Home / Motogp / Menang di Catalunya, Pecco : “Aku Marah….” serunya !!
Motogp Diperbarui

Menang di Catalunya, Pecco : “Aku Marah….” serunya

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 3 menit
Menang di Catalunya, Pecco : “Aku Marah….” serunya
Menang di Catalunya, Pecco : “Aku Marah….” serunya — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Iwanbanaran.com – Cakkk….Francesco Bagnaia meluapkan unek-uneknya setelah menang di Catalunya Race.
  • Kekecewaan balapan sprint yang membuatnya crash saat leading, dan akhirnya dibalas di hari minggu.
  • Bagnaia mengalahkan Jorge Martin dengan enam lap tersisa.
Screenshot

Iwanbanaran.com – Cakkk….Francesco Bagnaia meluapkan unek-uneknya setelah menang di Catalunya Race. Kekecewaan balapan sprint yang membuatnya crash saat leading, dan akhirnya dibalas di hari minggu. Bagnaia mengalahkan Jorge Martin dengan enam lap tersisa. Apa kunci kemenangan di Catalunya ? Pecco : “Aku Marah….” serunya !!

Saat para pebalap sudah mulai kehilangan sentuhan ban belakang, Bagnaia tetap stabil dan mampu menjaga ritme. Dan pada akhirnya secara meyakinkan Pecco berhasil menjadi juara di Catalunya….

“ Race Sprint adalah momen penting. Dari sana (crash) aku bertekad harus meningkatkan diri karena kami selalu kompetitif. Dalam tiga balapan sprint terakhir kami kompetitif tetapi kami mengalami dua crash dan satu masalah dengan motor. Aku kehilangan banyak poin termasuk kemarin aku seharusnya menang tapi crash pada lap terakhir. Itu adalah sesuatu yang harus aku tingkatkan. Timku juga memberikan kemampuannya secara maksimal…

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

“ Ini adalah masalah besar sebab aku banyak kehilangan poin disaat kami kencang. Aku lelah mengalami kekalahan besar pada hari Sabtu. Aku bisa sangat fokus pada tujuan. Aku tahu ketika aku melakukan kesalahan aku marah, kecewa, gugup tapi aku tahu betul potensiku. Jika semuanya baik-baik saja, aku bisa bertarung untuk menang, aku bisa bertarung untuk posisi teratas. Ini adalah sesuatu yang membantuku untuk selalu siap bertarung….

“Bahkan jika aku mengalami hari Sabtu yang sulit, aku dapat menjalani hari Minggu yang baik. Potensinya ada. Timku ada di sana termasuk motorku sehingga pada akhirnya aku bisa menjadi pembalap terkencang. Kemarin aku terjatuh tikungan 5 dalam situasi yang sangat aneh. Jadi aku memutuskan untuk mematahkan mitos tersebut. Ya, dan itu bekerja dengan baik. Kemarin Aku kehilangan 12 poin dalam waktu yang sangat singkat…ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah aku terima….

” Ban telah banyak membantu kami. Tapi pada hari Jumat kita bisa melihat bahwa kecepatan Marc, Jorge, dan kecepatanku sangat kompetitif. Pada FP1 KTM dan Aprilia sedikit lebih kuat karena gripnya sangat rendah (saat aspal kotor), tapi setelah mulai bersih..kecepatan kami lebih baik. Aku sendiri tidak mengubah set-up sejak awal karena sudah puas dan aku tidak mau merusaknya. Aku start dengan baik dan mencoba mengatur kecepatanku tetapi Jorge dan Pedro banyak menekan….

“Aku mencoba mengikuti mereka selama satu lap tetapi aku merasa banku terlalu bekerja keras jadi aku bersabar. Barulah Setelah sepuluh lap aku mulai mendapatkan kembali kecepatanku bersama Jorge. Itu tidak mudah karena mengatur bagian ban belakang mungkin lebih mudah tapi ban depan drop. Namun pada akhir-akhir lap aku lebih cepat saat  memasuki tikungan. Di situlah [perbedaan] terbesar antara aku dan Jorge…

“Aku hanya berusaha untuk tetap konstan dan tidak memaksakan diri di awal seperti Martin dan Pedro, dan itu adalah pilihan yang tepat karena di lap terakhir aku bisa sangat cepat mengendalikan laju motor. Kecepatannya sangat baik, jadi aku sangat senang, sangat senang. Ketika mereka menyalipku, aku hanya mencoba melakukan satu lap [dengan] sedikit dorongan, tapi aku melihat ban depan buruk, konsumsi ban belakang tidak terlalu agresif dan itu adalah bencana….

“Jadi aku memutuskan untuk lebih mengontrolnya. Dan setelah 10 lap aku mulai melihat bahwa strategiku berhasil. Aku agak takut saat itu tetapi berhasil. Dan begitu aku berhasil di depan Jorge, penting untuk menyalipnya karena tekanan ban depan membuatmu sulit. Dan akhirnya aku berhasil…ya aku senang…” tutup pecco…(iwb)

Share this article
Post

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Pujian Setinggi Langi Bos Ducati ke Marquez dan Kritikan Pedas ke Pecco….Panas kii !!
Motogp

Pujian Setinggi Langi Bos Ducati ke Marquez dan Kritikan Pedas ke Pecco….Panas kii !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pujian setinggi langit kepada Marc Márquez usai kemenangan impresif sang pebalap di Sirkuit Misano. Namun, di sisi lain, Dall’Igna juga tidak segan-segan melontarkan kritik terbuka terhadap hasil akhir pekan yang diraih oleh Francesco “Pecco” Bagnaia. Kenapa bisa jadi makin melenceng seperti ini […]

September 17, 2026 0 Baca →
Tensi Panas….Ducati Sengaja Sabotase Motor Pecco ??? Gilaaaa sih
Motogp

Tensi Panas….Ducati Sengaja Sabotase Motor Pecco ??? Gilaaaa sih

Iwanbanaran.com – Cakkkk….sepertinya Suasana di paddock kejuaraan dunia MotoGP mendadak memanas setelah sebuah rekaman video di balik layar yang tertangkap kamera penyiar DAZN mengungkap polemik internal antara Francesco “Pecco” Bagnaia dan kubu pabrikan Ducati. Perbincangan tak terduga tersebut mendadak viral karena membongkar adanya dugaan pembatasan teknis yang dialami sang juara dunia dua kali terkait pengaturan […]

September 17, 2026 0 Baca →
Fabio Quartararo akui tidak sabar Jajal Mesin Honda RC214V !!
Motogp Trending

Fabio Quartararo akui tidak sabar Jajal Mesin Honda RC214V !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….seperti yang sampeyan tahu, langkah besar dan penuh risiko tengah dipersiapkan oleh juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo. Setelah menghabiskan sebagian besar karier premier kelasnya bersama Yamaha yang puncaknya berbuah manis berupa gelar juara dunia pada musim 2021. Pembalap berjuluk El Diablo ini memutuskan untuk menanggalkan seragam biru khas pabrikan Iwata demi menerima […]

September 16, 2026 0 Baca →