Motor listrik di Motogp? Para boz Motogp kurang setuju cak
Jelajahi Topik
Poin Penting
- seperti yang sampeyan tahu telah lahir wacana untuk membawa motor listrik ke ajang MotoGP.
- Sebagai motor masa depan wacana ini ternyata banyak mendapatkan opini negatif dari para Bos MotoGP yang tergabung dalam beberapa pabrikan.
- Bahkan mereka terkesan menolak dan lebih memilih mesin BBM.
Iwanbanaran.com – Kangbro…. seperti yang sampeyan tahu telah lahir wacana untuk membawa motor listrik ke ajang MotoGP. Sebagai motor masa depan wacana ini ternyata banyak mendapatkan opini negatif dari para Bos MotoGP yang tergabung dalam beberapa pabrikan. Bahkan mereka terkesan menolak dan lebih memilih mesin BBM. Alasannya ternyata cukup menarik. Apa gerangan??..
Seperti dilansir crash.net para representative pabrikan yang yang saat ini menjabat sebagai manajer MotoGP di masing-masing tim ternyata memberikan suara negatif terhadap wacana membawa motor listrik ke ajang MotoGP. Alasan yang mereka kemukakan juga cukup logis. Mereka menganggap mesin listrik tidak akan mampu menggantikan sensasi yang diberikan mesin bensin. Hal ini karena absennya suara yang dihasilkan electric engine….
” Jika ada kelas motor listrik bagiku tidak masalah. Namun aku berumur 53 tahun dan jelas akan rindu dengan suara mesin sesungguhnya. Inilah pendapat pribadiku...” seru Manajer Repsol Honda Team livio suppo. Pernyataan serupa juga dilemparkan Ducati MotoGP Project direktur Paolo ciabatti. Menurutnya MotoGP perlu suara dan itu sudah jelas menjadikan tontonan yang mengasyikkan. ” Saat ini aku sudah berumur 60 tahun. Dan bagiku lebih parah lagi karena aku membutuhkan letupan suara knalpot...” tukasnya…
Direktur KTM motorsport Pit Beirer juga setuju dengan pendapat Paolo serta Livio. “ Aku saat ini berusia 45 tahun dan juga mencintai mesin bensin sebesar Paolo dan Livio. Aku gembira bergabung di MotoGP dengan suara knalpotnya yang luar biasa. Jadi aku berharap mesin ini dipertahankan lebih lama lagi. Sebab aku tidak melihat mesin listrik bakal bisa menggantikan mesin MotoGP untuk 15 tahun kedepan. Itu pendapatku..” tukasnya. Senada dengan Pit, boz Yamaha racing juga demikian…
“ Menurutku motor listrik akan menjadi sesuatu hal yang penting di masa depan. Jadi Dorna memang harus mulai untuk ke sana. Akan tetapi mungkin tidak untuk mengambil alih kelas MotoGP, mungkin bisa ke kelas lainnya. Bisa saja di kelas Enduro ataupun motocross. Olahraga di mana suara knalpot adalah sesuatu hal yang sensitif...” seru Manajer Yamaha Racing Lin Jarvis…
Last…. seluruh opini di atas sepertinya memang cukup beralasan kangbro. IWB wae susah bayangin kalau MotoGP tanpa suara. Pasti ora seru blas. Apalagi kalau sampeyan menonton langsung di Tribun pasti akan merasakan bagaimana garangnya ketika MotoGP bike dibetot. Bener-bener membuat adrenalin melejit. Belum lagi ketika para riders hard braking dan downshift masuk tikungan…letupan-letupannya bikin ngilu.?Lha kalau tanpa suara….moro-moro wusshhhhh, sing ono iso garuk-garuk jenggot. Opo sing ditonton cak. Nah, kalau sampeyan sendiri piye cak…demen motor listrik apa mesin bensin untuk Motogp? (iwb)
Tentang Penulis
Diskusi
Komentar
Memuat komentar…