” Motogp Modern Hancurkan badanmu !! ” seru Legendaris Randy Mamola
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Caaakkk… Legenda GP500 asal Amerika Serikat, Randy Mamola, baru-baru ini angkat bicara mengenai evolusi fantastis sekaligus mengerikan dari motor-motor MotoGP era modern. Menurut Mamola, monster prototipe masa kini tidak cuma makin kencang dan canggih, tapi juga menuntut fisik pembalap hingga batas maksimal. Bahkan, beliau tak ragu menyebut bahwa motor MotoGP jaman now benar-benar sanggup “mencincang” atau menghancurkan fisik para rider jika tidak dalam kondisi kebugaran puncak! Waaahhh….
Dalam wawancara terbarunya, Randy Mamola menyoroti betapa dramatisnya perubahan gaya balap dan beban fisik yang dipikul para pembalap dibanding eranya dulu. Jika di era 2-tak 500cc atau awal era 800cc/1000cc pembalap lebih banyak bertarung melawan wheelie dan keliaran keliaran slide ban belakang, maka di era modern aerodinamika (wings/winglets) dan ride-height device mengubah peta permainan secara radikal. Downforce melimpah yang dihasilkan oleh aero-body modern membuat motor menempel erat ke aspal saat pengereman keras (hard braking) dan cornering kecepatan tinggi. Hasilnya? G-Force yang diterima tubuh pembalap melonjak drastis!
“Motor MotoGP hari ini memiliki grip dan downforce yang luar biasa. Tapi konsekuensinya, pengereman menjadi sangat lambat dan brutal. Otot lengan, bahu, hingga leher pembalap menahan beban penahanan yang jauh lebih berat dari sebelumnya. Jika fisikmu tidak 100% sempurna, motor ini akan menghancurkanmu secara fisik,” papar Mamola.
Dampak dari tingginya beban fisik ini terbukti dari maraknya kasus Arm Pump (Compartment Syndrome) serta cidera bahu dan tulang belakang yang dialami grid pembalap modern. Jadwal Sprint Race yang padat di akhir pekan balap disinyalir kian memperparah tekanan fisik tersebut.
Mamola menambahkan bahwa kecepatan sudut (cornering speed) dan beban saat melakukan perpindahan arah (direction change) pada kecepatan di atas 200 km/jam membutuhkan tenaga ekstra keras. Pembalap tidak lagi sekadar menunggangi motor, melainkan harus bertarung mengendalikan gaya fisika yang diciptakan oleh perangkat aerodinamika canggih.
Regulasi 2027: Angin Segar yang Dinanti
Menanggapi fenomena ini, Mamola menyambut positif perubahan regulasi besar-besaran yang akan diterapkan Dorna pada musim 2027 mendatang—termasuk pemangkasan kapasitas mesin dadi 850cc, pembatasan ketat perangkat aerodinamika, serta penghapusan ride-height/holeshot device. Menurutnya, langkah ini sangat krusial tidak hanya untuk mengembalikan aspek pure riding skill ke tangan pembalap, melainkan juga demi menjaga keselamatan serta memperpanjang karier para rider di kelas para raja.
Last….Ucapan Mamola ini jelas merangkum apa yang kita lihat di lintasan beberapa musim terakhir cak. Lihat saja betapa seringnya pembalap top bertumbangan dan mengeluhkan masalah fisik pasca-balapan. Kuda besi modern memang makin canggih dan predictable, tapi kompensasi energi yang disedot dari tubuh pembalap jan sangat gila-gilaan! Piye menurut sampeyan cak? Lebih suka melihat MotoGP aero modern yang super kencang, atau kembali ke era balap murni tanpa wings dan ride-height device? (iwb)