Lorenzo sebut Marquez punya 3 Senjata Rahasia kalahkan Martin !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, memberikan analisis tajam mengenai peta persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini. Lorenzo secara khusus menyoroti peluang mantan rival sengitnya, Marc Marquez, yang dinilainya memegang kendali krusial lewat tiga keunggulan utama yang tidak dimiliki pembalap lain. Menurut Lorenzo, meski persaingan di papan atas sangat ketat, Marquez memiliki “tiga kartu as” di lengannya yang bisa menjadi penentu di paruh kedua musim. Lho kok isooo ??
Menurut Jorge cak…Kartu as pertama adalah faktor psikologis. Lorenzo menekankan bahwa dari seluruh penantang gelar saat ini, Marquez adalah pembalap dengan koleksi gelar juara dunia terbanyak di kelas utama. Pengalaman menghadapi tekanan mental di momen-momen krusial akhir musim menjadi modal yang sangat mahal, sesuatu yang masih harus dibuktikan oleh para rivalnya yang lebih muda. Kartu as kedua terletak pada penguasaan motor. Lorenzo melihat Marquez kini telah mencapai tingkat menyatu (chemistry) yang luar biasa dengan motor Ducati Desmosedici. Karakter menikung Marquez yang agresif kini sudah sepenuhnya terakomodasi oleh keunggulan teknis motor terkuat di grid tersebut, menjadikannya ancaman konstan di setiap sirkuit, baik dalam kondisi kering maupun basah.
Kartu as ketiga adalah momentum dan tekanan yang justru lepas dari pundaknya. Setelah melewati masa-masa sulit cedera beberapa tahun lalu, Marquez membalap dengan kegembiraan dan determinasi tinggi tanpa beban masa lalu. Hal ini membuatnya berani mengambil risiko di sirkuit pada level yang bisa menciutkan nyali pembalap lain saat duel wheel-to-wheel. Lorenzo menyimpulkan bahwa jika Marquez mampu menjaga konsistensi dan menghindari kesalahan sendiri (unforced errors), tiga keunggulan ini akan langsung mengarahkannya pada trofi juara dunia di akhir musim…
” Dia punya tiga kartu yang tidak dimiliki pembalap lain: Aragon, Phillip Island, dan Valencia. Semua sirkuit yang berputar berlawanan arah jarum jam (counter-clockwise). Jika dia tiba di sana dengan selisih poin di klasemen yang masih sangat ketat, dia bisa mendapatkan keunggulan kompetitif yang signifikan. Pembalap lain tidak memiliki senjata penentu seperti itu. Saya percaya, ketika dia tiba di sirkuit dengan dominasi tikungan kiri seperti ketiga trek ini, dia punya peluang menang sebesar delapan puluh hingga sembilan puluh persen. Sebaliknya, di lintasan dengan tikungan kanan, semuanya jauh lebih berimbang. Kejuaraan Dunia ini benar-benar menjadi sangat menarik.” tutup Lorenzo. Piye cak…sampeyan setuju dengan Jorge ??? (iwb)