Kalah Melawan Marquez di Sprint Qatar…Pecco Salahkan Tanki Motor !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk….Pecco betul-betul kecewa pada saat race Sprint Qatar karena dia tidak mampu mengejar rombongan depan setelah start dari posisi 11. Ada dua poin yang menjadi fokus Pecco yakni kemampuan motor yang sangat kesulitan untuk menyalip pembalap lainnya serta….nahh ini yang menarik cak, yakni Pecco Bagnaia kembali menyalahkan tangki bahan bakar pada pabrikan Ducati-nya atas kesulitannya untuk mencapai posisi kedelapan dalam sprint Grand Prix MotoGP Qatar. Wahhh….
Awalnya Pecco tampil apik pada latihan hari Jumat dan siap untuk menantang podium, jika tidak meraih kemenangan, setidaknya mampu melawan rekan setimnya Marc Marquez. Namun, Sabtu yang dialami Pecco Bagnaia adalah sebuah bencana, karena crash di babak kualifikasi membuatnya anjlok start dari posisi ke-11 di grid, dan dari sana ia hanya mampu naik ke posisi kedelapan – terpaut 10,334 detik dari Marquez. Bagnaia sebelumnya menuding masalah sprint yang dialaminya disebabkan oleh tangki bahan bakar yang harus ia gunakan dalam balapan sprint, yang mengubah keseimbangan Ducati-nya sehingga membuatnya sulit untuk menyalip…
Ini adalah sesuatu yang menurutnya menjadi masalah pada Sabtu malam di Qatar, tetapi tidak memperkirakan hal itu akan memengaruhi penampilannya saat race…sesuatu yang membuatnya “marah”…
“Memulai dari P11, aku sudah menduga akan sedikit kesulitan hari ini di sprint karena sudah tiga musim ketika aku tidak start di depan dan harus start dari belakang, aku kesulitan menyalip pembalap lain. Dan ternyata terjadi. Kami mencoba memahami alasannya, tetapi situasinya selalu sama, aku selalu merasa sama…inilah yang membuat aku marah. Satu-satunya perbedaan adalah tangki bahan bakar, jadi kami perlu sedikit memperbaikinya. Aku harus memperbaikinya….
“Tapi aku lebih percaya diri untuk besok karena aku tahu potensi dan kecepatanku bisa jauh lebih kuat besok di hari minggu. Masalahnya adalah setiap kali aku kesulitan menyalip dan bersikap agresif saat mengerem di hari Sabtu. Biasanya pada hari Minggu, feelingku benar-benar berbeda…aku bisa kembali menyalip enam, tujuh pembalap di setiap putaran. Jadi, ini adalah hal utama yang membuatku semakin marah karena jika aku bisa melakukannya pada hari Minggu, aku harus bisa melakukannya pada hari Sabtu. Kami sedang mengusahakannya….
“ Tapi Aku harus tetap tenang. Setidaknya kemarin kami mengambil dua poin. Kami tahu betapa pentingnya setiap poin. Yang pasti untuk masa depan kami perlu meningkatkan kemampuan karena tidak mungkin finis di posisi kedelapan saat bertarung melawan pembalap seperti Marc. Jadi, untuk masa depan kami perlu meningkatkan performa sprint dan juga besok akan penting untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin, atau kehilangan [sesedikit] mungkin. Besok aku akan menyalip 10 pembalap dalam satu putaran, aku akan mencoba. Akan Sebuah rekor baru.”…tutupnya…(iwb)