” Ini salahku, aku minta maaf sama tim…” seru Marquez !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc menelan pil pahit setelah leading 2.2 detik dari Pecco dari sebelumnya 1.5 detik. Dari sini kecepatannya luar biasa dan tidak dapat dijabanin Pecco. Namun tiba-tiba pada lap 9 dari 19 putaran Marc crash pada tikungan 4. Doi masuk curb terlalu dalam dan akhirnya kehilangan traksi. Dengan kondisi tersebut Marc meminta maaf ke tim. ” Ini salahku, aku minta maaf sama tim…” seru Marquez !!
Marc mengungkapkan tentang jalannya balapan yang dilalui. Dan menurutnya ini adalah kesalahan terbesarnya…
” Kami telah melakukan segalanya dengan sempurna dalam hal strategi sebelum start karena dengan seperempat jam tersisa setelah hujan deras, lalu delapan menit sebelum start aku langsung paham bahwa memasang ban wet akan menjadi kesalahan meskipun mayoritas pembalap menggunakannya. Pada saat itu aku bertanya kepada kepala mekanikku Rigamonti, apakah motor kedua sudah siap dan dia menjawab sudah siap. Lalu aku berpikir untuk meninggalkan grid karena aku yakin pembalap lain akan mengikutiku dan start pasti akan ditunda…
” Dan benar saja semua pembalap akhirnya mengikutiku untuk mengganti dengan ban slick. Aku sendiri yakin dengan apa yang aku lakukan bahkan walau aku akan start dari belakang karena aku yakin dengan kecepatanku. Memang itu adalah pilihan yang sulit, tetapi aku tetap tenang meskipun aku melakukan kesalahan. Aku telah membangun keunggulan dua setengah detik, kemudian ketika aku mulai mengendalikan, di tikungan 4, mungkin aku memotong terlalu banyak, aku lalu melewati trotoar yang basah dan crash…
” Bagaimanapun balapan apa saja bisa terjadi, seperseribu detik sudah cukup untuk mengubah kejuaraan. Sekarang aku berada di urutan kedua dalam klasemen juara, tetapi gap hanya satu poin…itulah yang penting. Aku berusaha terus melaju selama tiga putaran, tetapi cukup sulit tanpa fotstep kanan. Apalagi ketika aku melihat bahwa aku berada di urutan kesembilan belas, aku berkata pada diri sendiri bahwa empat atau lima pembalap di depanku tidak akan jatuh. Mungkin kalau aku berada di urutan kelima atau keenam belas, itu akan berbeda, tetapi urutan 19 jelas tidak berguna…
” Aku senang Alex memimpin Kejuaraan Dunia. Ia terbukti sangat konsisten, ia melaju dengan sangat baik dan aku rasa ia akan menjadi salah satu pesaing untuk meraih gelar. Meskipun kami adalah rival di lintasan, masing-masing dari kami menginginkan yang terbaik untuk satu sama lain. Yah… Menyakitkan kalah dengan cara seperti ini, tetapi mulai hari Senin kami harus mempersiapkan diri untuk Qatar dan yang penting adalah aku tahu di mana dan bagaimana aku salah. Aku masih merasa nyaman dengan motornya…
” Ini salahku, aku minta maaf sama tim. Aku menerima kritik, serta pujian yang diterima di balapan sebelumnya. Apalagi Sepertinya aku sudah memegang Kejuaraan Dunia namun sekarang aku telah kehilangan posisi tsb. Ini adalah hal yang biasa terjadi dalam balapan. Yang terpenting kita harus belajar dari kesalahan…” tutup Marc…(iwb)