Jorge Martin Ungkap Kekhawatiran Besar Jelang Duel Melawan Marc Marquez Besok
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemimpin klasemen sementara MotoGP, Jorge Martin, mengakui bahwa ia menghadapi masalah serius yang membuatnya merasa “khawatir” jelang balapan utama Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi.
- Kekhawatiran ini muncul setelah dirinya mengalami masalah tak terduga pada ban belakang saat sesi Sprint Race.
- Yup…Jorge Martin Ungkap Kekhawatiran Besar Jelang Duel Melawan Marc Marquez
Iwanbanaran.com – Cakkk….Pemimpin klasemen sementara MotoGP, Jorge Martin, mengakui bahwa ia menghadapi masalah serius yang membuatnya merasa “khawatir” jelang balapan utama Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi. Kekhawatiran ini muncul setelah dirinya mengalami masalah tak terduga pada ban belakang saat sesi Sprint Race. Yup…Jorge Martin Ungkap Kekhawatiran Besar Jelang Duel Melawan Marc Marquez !!
Dalam Sprint Race tersebut, Martin yang memulai balapan dari pole position setelah mencetak rekor lap baru di Q2, sempat kehilangan posisi terdepan dari rival perebutan gelar juara dunia, Marc Marquez, di tikungan pertama. Meski sempat menempel ketat Marquez di awal balapan, pembalap andalan Aprilia Racing itu perlahan mulai tertinggal akibat masalah performa ban. Memasuki pertengahan balapan, Martin mendapati ban belakang kompon lunak (soft) miliknya mengalami overheating (panas berlebih), yang bermula dari sisi kiri sebelum menyebar ke bagian tengah ban.
“Tidak ada tanda-tanda sama sekali [sebelumnya]. Tidak ada indikasi mengenai masalah ini, jadi sangat khawatir untuk balapan besok. Kita perlu mencoba sesuatu pada sesi warm-up. Sepertinya ban kompon lunak (soft) bukan pilihan yang tepat. Tetapi saya melihat pembalap lain seperti Pecco [Bagnaia] mengalami hal yang sama…. bagi saya sendiri [masalah overheating-nya] bahkan lebih besar daripada Pecco, tetapi saya mampu menyelesaikannya. Kami melangkah maju dengan sebuah podium, jadi saya senang. Mungkin tadinya ban itu sempat menjadi opsi. Saya pikir, dalam hal penurunan performa (drop), tidak terlalu besar. Tapi panas berlebih (overheating) di bagian tengah adalah masalah besar…..
” Kami melakukan peningkatan yang luar biasa dari kemarin hingga hari ini. Itu sungguh luar biasa. Mencetak rekor [lap baru], saya sangat senang, dan saya sudah siap untuk balapan. Saya rasa ritme balapku sangat bagus. Sangat mirip dengan Marc. Saya pikir kecepatan kami benar-benar seimbang. Kemudian, setelah lima atau enam lap, saya mulai mengalami beberapa masalah pada ban belakang. Masalah itu bermula dari sisi kiri dan saya mencoba sedikit mengendalikannya. Tapi pada empat lap terakhir, masalahnya berpindah ke bagian tengah. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Ban saya terus berputar (spinning) hingga gigi enam. Sayang sekali, tapi saya senang bisa finis. Kami harus mencoba sesuatu saat sesi warm-up. Tampaknya ban kompon lunak tidak lagi menjadi opsi yang bagus.”..serunya…
Martin awalnya memperkirakan bahwa ban soft akan menjadi pilihan yang logis untuk balapan utama hari Minggu. Namun, masalah degradasi dan panas berlebih pada bagian tengah ban membuat rencana tersebut kemungkinan besar harus diubah.
“Mungkin tadinya ban itu bakal jadi opsi. Saya pikir dalam hal penurunan performa [secara umum] tidak terlalu besar. Tapi overheating di bagian tengah ban adalah masalah besar,” tambahnya.
Last….Terlepas dari masalah ban yang membuatnya kesulitan—bahkan mengalami spinning hingga gigi enam di beberapa tikungan akhir—Martin tetap merasa puas dengan peningkatan besar yang berhasil dibuat timnya dari hari Jumat ke hari Sabtu. Ia menyebut ritme balapnya sebenarnya sangat kompetitif dan setara dengan Marc Marquez. Akibat masalah ban serta insiden melebihi batas trek (track limits) di lap terakhir, Martin yang awalnya finis di posisi kedua akhirnya harus rela terdepak ke posisi ketiga pada hasil akhir Sprint Race. Hasil ini membuat keunggulan poinnya di puncak klasemen terpangkas menjadi hanya tersisa tujuh poin dari Marc Marquez….(iwb)