Pedro Acosta temukan penyakit KTM….Rumit ternyata cak !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Acosta bener-bener kedodoran cak. Setelah sempat menyerang Pecco, Acosta terus mundur dan hanya mampu finish ke 9. Beruntung Ogura kena diskualifikasi sehingga posisinya naik ke 8. Namun jelas ini adalah fakta yang sulit diterima. Acosta mengakui ada 1 penyakit KTM yang membuat doi mundur. Ya..Pedro temukan penyakit KTM…dan ternyata rumit cak. Apa gerangan ? simak detilnya dibawah ini…
Ogura kecewa berat atas grafik KTM yang malah terus menurun. Menurutnya 1 hal penyakit KTM yang harus dipecahkan yakni…ban depan cepat panas. Walaahh. Berikut pernyataan lengkap Acosta….
“ Masalah kami adalah ban. Kita perlu memahami mengapa ban depan cenderung kepanasan. Ketika Mir menyalipku, akumencoba melepaskan diri dari rombongan untuk mendinginkan ban. Ketika ban kembali ke suhu yang tepat, aku menyalip Joan lagi, menyalip Ogura, dan mendekati Di Giannantonio. Kemudian, masalah non-teknis membuatku sedikit kehilangan kendali, tetapi setidaknya aku menyelesaikan balapan. Secara keseluruhan aku senang karena dari Sabtu hingga Minggu motornya membaik…
“Kami menjalani balapan dengan naik turun, tetapi lumayan, terutama jika dibandingkan dengan Sprint, tetapi jika dibandingkan dengan yang lain, aku perhatikan misalnya Diggia, lama-lama kecepatannya luar biasa. Sebaliknya, kami harus memahami mengapa kami justru kesulitan saat diakhir dan kenapa perilaku RC16 berubah begitu banyak dari satu hari ke hari berikutnya atau dari satu kondisi ke kondisi lainnya…
“ Pada tahun 2024 motor tampil sangat baik di Austin. Treknya memiliki cengkeraman karena telah diaspal ulang, jadi kondisi aku perkirakan lebih mirip dengan sirkuit Eropa, daripada yang baru saja terjadi. Aku akan mencoba menghadapi akhir pekan dengan tenang dan dengan mentalitas yang baik untuk meningkatkannya secara bertahap dan memahami berbagai hal….
” Tidak ada satu pun dari kami, para pebalap, yang menyukai situasi ini. Binder menang di Moto3 dan berjuang dua kali untuk memenangkan gelar Moto2; Vinales menjadi yang pertama di kelas terkecil dan bersaing untuk kejuaraan MotoGP, sementara Bastianini, selain memantapkan dirinya di kategori menengah, telah meraih banyak kemenangan balapan. Jelas bahwa ini tidak baik bagi kami dan juga bagi manajemen. Aku harap ini tidak berlangsung lama. Kami harus bekerja keras ,” tutupnya…(iwb)