Ban Pecco Hancur….ada apa gerangan ???
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi berubah menjadi mimpi buruk bagi Francesco Bagnaia.
- Pembalap andalan Ducati Lenovo tersebut terpaksa mengambil keputusan langka dengan melakukan retirement atau mundur lebih awal dari sesi Sprint Race 12 lap setelah motornya dihantam masalah teknis yang tidak biasa.
- Ban Pecco Hancur….ada apa gerangan ???
Iwanbanaran.com – Cakkk….Akhir pekan Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi berubah menjadi mimpi buruk bagi Francesco Bagnaia. Pembalap andalan Ducati Lenovo tersebut terpaksa mengambil keputusan langka dengan melakukan retirement atau mundur lebih awal dari sesi Sprint Race 12 lap setelah motornya dihantam masalah teknis yang tidak biasa. Ban Pecco Hancur….ada apa gerangan ???
Bagnaia, yang musim depan dipastikan akan menyeberang ke skuad Aprilia Racing, memang mengawali rangkaian balapan di Motegi dengan perjuangan berat. Ia gagal menembus zona Q2 pada sesi kualifikasi dan harus rela memulai balapan dari posisi ke-13 di grid start. Namun, alih-alih bisa memperbaiki posisi secara perlahan di barisan tengah, masalah mekanis pada ban belakang justru menghentikan lajunya sebelum bendera finis berkibar.
Berbicara seusai balapan, pembalap asal Italia itu menjelaskan bahwa dirinya sempat menunjukkan progres positif di awal lomba. Memanfaatkan kekacauan di tikungan-tikungan awal—termasuk insiden kecelakaan yang melibatkan beberapa pembalap—Bagnaia sempat merangsek naik dua posisi. Ia memproyeksikan bahwa posisi kesembilan atau setidaknya bertarung memperebutkan zona poin terluar adalah target yang sangat realistis.
Namun, situasi berubah drastis ketika balapan memasuki paruh kedua. Bagnaia mulai merasakan getaran hebat yang bersumber dari sektor ban belakang Desmosedici miliknya. Seiring berjalannya waktu, getaran tersebut tidak kunjung mereda, melainkan semakin memburuk di tiap tikungan hingga membuat motornya sangat sulit dikendalikan.
“Di balapan saya start normal, lalu saya sempat memulihkan beberapa posisi setelah insiden kecelakaan tiga pembalap. Peluang untuk finis di posisi kesembilan sebenarnya terbuka. Tapi setelah setengah balapan berlalu, saya mulai kesulitan dengan getaran yang sangat parah. Getarannya semakin lama semakin memburuk lap demi lap, sampai pada akhirnya saya benar-benar harus berhenti. Ini sangat disayangkan, tetapi keadaannya memang sudah seperti ini,” tambahnya dengan nada pasrah.
Meskipun dihantam hasil minor dan gagal mendulang poin di sesi Sprint, juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 ini tetap berusaha melihat sisi terang. Ia merasa ada sedikit peningkatan performa dari hari Jumat ke hari Sabtu, meskipun masalah fundamental terkait cengkeraman ban belakang (rear grip) dan stabilitas sasis masih menjadi PR besar bagi krunya.
Last….Kegagalan ini membuat posisi Bagnaia di grid balapan utama hari Minggu menjadi semakin berat karena ia harus memulai lomba dari baris kelima (posisi ke-13). Di sisi lain, rekan setimnya, Marc Marquez, justru sukses mendominasi podium juara Sprint, membuat pekerjaan rumah Ducati kian menumpuk untuk mencari solusi tuntas atas masalah ban yang menghantui Bagnaia sebelum lampu hijau balapan utama dinyalakan….(iwb)