Marc Marquez bingung Pecco Kesulitan…Spec GP25 keduanya beda ???
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….info hot datang dari Marc Marquez yang sukses memenangkan balap Sprint Aragon. Kenapa ? sebab informasi terbaru dari media mengungkapkan bahwa Marc Marquez bingung Pecco Kesulitan diatas mesin GP25 di Aragon. Bahkan Marc sempat nanya kepada engineering Ducati apakah motor Marc dan Pecco keduanya beda spec ?? jawabannya adalah…..
Marc Marquez mengubah posisi pole menjadi kemenangan sprint ketujuhnya pada musim 2025, saat ia mengalahkan Alex Marquez dari Gresini dengan selisih 2,080 detik. Ia bangkit dari start yang buruk, tetapi memimpin pada lap keenam dari 11 dan dengan cepatjuara sehingga memperlebar keunggulannya dalam klasemen menjadi 27 poin menjelang grand prix hari Minggu. Yang menjadi masalah adalah….Marc Marquez adalah satu-satunya pebalap Ducati yang nunggang GP25 berada di posisi lima teratas dalam sprint…
Fabio Di Giannantonio tertinggal 6,379 detik di urutan enam, sedang Pecco Bagnaia kehilangan poin di urutan 12 setelah balapan yang melelahkan. Ducati telah mengonfirmasi bahwa motor pabrikan menggunakan mesin yang sedikit berbeda dengan GP24, sementara komponen lain – seperti ride height device mengalami peningkatan kecil dibanding GP24. Ditanya mengapa hanya dia yang nunggang GP25 masuk dalam lima besar, disaat Pecco kesulitan ? bahkan Pecco menegaskan GP25 adalah motor yang berbeda feeling dibandingkan GP24. Marquez menegaskan dia tidak tahu namun semua terasa nyaman…
Bahkan karena ragu Marc sempat bertanya kepada insinyur Ducati apakah ada yang berbeda antara motornya dengan Pecco ataupun GP24 ? jawabannya tidak…ini adalah motor yang sama dengan Pecco ataupun para rider GP24…..
” Aku bertanya berkali-kali kepada para teknisi dan mereka selalu mengatakan hal yang sama yakni aku mengendarai motor yang sama persis dengan Alex, Fermin, dan [Franco] Morbidelli. Aku tidak tahu mengapa (Pecco kesulitan dan GP24 masuk podium), tetapi kami memiliki motor yang sama persis. Memang benar saat di Le Mans dan Silverstone aku mengendarai dengan ‘spesifikasi’ yang berbeda, tetapi di sini aku kembali karena aku menginginkan hal yang sama dengan yang lain. Pada tes hari Senin kami akan punya waktu untuk mencoba part baru karena ada beberapa hal [yang berbeda]….”
“ Btw saat race sprint..semuanya terkendali. Aku bisa merasakan motor sepanjang waktu. Memang benar saat menyalip Alex….rem depan sedikit terkunci, tetapi itu satu-satunya cara untuk menyalip pembalap cepat seperti Alex yang juga mengerem sangat keras. Masalahnya mulai muncul saat start, ban belakang spin dan aku kehilangan banyak posisi. Namun aku tetap tenang, aku mengendalikan balapan dan kami meraih 12 poin. Mengenai insiden senggolan dengan Acosta…aku memang agak tertinggal…
” Lalu aku mencoba hard braking, kamu perlu mengerem keras karena jika tidak, perangkat ride heigh device depan dan belakang tidak akan kembali keposisi semula. Namun, insiden balapan seperti ini selalu terjadi dalam pola yang sama yakni ketika seseorang mengalami masalah saat start dan pembalap lain masuk dengan kecepatan tinggi, perbedaan kecepatan menyebabkan insiden semacam ini, terutama di Tikungan 1 di Aragon yang merupakan salah satu titik tersulit.. Itu hal normal…” tutup Marc….(iwb)