meneken kontrak jangka panjang eksklusif dengan Dorna Sports untuk bertindak sebagai pemasok tunggal (single-supplier) sepeda motor di kelas Moto3. Keputusan strategis ini otomatis mengakhiri era panjang mesin […]

September 16, 2026 • 0 Baca →
Ban Pecco Hancur….ada apa gerangan ???
Motogp Trending

Ban Pecco Hancur….ada apa gerangan ???

Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi berubah menjadi mimpi buruk bagi Francesco Bagnaia. Pembalap andalan Ducati Lenovo tersebut terpaksa mengambil keputusan langka dengan melakukan retirement atau mundur lebih awal dari sesi Sprint Race 12 lap setelah motornya dihantam masalah teknis yang tidak biasa. Ban Pecco Hancur….ada apa gerangan ??? Bagnaia, yang […]

October 3, 2026 • 0 Baca →