Ngomongin motor 150cc wae koq mesti geger…….nahhh !
Jelajahi Topik
Bro dan sis sekalian….tertawa IWB menerima pesan whatsap dari teman yang juga pembaca warung ini. Doi ternyata mengaku cukup emosi setiap kali membaca komentator yang terkesan memfitnah dan melakukan penggiringan seolah-olah warung ini ora netral. Bahkan doi sendiri heran IWB bisa santai menanggapi komentator ngawur yang banyak melakukan fitnah. Disela itulah doi nyeletuk….”Ngomongin motor 150cc wae koq geger..”. Nahh…menarik ki komentarnya….

Tren dunia maya sekarang memang cukup ngeri kangbro. Beda dengan 3-4 tahun lalu yang lebih educate dalam menyampaikan opini…..dari hari kehari para pasukan yang berusaha merusak image hingga menjatuhkan para Blogger yang dianggap merugikan brand pujaannya makin menjadi. Bahkan tidak segan-segan komentar kasar hingga penggiringan opini bahwa artikel merupakan titipan pabrikan rival terus mereka sebar. Tujuannya satu….pembaca murni supaya termakan omongan dan hasutan lalu…brand yang mereka puja tetap harum berkibar. Oalahhh…..segitunya cak-cak !. Terus gimana dari sisi IWB??….
IWB hanya senyum-senyum wae lihat masifnya fansboy bereaksi.? Kalau IWB mah wis kebal pakde. Makanya IWB ogah ngerespon. Suwe-suwe malah melu kenthir lak an. Wegah men rek…..ngabisin tenaga mending pikiran IWB curahkan untuk ngisi artikel warung. Lha piye…..ibarat anak kecil kalau ditanggapi biasanya makin menjadi. Tapi yang nggak betah dan geleng-geleng kepala justru pembaca murni yang ingin mencari berita. Termasuk teman IWB sendiri yang akhirnya angkat bicara mengenai begitu kuatnya adu fitnah demi membela brand pujaan. Dan ungkapan doi yang mengatakan “Ngomongin motor 150cc wae koq geger” cukup menarik. Yup….setelah IWB renungkan benar juga ya…..
Artikel sangat panas kalau kita ngomongon mesin 150cc. Bahkan hanya beda 0,0000000 wae iso dadi “udun”. So…kalau sampeyan biasa bermain dikelas 250cc keatas pasti hanya mringis dan bisa merasakan eskalasi persaingan didunia maya dalam upaya membentuk opini publik sudah masuk kategori ora sehat. Begitu kuatnya hingga artikel netralpun bisa dipelintir demi ingin membuktikan motor mereka adalah yang terkencang. Walau mungkin hanya beda nol koma sekianpun akan diperjuangkan sekuat tenaga. Lha koq iso?…
Sebab perbedaan mesin 150cc levelnya hanya segitu mzbro. Ada batas toleransi engine produksi masal harian yang tidak akan bisa didongkrak lebih tinggi. Pabrikan meracik sebuah produk tidak hanya melihat sisi performa namun bagaimana produk ini memiliki reliability, durability hingga sparepart yang terjangkau. Ingat…durablity pakde. Dan juga jangan campur adukkan dunia racing yang lebih kompleks. Dunia balap lebih tergantung pada racikan, pengembangan, ketersediaan part racing pendukung dan banyak hal lain. Intip wae jerohan motor balap mumpuni…pasti OEM pabrikan mayoritas wis dibuang. Yang kedua pasar 150cc memang begitu seksi…
Market 150cc adalah pasar yang paling besar dan menjanjikan dibanding market lain. Oleh karena itu biasanya pabrikan akan memprioritaskan market 150cc dibanding lainnya (iki khusus sport ya…kita nggak ngomongin bebek atau matic). Tidak heran ketika kita berusaha menyuarakan opini pribadi….siap mental wajib dilakukan sebab jika dirasa merugikan brandnya….seperti biasa tebar fitnahpun kembali digelar. Akting sebagai pembaca murni menjadi senjata ampuh menyelipkan komen-komen memojokkan, dan itulah yang lazim dilakukan para “simpatisan” terselubung. So…saran IWB untuk pure readers, sing sabar pakde. Baca kolom komentar kudu siapkan kesabaran. Soale kalau nggak sampeyan iso mancal kursi tenan
. Kalau nggak siap….sebaiknya baca artikel wae skip ke next artikel tanpa melirik komen-komen….
Last…..kelas 150cc kini lebih ramai dengan geliat Suzuki yang coba mengangkat kembali pamor kencang FU150. Usaha yang patut diapresiasi karena IWB sendiri jadi lebih bervariasi dalam menyajikan artikel disegmen ini. Hanya saja IWB juga tidak mau penggiringan opini akan meracuni para pembaca dengan memiliki asumsi motor 150cc memiliki speed sekencang 250cc. Iki wis keblinger soale. Kita posisikan semuanya pada porsinya masing-masing agar tetap wajar dan potensial buyer juga tidak memiliki ekspetasi yang melambung terlalu jauh. Wisss…ora usah geger maneh. Rukun itu indah. Eh…koyone ono sing cekot-cekot maneh ki sirahe…kaburrrrr !!!
……(iwb)




