Iwanbanaran.com – Cakkk….Yamaha benar-benar nggak main-main di ajang EICMA 2026 Milan. Kalau biasanya pabrikan Jepang satu ini terkenal kalem dan hati-hati, kali ini mereka nekat meluncurkan XENTER E, skutik listrik dengan roda 16 inci dan flat floor. Bukan cuma itu, Yamaha juga memamerkan XENTER versi mesin bensin sebagai konsep model. Artinya, Yamaha siap perang lagi di pasar high-wheel commuter Eropa yang selama ini dikuasai Honda SH series dan sejenisnya. Serangan balik yang bikin heboh!
Buat yang belum paham, pasar skutik roda besar 16 inci di Eropa itu unik cak. Jalannya bukan aspal mulus kayak tol Cipularang, tapi batu-batu, rel trem, dan jalanan berlapis yang bikin pantat pegal kalau naik skutik roda kecil. Yamaha sebenarnya sudah punya XENTER versi bensin dulu, tapi sudah lama hilang dari peredaran. Nah, sekarang XENTER E hadir sebagai generasi baru dengan tenaga listrik. Menggabungkan kenyamanan roda besar dengan keheningan motor listrik. Kombinasi yang masuk akal banget buat kota-kota Eropa.
Dari sisi desain, XENTER E mempertahankan flat floor yang memudahkan naik-turun dan bisa dipakai naruh barang. Rangka pakai underbone baja ringan, posisi duduk tegak dengan tinggi jok 790 mm. Artinya buat orang Indonesia yang rata-rata tinggi 165-170 cm, ini masih ramah. Pandangan ke depan luas, dan di tengah kemacetan kota, posisi tegak itu bikin rileks.
Advertisement
Yang paling menarik, Yamaha mendesain ulang total cara berpikir skutik. Mereka nggak lagi pakai unit swing yang menempel di roda belakang, tapi memakai unit eAxle yang dipasang rigid di rangka. Hasilnya, lengan ayun belakang jadi independen kayak motor sport. Bobot pegas bawah turun drastis, handling ringan, dan suspensi belakang bisa bekerja lebih baik. Ini langkah berani yang melawan konvensi skutik selama puluhan tahun.
Soal performa, eAxle-nya menghasilkan torsi 33,3 Nm yang sudah keluar sejak 500 rpm. Bayangkan, baru buka gas dikit, torsi langsung penuh. Nggak ada centrifugal clutch, nggak ada getaran mesin. Cuma suara senyap dan dorongan linear. Tenaga maksimalnya sekitar 10,2 PS. Ada tiga mode berkendara: S (Sport), T (Touring), dan E (Eco). Dilengkapi traction control dan APSG electronic throttle yang bikin respons gas lebih presisi. Penggerak pakai belt, jadi makin senyap dan minim getaran.
Baterainya 3,5 kWh lithium-ion, tipe L-shape yang diletakkan rendah di bawah pijakan kaki sampai depan jok. Ini bikin titik berat rendah dan ruang bagasi tetap ada. Baterai sudah tahan debu dan air setara IP67, dilindungi protektor bawah yang kuat. Jarak tempuhnya 108 km dalam mode WMTC Class 1. Buat kota Eropa mungkin cukup, buat Jakarta? Tergantung jarak rumah-kantor, tapi setidaknya bisa sehari-hari tanpa ngecas siang. Pengisian dari nol sampai penuh butuh sekitar 5,5 jam pakai charger onboard 800 W yang fanless alias tanpa kipas. Jadi ngecas tetap senyap. Cocok buat apartemen.
Fiturnya juga nggak tanggung-tanggung. Panel instrumen pakai layar TFT full color 5 inci yang bisa siang-malam, terhubung ke aplikasi Yamaha Motor On untuk navigasi turn-by-turn dan kontrol telepon serta musik. Ada smart key, USB Type-C, dan kait belanja lipat. Yang keren ada fitur reverse alias tombol mundur. Jadi kalau sudah parkir di tempat sempit, tinggal pencet tombol dan motor mundur sendiri tanpa perlu turun. Buat ibu-ibu yang parkir di garasi sempit, ini penyelamat.
Soal kaki-kaki, XENTER E pakai roda depan 100/80-16 dan belakang 120/80-16. Suspensi depan travel 100 mm, belakang 97 mm. Rem cakram depan-belakang diameter 245 mm dengan ABS. Ada juga regenerative braking yang meniru engine brake secara natural saat gas ditutup, tergantung mode berkendara. Ini sekilas rekapnya cak…
Yamaha “XENTER E” (Model 2027)
-
Kategori & Pasar: Ditujukan untuk pasar perkotaan di Eropa (setara kelas lisensi A1 / 125cc), masuk ke segmen high-wheel scooter yang populer untuk melibas jalanan berbatu atau trem (seperti batu cobblestone).
-
Desain & Rangka: Menggunakan ban depan-belakang 16 inci, dilengkapi dek lantai rata (flat floor) yang praktis, serta rangka baja underbone ringan. Tinggi jok ramah pengendara yaitu 790 mm.
Performa dan Spesifikasi Utama
-
Unit “eAxle”: Mengusung motor listrik IPMSM (Permanent Magnet Synchronous Motor) berpendingin udara yang terintegrasi dengan MCU dan girboks, dipasang secara rigid ke rangka untuk mengurangi bobot tak tersangga (sprung/unsprung weight).
-
Torsi Melimpah: Mampu menghasilkan torsi instan sebesar 33,3 Nm sejak putaran sangat rendah (500 rpm) tanpa kopling sentrifugal, memberikan akselerasi spontan dan halus via belt drive.
-
Baterai & Jarak Tempuh: Menggunakan baterai litium-ion 3.5 kWh berdesain bentuk ‘L’ di bawah dek untuk menjaga pusat gravitasi rendah. Jarak tempuh mencapai 108 km (mode WMTC Class 1). Pengisian daya 0–100% membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam menggunakan on-board charger 800W (tanpa kipas/silent).
-
Fitur Canggih:
-
3 Mode berkendara (Sport, Touring, Eco), kontrol traksi (TCS), dan electronic throttle (APSG).
-
Panel instrumen layar TFT 5 inci penuh warna dengan konektivitas aplikasi Yamaha Motor On (navigasi turn-by-turn).
-
Fitur Mundur (Reverse Function) untuk memudahkan manuver parkir atau di tempat sempit.
-
Bagasi bawah jok yang diklaim muat helm full-face berkat tata letak baterai yang efisien, plus soket USB Type-C dan smart key.
Versi bensin XENTER Concept juga dipamerkan. Meski baru konsep, Yamaha bilang ini wujud keseriusan mereka. Simpel, twist and go, dengan roda besar. Mereka mau kuasai pasar high-wheel dari dua sisi sekaligus: listrik dan bensin. Penjualan di Eropa mulai musim semi 2027. Aksesori resmi sudah disiapkan: layar tinggi, handguard, apron musim dingin, dan top case 34 liter.
Last….Buat pasar Indonesia, XENTER E ini jelas bikin ngiler. Jalanan kita banyak yang bergelombang, banyak paving block, dan roda 16 inci pasti lebih nyaman. Apalagi ada fitur mundur yang nggak banyak skutik punya. Pertanyaannya cuma satu…apakah desain ini sesuai selera sampeyan ?? terus kapan masuk Indonesia dan berapa harganya? Kalau Yamaha Indonesia serius, ini bisa jadi game changer buat segmen skutik premium listrik. Honda dan sekutunya harus waspada. Yamaha sudah kasih sinyal, dan sinyalnya bukan main-main. Piye menurut sampeyan cak ? (iwb)