Rahasia BBM Vario Evo 160 Irit dan Ngacir….Insinyur Honda memang pinterrrr !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…sudah 2 kali ini IWB full mengikuti Turing Vario EVO 160, skutik gen terbaru AHM yang banyak menyita perhatian kita semua. Memang cak…setiap produk tidak ada yang sempurna, pasti ada juga kekurangannya. Namun soal performa engine…gen ke 2 V160 ini banyak mendapatkan pujian. Bahkan guyonan para Blogger dan Vlogger disela turing terlontar celetukan…Insinyur Honda memang pinterrrr !!! Lhoo kok isooo….kenapa demikian ??? Nah dalam artikel ini IWB akan ajak sampeyan untuk membedah Rahasia BBM Vario Evo 160 Irit dan Ngacir…dan ini cak faktanya !!
Insinyur Honda dianggap pinterrr karena mereka tidak perlu susah payah mengeluarkan senjata mereka yang dianggap sudah dipersiapkan yakni VTEC. Kenapa pinter ?? karena dengan cost yang sama motor mereka terasa beda dibanding old gen. Yup…PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan penyempurnaan pada New Honda Vario Evo 160. Meski secara basis dapur pacu masih mengusung mesin 156,9 cc eSP+ 4-katup berpendingin cairan, edisi Evo terbukti menawarkan impresi berkendara yang lebih responsif sekaligus konsumsi bahan bakar yang lebih hemat dibanding Vario 160 generasi pertama. Pertanyaanya kenapa hal itu bisa terjadi ?? Berikut adalah sisi teknis yang menjadi rahasia mengapa Vario Evo 160 bisa lebih bertenaga namun tetap irit bahan bakar:
1. Engine Re-mapping & Optimasi Ignition Timing
Kunci utama peningkatan performa Vario Evo 160 terletak pada kalibrasi ulang unit kontrol mesin (ECU). AHM melakukan optimasi ignition timing (waktu pengapian) serta pemetaan ulang aliran bahan bakar.
-
Torsi Puncak Naik: Torsi maksimum melonjak dari sebelumnya 13,8 Nm menjadi 14,0 Nm.
Puncak Torsi Diraih Lebih Awal: Jika pada versi lama torsi maksimal baru tercapai di 7.000 rpm, pada Vario Evo penyaluran tenaga di putaran bawah-ke-menengah disetel lebih padat.
Efek pada Konsumsi BBM: Karena powerband dan dorongan torsi bawah kini lebih berisi, kita tidak perlu membuka selongsong gas (throttling) terlalu dalam untuk mendapatkan akselerasi stop-and-go di lalu lintas perkotaan. Pembukaan katup gas yang lebih minim secara langsung menekan jumlah semprotan bahan bakar dari injector.
2. Efisiensi Pembakaran & Penyesuaian Rasio Kompresi
Sistem injeksi PGM-FI pada versi Evo mendapatkan penyempurnaan kurva pengapian agar pembakaran di dalam ruang bakar dengan kompresi 12,0:1 berjalan jauh lebih sempurna (complete combustion). Pembakaran yang efisien berarti hampir seluruh energi kimia dari bahan bakar diubah menjadi tenaga mekanis, meminimalkan sisa BBM yang terbuang tanpa menghasilkan daya putar.
3. Karakter CVT dan Transfer Tenaga Minim Power Loss
Selain penyetelan pada ECU, sektor transmisi V-Matic (CVT) pada Vario Evo 160 mendapat penyesuaian pada bobot roller dan rasio per CVT. Langkah ini dibuat agar transfer tenaga dari kruk as (crankshaft) ke roda belakang berlangsung lebih linier tanpa jeda (lag). Penyampaian tenaga yang presisi ini mencegah mesin meraung berlebihan saat akselerasi awal, yang biasanya menjadi salah satu penyumbang pemborosan bahan bakar pada skutik.
4. Aerodinamika Bodi Baru
Vario Evo 160 mengalami perubahan dimensi bodi yang sedikit lebih lebar (dari 679 mm menjadi 686 mm pada tipe CBS, dan 696 mm pada tipe ABS). Namun Garis-garis lekukan bodi terbaru ini dirancang tidak hanya untuk estetika yang lebih agresif, melainkan juga untuk mengalirkan hambatan angin (drag coefficient) lebih baik saat motor dipacu pada kecepatan menengah hingga tinggi. Hambatan angin yang berkurang membantu mesin bekerja lebih ringan mempertahankan kecepatan jelajah (cruising speed).
Kesimpulan Ringkas
Last…Rahasia Vario Evo 160 bisa lebih irit dan bertenaga bukanlah dari pembesaran kapasitas mesin maupun penambahan komponen VTEC melainkan dari pemanfaatan torsi yang lebih efisien di putaran bawah-menengah. Pengendara mendapatkan tenaga yang dibutuhkan tanpa harus memutar selongsong gas terlalu dalam, sehingga efisiensi bahan bakar (yang diklaim mencapai ~46,7 km/liter metode WMTC EURO namun pada prakteknya sangat mudah mendapatkan 50km/liter) tetap terjaga dengan maksimal. Dan memang feelnya dijalanan sukses membuatnya berbeda. Monggo jajal wae cak dan rasakan sendiri…nah dari sini wis mudeng kan kenapa Vario EVO ngacir dan irit ?! (iwb)
