Breaking !! Michelin Tarik Semua ban Lunak di Motegi….Cacat konstruksi ??
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemasok ban resmi MotoGP, Michelin, mengambil langkah besar jelang balapan utama Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi.
- Pabrikan asal Prancis itu resmi mencoret opsi ban belakang kompon lunak (soft) dari alokasi balapan hari Minggu menyusul masalah serius yang dialami para pembalap pada sesi Sprint Race…
- Keputusan ini diambil setelah sejumlah pembalap top—termasuk pemimpin […]
Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemasok ban resmi MotoGP, Michelin, mengambil langkah besar jelang balapan utama Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi. Pabrikan asal Prancis itu resmi mencoret opsi ban belakang kompon lunak (soft) dari alokasi balapan hari Minggu menyusul masalah serius yang dialami para pembalap pada sesi Sprint Race…!!
Keputusan ini diambil setelah sejumlah pembalap top—termasuk pemimpin klasemen Jorge Martin dan pembalap pabrikan Ducati Francesco Bagnaia—mengalami kendala parah berupa panas berlebih (overheating) serta blistering (melepuh) pada ban belakang soft mereka akibat tingginya suhu lintasan dan aspal baru Motegi yang sangat mencengkeram.
Dalam keterangan resminya, Michelin menjelaskan bahwa kombinasi aspal baru dengan daya cengkeram tinggi, suhu trek yang menyentuh angka sekitar 40°C, serta kecepatan Sprint yang sangat tinggi (selisih sembilan detik lebih cepat dibanding tahun 2025) telah menghasilkan temperatur ban belakang yang ekstrem.
Meski tingkat keparahan dampaknya berbeda-beda pada setiap pembalap tergantung gaya balap dan setelan motor, Michelin memutuskan untuk tidak mengambil risiko dan mencabut ban soft dari daftar pilihan.
Sebagai gantinya, Michelin kini menyediakan opsi ban medium yang masih diperbolehkan namun menuntut manajemen ban yang sangat cermat. Selain itu, mereka sangat merekomendasikan penggunaan ban belakang kompon keras (hard) berstruktur reinforced (diperkuat)—meskipun ban jenis ini belum pernah dicoba sama sekali oleh satu pun pembalap sepanjang akhir pekan ini.
Kebijakan darurat ini langsung memicu kekhawatiran di paddock. Pembalap Pramac Yamaha, Jack Miller, bahkan memperingatkan bahwa situasi ini bisa mengubah balapan utama menjadi sebuah “lotre”. Pasalnya, para tim dan pembalap harus turun ke lintasan dengan ban hard tanpa memiliki data referensi sama sekali, selain mengandalkan sesi warm-up singkat berdurasi 10 menit di pagi hari.
“Anda hampir bisa menjamin hal itu akan menjadi lotre,” ujar Miller menanggapi keharusan menggunakan ban yang belum teruji di Motegi.
Last…Di sisi lain, ban hard berstruktur reinforced ini juga mengingatkan pada jenis ban yang sebelumnya sempat memicu masalah cengkeraman bagi kubu Ducati di Red Bull Ring. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para insinyur dan pembalap, termasuk Marc Marquez yang tengah mengincar kemenangan ganda di kandang Honda tersebut untuk terus memangkas selisih poin ketat di puncak klasemen kejuaraan dunia….(iwb)