Market Share Honda Thailand tertekan Yamaha….wowww ???
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakk… kalau kita ngomongin pasar roda dua di Asia Tenggara, selain Indonesia, Thailand jelas gak boleh luput dari radar. Pergerakan pasar di negeri gajah putih ini selalu menarik buat dikunyah-kunyah (wak haji style wkwkwk). Nah, kali ini IWB bakal ajak sampeyan buat membedah total data registrasi kendaraan domestik terbaru (Year-to-Date) per pertengahan tahun 2026 ini. Secara umum, pasar Thailand sebenarnya lagi jalan santai alias stabil merangkak dengan pertumbuhan di kisaran 1,4% hingga 3,1% (YoY). Total penjualan di paruh pertama tahun ini sukses menyentuh angka 772.460 unit. Pertumbuhan ini tergolong moderat karena pihak leasing di sana lagi ketat banget ngucurin kredit akibat dinamika ekonomi domestik. Tapi yang mengejutkan Market Share Honda Thailand tertekan Yamaha….wowww ???
Yang bikin geleng-geleng kepala adalah peta persentase penguasaan pasar alias market share masing-masing pabrikan. Ediaann… strukturnya asimetris banget, cakk! Monggo diintip datanya:
1. Honda (Thai Honda): 81,0% – Sang Raja Diraja Tanpa Tanding!
IWB harus angkat topi tinggi-tinggi buat kubu sayap mengepak di Thailand. Bayangkan, 81% market share dikuasai sendirian, cakk! Ini artinya, dari setiap 10 motor yang sliweran di jalanan Bangkok atau Chiang Mai, 8 di antaranya adalah motor Honda. Meskipun pertumbuhan mereka tahun ini cenderung flat alias terkoreksi tipis banget (-0,2%), dominasi duet maut matik entry-level seperti Scoopy dan motor bebek legendaris seri Wave masih terlalu kokoh buat diruntuhkan. Honda bener-bener mengunci pasar dari akar rumput! Lhaa terus kok bisa tertekan Yamaha gimana ceritanya ? emang bener..Yamaha mengalami peningkatan dibanding Honda….intip saja dibawah ini…
2. Yamaha: ±14,0% – 15,0% – Penantang Teragresif yang Terus Menggerus
Di posisi runner-up, ada Yamaha yang mengamankan porsi belasan persen. Tapi jangan salah, cakk! Di paruh pertama 2026 ini, Yamaha justru jadi merek dengan performa paling sparkling dan agresif. Penjualan mereka sukses melonjak hingga +14,4%. Racikan strategi Yamaha di Thailand jempolan banget; mereka fokus menggerus pasar Honda di segmen skutik sporty premium kelas 150cc ke atas yang emang lagi digandrungi anak muda urban di sana. Namun walau berhasil sedikit menekan Honda tetap market sharenya memang beda jauh…
3. Zontes: ~1,2% – Kuda Hitam China yang Bikin Merinding!
Nah, ini dia kejutan terbesar di tahun 2026, cakk! Merek asal China, Zontes, secara mengejutkan merangsek naik ke posisi ke-4 dalam tabel penjualan domestik Thailand dengan pertumbuhan melesat tajam +20,6%. Strategi mereka bener-bener merusak pasar: menawarkan skutik bongsor (maxi scooter) dan motor sport kelas menengah yang fiturnya melimpah ruah, tapi dibanderol dengan harga yang miring banget. Konsumen Thailand terbukti mulai rasional dan gak ragu melirik merek non-Jepang.
4. Piaggio Group (Vespa): ~1,0% – Tetap Anggun di Jalur Premium
Meskipun secara angka penjualan mereka mengalami koreksi minor sekitar -4,2%, kubu Italia ini tetap adem ayem. Mereka punya loyalis kuat dan sukses mengamankan ceruk pasar skuter retro premium kelas atas yang emang gak terlalu sensitif sama isu ekonomi makro.
5. GPX: ~0,6% – Merek Lokal yang Mulai Terengah-engah
Sayang seribu sayang, merek lokal kebanggaan publik Thailand ini justru harus menelan pil pahit di tahun 2026. Penjualan GPX merosot tajam hingga -24,9%. Posisi mereka terjepit hebat, dari atas digebuk oleh agresivitas Yamaha, dari bawah digilas oleh daya tarik fitur yang ditawarkan Zontes.
6. Lini Motor Listrik (EV): EM (~0,4%) vs Deco (~0,2%)
Di sektor setrum alias motor listrik, pergerakannya sebenarnya masih merangkak pelan dengan porsi total sekitar 1,3% – 1,5% dari seluruh pasar roda dua. Tapi dinamika di dalamnya seru, cakk! Merek EM (Electric Motor) bersinar terang dengan pertumbuhan +17,5% berkat penetrasi masif ke sektor ojek online dan armada logistik. Sebaliknya, Deco kudu gigit jari karena pendaftaran unit barunya anjlok parah hingga -41,9%.
Last… Pasar roda dua Thailand per pertengahan 2026 ini memberikan peta yang sangat jelas. Dominasi absolut Honda di angka 81% membuktikan kekuatan brand image dan jaringan yang luar biasa. Namun, lompatan besar Yamaha (+14,4%) dan meroketnya Zontes (+20,6%) menjadi sinyal kuat bahwa konsumen selalu haus akan alternatif baru yang menawarkan value-for-money lebih tinggi atau desain yang lebih berani. Kira-kira, mungkinkah dominasi 81% milik Honda ini bakal terus tergerus oleh pergerakan agresif Yamaha dan gempuran motor China di masa depan, cakk?….(IWB)