Misano 2024 : Pecco akhirnya Puji Marc Marquez….” Dia berani” !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk….finish diposisi dua pada sprint Race kemarin sempat membuat marah Bagnaia. Namun hari ini walaupun dikalahkan Marquez suasana hatinya berbeda. Tidak mampu berebut kemenangan dengan Marc Marquez masih menjadi pil pahit yang harus ditelan, namun memperkecil jarak dari 26 menjadi 7 poin membuat pil itu terasa manis. Yang menarik cak ternyata Pecco puji Marc Marquez. Berikut pernyataan lengkap Pecco pasca finish ke 2 di Misano…
” Dari sudut pandang kejuaraan, aku akan mengatakan ya, ini adalah hasil yang bagus dan membuat suasana hatiku tenang. Kalau dipikir-pikir, juara 2 bukan seperti kemenangan, tapi rasanya berbeda. Aku sudah berusaha sampai akhir namun tidak bisa menang. Saat hujan mulai turun aku kehilangan banyak waktu karena tidak bisa memahami kondisi dengan baik setelah melihat Morbidelli terjatuh….
” Sulit mencari limit saat kalian didepan pada kondisi cuaca yang rumit. Selain itu, Marquez sangat kuat di paruh kedua balapan dan aku tidak bisa memanfaatkan potensi maksimalnya. Hari ini penting untuk mencetak poin, ketika aku melihat Martin memasuki PIT, aku mengerti bahwa dia tidak akan mencetak poin. Dari situ aku berusaha menjalankan balapan tanpa melakukan kesalahan apa pun, strategiku berubah…..
“ Mungkin Jorge agak impulsif (melakukan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya), tapi pilihan itu bisa saja diambil karena hujan cukup deras di lap awal. Mungkin hal itu dipengaruhi oleh terjatuhnya Morbidelli. Itu sulit, situasinya sangat rumit dan dia mencoba gambling namun tidak membuahkan hasil. Apakah aku akan melakukan hal yang sama? Sejujurnya aku tidak punya pikiran kesana. Sebab perkiraan cuaca memprediksi tidak demikian. Aku mencium bau hujannya tidak akan deras, aku tahu betul dengan cuaca disini. Namun jika kondisi makin parah barulah aku akan masuk PIT….
” Aku melihat Martin kembali ke pit dari layar raksasa yang ditempatkan di tikungan terakhir dan pada saat itu aku bertekad tidak boleh melakukan kesalahan. Marquez menyalipku dan aku mencari peluang untuk menyalipnya kembali, tapi dia sangat cepat. Kecuali di tikungan pertama namun itu bukan tempat yang tepat untuk mencobanya./ Apalagi tekanan banku juga meningkat signifikan saat dibelakangnya….
“ Ditambah Bastianini tertinggal 3 atau 4 detik di belakangku, jadi aku memutuskan untuk puas di posisi ke-2. Menurutku resikonya sangat besar jika aku mengikuti Marc. Apalagi ketika aku kehilangan sedikit konsentrasi, rasa sakitku kembali datang. Untuk mengalahkan Marquez hari ini kalian harus berada dalam kondisi 100% dan hari ini aku tidak memilikinya. Tentu saja aku ingin menang, aku selalu berusaha. Kini kompetisi makin ketat karena kamu tidak pernah tahu dimasa depan….
” Lihat saja apa yang terjadi padaku…kemarin aku tertinggal 26 poin dari Martin dan hari ini aku tertinggal hanya 7 poin. Selalu sangat mudah untuk kehilangan atau memperoleh banyak poin. Jadi kita tidak boleh mengecualikan siapa pun termasuk Marc yang memenangi dua balapan terakhir. Bahkan Bastianini juga punya potensi…keduanya bisa berjuang memperebutkan gelar hingga akhir ….
“ Menurutku Hari ini tanpa hujan Marc akan tertinggal. Sebab posisi startnya tidak menguntungkan walau dia sangat kuat sepanjang akhir pekan. Tapi Dalam situasi normal (start didepan), race pace-nya akan bersamaku dan Martin. Dan harus diakui Dia adalah pembalap yang paling berani dalam kondisi seperti ini (cuaca tricky)… . ” tutupnya….(iwb)