Pecco Bagnaia semakin Frustasi di Motegi….” Zero Grip” keluhnya
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkk….Kontras yang sangat tajam dirasakan oleh Francesco “Pecco” Bagnaia di Sirkuit Motegi.
- Mengingat kembali musim lalu, pembalap pabrikan Ducati ini tampil luar biasa dengan menyapu bersih kemenangan di balapan Sprint dan Utama dari pole position.
- Namun, cerita manis tersebut tampaknya jauh panggang dari api pada gelaran Grand Prix Jepang tahun ini.
Iwanbanaran.com – Cakkk….Kontras yang sangat tajam dirasakan oleh Francesco “Pecco” Bagnaia di Sirkuit Motegi. Mengingat kembali musim lalu, pembalap pabrikan Ducati ini tampil luar biasa dengan menyapu bersih kemenangan di balapan Sprint dan Utama dari pole position. Namun, cerita manis tersebut tampaknya jauh panggang dari api pada gelaran Grand Prix Jepang tahun ini. Setelah merampungkan sesi latihan bebas (Practice) hari Jumat, Bagnaia harus puas terdampar di posisi ke-16, tertinggal 0,775 detik dari catatan waktu tercepat yang dibukukan oleh sesama pembalap Ducati, Alex Marquez. Hasil minor ini memperpanjang tren negatifnya yang harus rela terlempar ke Q1 untuk enam balapan berturut-turut setelah sesi Jumat. Pecco Bagnaia semakin Frustasi di Motegi….” Zero Grip” keluhnya !!
Ketika ditanya oleh awak media mengenai apa yang membuat motornya terasa begitu berbeda dibandingkan dengan kemenangannya tahun lalu di Motegi, Bagnaia memberikan respons satu kata yang sangat telak:
“Semuanya. Sayangnya, semuanya,” ujar Bagnaia.
Dalam sesi tanya jawab singkat yang berlangsung kurang dari 90 detik, juara dunia dua kali itu menjelaskan bahwa masalah klasik yang menghantuinya sepanjang musim ini kembali kambuh di Motegi—terutama soal cengkeraman ban belakang (rear grip).
“Standar. Hari Jumat yang standar untuk musim ini. Berjuang dengan grip, tidak ada grip, sama sekali nol grip (zero grip). Kami harus bekerja keras untuk mengatasinya. Selalu, kurang lebih, masalahnya sama. Tapi, kami tahu. Kami mencoba bekerja dengan pendekatan yang baik dan kami mencoba sedikit memperbaikinya. Saya pikir kali ini lebih sulit dibandingkan di Austria, karena di Austria, tingkat daya cengkeram dengan ban lebih rendah untuk semua orang. Jadi, saya lebih dekat. Tapi kali ini, karkas bannya sama seperti biasanya. Saya lebih kesulitan karena saya tidak merasakan tambahan daya cengkeram…” keluh Pecco yang nongkrong diposisi 16….
Last…Bagnaia menambahkan bahwa kendala ini terasa lebih sulit diatasi di Motegi dibandingkan saat di Austria. Menurutnya, di Austria tingkat cengkeraman ban dengan spesifikasi tertentu memang rendah bagi semua pembalap sehingga jarak performanya tidak terlalu jauh. Namun di Jepang, dengan karkas ban yang normal, ia justru kesulitan karena tidak merasakan tambahan grip ekstra saat memacu motornya. Kondisi ini membuat Bagnaia menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang gagal langsung lolos ke Q2 secara otomatis, sementara rekan setimnya, Marc Marquez, justru tampil kompetitif dengan mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan...(iwb)