Home / Helm / Helm tidak pecah kena benturan bukan jaminan aman….lhooo??….
Helm December 5, 2016

Helm tidak pecah kena benturan bukan jaminan aman….lhooo??….

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 4 menit
Helm tidak pecah kena benturan bukan jaminan aman….lhooo??….

kyt

Iwanbanaran.com – Kangbro…selama ini mindset kita helm yang kuat harus utuh ketika terjadi benturan tidak boleh pecah ataupun retak. Mungkin tidak ada yang salah dengan pemikiran tersebut karena jelas ketika kita membicarakan helm pecah semuanya akan memberikan image negatif terhadap kualitas tempurung. Tapi tahukah sampeyan bahwa ternyata helm tidak pecah terkena benturan ternyata bukan jaminan aman. Lho…koq iso?….

Keterangan ini datang dari salah satu tim engineering dan teknis KYT Racing kang Mugi. Pria super ramah dan murah senyum ini adalah salah satu orang yang bertanggung jawab penuh terhadap keamanan helm KYT diajang MotoGP. Mulai dari Andrea Iannone di tahun 2015?dan tahun ini Aleix Espargaro doilah yang buat. Kang Mugilah yang meracik dari nol hingga siap dikirim ke ajang MotoGP. Makanya pengalamannya tidak diragukan lagi….

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Membuat sebuah helm berkualitas tidaklah mudah sebab pabrikan harus mengukur sedemikian rupa supaya daya hancur benturan tidak mengalir ke bagian kepala. Untuk melakukan hal itu ternyata justru cangkang tidak harus utuh ketiga terjadi crash extreme. Utuh di bagian luar namun dalamnya remuk atau cedera yo sami mawon…..kira-kira demikian. Tapi sebenarnya helm utuh bukannya sudah cukup untuk melindungi kepala??…

kyt-c5-iwanbanaran-3

“Tidak sesimpel itu kang Iwan, karena yang menjadi fokus kita adalah daya hancur benturan hasil dari energi kinetik objek saat kepala terbanting ke benda keras. Kita harus pecah gaya tersebut supaya benturan tidak diserap kepala pengguna. Gaya kita alirkan ke shell atau tempurung…lalu kembali diserap lagi oleh busa atau foam. Bisa kita lihat kadangkala ada crack halus di bagian tersebut. So..helm seringkali retak bagian sel dan busa. Bukan hanya tempurung…tapi busa harus ikut crack. Artinya helm sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Tolak ukur kita rider baik-baik saja tanpa ditemui gegar otak ekstrim?..” seru kang Mugi. Wo ngono to…..

Apakah ini artinya helm pembalap MotoGP seperti Iannone ataupun Espargaro juga mengalami retak saat terjadi benturan keras?. “Betul…. pada kondisi ekstrim biasanya helm akan retak halus hingga kebusa. Itu berarti daya hancur benturan sudah diserap helm dan busa. Dan helm telah bekerja dengan sangat baik. Oleh karena itu khusus untuk seri race density atau tingkat kekerasan busa kita ukur secara cermat. Tidak boleh terlalu keras juga tidak boleh terlalu lembut ada ukuran khusus untuk itu. Termasuk market Jepang juga demikian..”tuturnya. Wooo…ngono to cak. Baru ngerti ki….

kyt-iannone

Dari penuturan diatas…..IWB jadi teringat kejadian yang menimpa teman yang meninggal sekitar tahun 1997 terjatuh dari motor pada kecepatan tinggi. Walau sudah menggunakan proteksi helm full face (brand terkenal) nyawanya tetap tidak tertolong. Padahal saat itu kondisi helm nyaris tanpa ada kerusakan berarti alias utuh. Tapi pihak medis menemukan ada kerusakan pada jaringan otak akibat menerima benturan. Diluar urusan takdir….. apa yang di informasikan oleh Kang Mugi cukup logis bahwa helm tidak pecah kena benturan bukan jaminan aman. Jadi ilmu sekarang lebih maju cak ngukurnya….

Last….jangan berasumsi bahwa helm yang bagus harus pecah juga tidak benar. Akan tetapi maksud ?dari keterangan di atas adalah retak halus yang sudah diukur dengan ilmu teknis tingkat tinggi. Ora pecah lho rek. Dengan kata lain bahwa tempurung yang utuh tidak menjamin 100% bagus untuk kepala ketika terjadi benturan ekstrim. Tapi banyak faktor dibelakangnya..hitungan teknis yang bahkan engineeringpun harus membuat shell bisa retak untuk menyerap daya hancur gaya kinetik. Bukti bahwa ilmu urusan helm ternyata tidaklah mudah dan cukup njlimet. Baru ngerti to…podo rek…..(iwb)

kyt-c5-iwanbanaran-1

Share this article
Post