Moto3 Sprint Thailand 2026 : Debut Veda kejutkan Dunia…sukses Kalahkan Honda Leopard !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…aslinya jantungan cak nonton race Moto3. Lhaa piye cakk….Sirkuit Internasional Chang, Buriram, menjadi saksi bisu aksi memukau pembalap muda Indonesia, Veda Pratama, dalam gelaran Moto3 Thailand pada Minggu, 1 Maret 2026. Sebagai rookie, Veda menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap di lintasan, melainkan ancaman nyata bagi para pembalap veteran. Yup…Moto3 Sprint Thailand 2026 : Debut Veda kejutkan Dunia…sukses Kalahkan Honda Leopard !!
Bertarung di Barisan Depan
Memacu motor Honda bersama tim Honda Team Asia, Veda tampil sangat kompetitif sepanjang 19 putaran balapan. Di tengah persaingan sengit yang didominasi oleh mesin-mesin KTM, Veda berhasil menjaga ritme balapnya dengan kecepatan rata-rata mencapai 160.2 km/jam.
Hasil Finis yang Impresif
Veda Pratama berhasil menyentuh garis finis di posisi ke-5. Hasil ini sangatlah impresif mengingat ketatnya jarak antar pembalap:
-
Veda hanya terpaut 9.687 detik dari sang pemenang, David Almansa.
Ia berhasil mengungguli pembalap berpengalaman seperti Adrian Fernandez dan David Muñoz.
Veda menjadi pembalap Honda dengan posisi finis terbaik
Veda Pratama vs. Squadra Honda
Meskipun balapan didominasi oleh motor KTM yang menyapu bersih podium , Veda Pratama tampil sebagai salah satu penunggang Honda NSF250RW terbaik di lintasan. Berikut adalah perbandingannya dengan pembalap Honda lainnya yang finis di zona poin:
| Posisi | Rider | Tim | Motor | Selisih Waktu dengan Veda |
| 5 | Veda Pratama | Honda Team Asia | Honda | – |
| 6 | Adrian Fernandez | Leopard Racing | Honda |
+0.036 detik
|
| 11 | Casey O’Gorman | SIC58 Squadra Corse | Honda |
+2.176 detik
|
| 14 | Joel Kelso | GRYD-MLav Racing | Honda |
+7.577 detik
|
| 15 | Eddie O’Shea | GRYD-MLav Racing | Honda |
+7.772 detik
|
Analisis Keunggulan Veda
-
Akselerasi Terjaga: Veda berhasil mencatatkan kecepatan rata-rata 160.2 km/jam, setara dengan Adrian Fernandez yang merupakan pembalap berpengalaman di kelas ini.
-
Duel Sengit hingga Garis Finis: Keunggulan Veda atas Adrian Fernandez sangat tipis, yakni hanya 0.036 detik. Ini menunjukkan kemampuan Veda dalam melakukan defensive riding yang luar biasa di lap terakhir.
-
Efisiensi Rekan Setim: Veda tampil jauh lebih dominan dibandingkan rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, yang finis di posisi ke-22 dengan selisih waktu mencapai 28.291 detik dari Veda.
KTM vs Honda
Seluruh posisi podium (juara 1, 2, dan 3) dikuasai oleh pembalap yang menggunakan motor KTM. Bahkan, posisi 4 besar secara keseluruhan diisi oleh pabrikan asal Austria tersebut. Veda Pratama adalah pembalap non-KTM pertama yang berhasil menembus dominasi ini di posisi ke-5.
Kecepatan dan Akselerasi (Top Speed)
Berdasarkan data klasifikasi, terlihat adanya perbedaan efisiensi antara kedua pabrikan:
-
Pemenang Race: David Almansa (KTM) mencatatkan kecepatan rata-rata 161.0 km/jam.
-
Veda Pratama: Meskipun tampil luar biasa, kecepatan rata-rata Honda milik Veda berada di angka 160.2 km/jam.
-
Gap Waktu: Selisih antara juara 1 dan 2 (keduanya KTM) hanya 0.003 detik, menunjukkan betapa kompetitifnya mesin KTM di lintasan lurus. Sementara itu, Veda tertinggal 9.687 detik dari posisi pertama.
Rekor Lap Tercepat
Dominasi performa mesin KTM juga tercermin dalam catatan waktu lap tunggal:
-
All-Time Lap Record: Rekor tercepat sepanjang masa di sirkuit ini dipegang oleh David Almansa dengan motor KTM (1’40.088) yang dicetak pada tahun 2026 ini.
-
Best Race Lap: Rekor lap terbaik saat balapan juga masih dipegang oleh pengguna KTM, yakni David Muñoz pada tahun 2025.
-
Fastest Lap Balapan Ini: Lap tercepat dalam balapan ini dicetak oleh Valentin Perrone yang juga menggunakan KTM.
Meskipun Veda mampu bersaing di grup depan, data menunjukkan bahwa dari 10 besar pembalap yang finis, 7 di antaranya menggunakan KTM, sementara hanya 3 pembalap yang menggunakan Honda (Veda Pratama, Adrian Fernandez, dan Casey O’Gorman). Hal ini mengindikasikan bahwa secara paket mekanis, KTM memiliki keunggulan kuantitas dan kualitas di sirkuit yang membutuhkan tenaga besar seperti Buriram. Jadi fix cak…Performa Veda yang mampu finis di posisi ke-5 dengan selisih waktu tipis dari grup di depannya membuktikan bahwa ia melakukan extra effort untuk menutupi celah performa antara motor Honda dan KTM tersebut…
Last…Keberhasilan mengamankan 11 poin di GP Thailand memperkokoh posisi Veda sebagai salah satu pendatang baru yang paling diperhitungkan musim ini. Kemampuannya untuk tetap tenang di bawah tekanan dan bersaing di posisi lima besar memberikan sinyal positif bagi kemajuan balap motor Indonesia di kancah internasional. So…makin bangga dan goooo Merah putihhh !!! (iwb)