Ketahuan, Ducati downgrade GP23 !! Marco Bezzecchi kesal…makin susah ngejar GP24 !
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….. Sebuah kabar panas datang dari kubu Ducati yang memutuskan mendowngrade GP23 demi alasan safety. Ducati…. Yang sebelumnya mencoba memasang komponen baru pada GP23, ternyata mengalami kegagalan kinerja saat Race di Mandalika. Oleh karena itulah…Ducati akhirnya mengembalikan komponen awal GP23 saat pembukaan musim pada race Motegi. Keputusan ini ternyata dikritik keras oleh Marco Bezzecchi karena kini GP23 semakin sulit mengejar GP24. Waahhh….
Kerusakan mesin pada motor Marc Marquez di Mandalika enam hari lalu telah memicu reaksi radikal dari departemen balap Borgo Panigale, Reparto Corse. Di Motegi, sebuah komponen dikabarkan “dilepas” dari Desmosedici tahun 2023. Sebuah komponen yang, menurut para pembalap GP23, merupakan langkah mundur karena performa Ducati 2023 jadi makin parah. Komponen yang dimaksud adalah flywheel, yang dipasang di sisi kiri mesin motor Ducati dan menjadi salah satu rahasia terbaik pabrikan Italia…
Dijelaskan bahwa Ducati tahun 2023 dilengkapi dengan flywheel yang sangat berat. Hasilnya, motor bereaksi sedikit lebih lambat dengan tujuan meningkatkan traksi. Namun, kerugian muncul saat menurunkan gigi…flywheel yang lebih berat mendorong lebih jauh, menggeser keseimbangan, dan dengan demikian juga memengaruhi tikungan. Untuk membantu para pebalap dengan mesin GP23, Ducati akhirnya memasang flywheels yang lebih ringan saat GP Assen. Marco Bezzecchi, yang kesulitan diawal mungkin paling diuntungkan dari perubahan ini karena Marco langsung ngacir hasil balapnya. Dan keputusan mengembalikan komponen flywheel yang lebih berat membuat performa GP23 makin sulit di Motegi…
“Ini tindakan kurang menguntungkan. Sekarang felingku yang bagus hilang lagi. Sekarang semuanya menjadi lebih buruk lagi, membuat segalanya lebih sulit. Jika traksi lemah, motor sedikit lebih baik, tetapi jika lintasan memiliki cengkeraman yang besar, seperti di sini di Motegi, maka motor malah sulit berhenti dan berbelok. Singkatnya, motor tidak bisa melakukan apa seperti yang aku inginkan…..” seru Marco. Tidak terkecuali Fabio Digian yang menyindir keras. ” Ya…Ketika aku mendengarnya, aku berpikir untuk menjalani operasi bahu sekarang, daripada di akhir musim karena menurutku percuma aku bertarung sekarang dengan kondisi yang serba terbatas akibat motor…” serunya…
Yang luar biasa Marquez cak. Ternyata Marc juga merasakan perbedaan signifikan ketika di Motegi setelah Ducati kembali mencangkokkan komponen lama pada GP23. Alih-alih protes…Marc hanya berkomentar singkat….
“Memang benar ini adalah perubahan besar dibandingkan dengan Mandalika secara performa, dibandingkan dengan motor tujuh hari lalu. Ya, penggantian komponen (flywheel) berdampak besar pada perilaku motor dan gaya berkendaraku, tetapi tidak ada gunanya mengeluh. Kalian tidak punya pilihan selain beradaptasi dengan apa yang ada…” serunya. Ediann juga nih bocah…bijak banget euy…
Gigi Dall’Igna tidak ingin mengomentari masalah ini secara resmi ketika ditanya para media. Namun dia juga tidak membantah. Flywheel ringan pada GP24 membuat respons motor lebih cepat, meningkatkan kecepatan linier piston. Dan jika kalian mencapai kecepatan piston linier maksimum saat berakselerasi atau mengerem dengan roda belakang di udara, kemungkinan kerusakan mesin terjadi seperti yang dialami “MM93” di Indonesia. Coba GP23 tidak di design untuk menggunakan Flywheel ringan seperti GP24….
Oleh karena itu, Dall’Igna dan para insinyurnya memiliki rencana yang jelas. Dalam waktu lima hari, itulah waktu yang dibutuhkan dari Mandalika ke Motegi, mereka kembalikan GP23 ke spesifikasi awal. Semua rider Desmosedici 2023 kembali ke lintasan di Motegi dengan varian yang sama saat mereka gunakan di bulan Maret pembuka musim di Qatar. Sebuah langkah mundur yang memengaruhi para pembalap GP23 kecuali Marc Marquez, yang sukses sabet dua podium di Motegi…..(iwb)