Home / Motogp / Dihukum penalti….Marquez malah tersenyum, lhaaa piyeee ??
Motogp

Dihukum penalti….Marquez malah tersenyum, lhaaa piyeee ??

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 2 menit
Dihukum penalti….Marquez malah tersenyum, lhaaa piyeee ??
Dihukum penalti….Marquez malah tersenyum, lhaaa piyeee ?? — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Iwanbanaran.com – Cakkk….Aturan kontroversial mengenai tekanan minimum ban depan diperkenalkan pada pertengahan musim 2023, dari Michelin masih menyisakan pro kontra.
  • Seorang pembalap hanya boleh turun di bawah nilai minimum yang ditentukan (1,8 bar di Assen) untuk jumlah lap yang ditentukan per balapan (tidak boleh 60%).
  • So…pada Grand Prix Belanda, nilainya 14 lap.

Iwanbanaran.com – Cakkk….Aturan kontroversial mengenai tekanan minimum ban depan diperkenalkan pada pertengahan musim 2023, dari Michelin masih menyisakan pro kontra. Seorang pembalap hanya boleh turun di bawah nilai minimum yang ditentukan (1,8 bar di Assen) untuk jumlah lap yang ditentukan per balapan (tidak boleh 60%). So…pada Grand Prix Belanda, nilainya 14 lap. Celakanya cak…Marc Marquez turun di bawah nilai tersebut pada lap ke 15, alias turun 0,01 bar dari 1.8 bar yang ditentukan pada lap ke-15. Akibatnya, Marc mendapat penalti mundur 16 detik beberapa jam setelah balapan, yang akhirnya membuatnya kehilangan 7 poin alias turun dari empat  kesepuluh. APa reaksi Marc atas hukuman ini ??

Pembalap menerima informasi tentang tekanan ban melalui dashboard mereka dan dapat bereaksi sesuai kebutuhan. Hal ini menyebabkan situasi aneh di mana Marquez mempersilahkan Fabio Di Giannantonio menyalipnya pada lap kedelapan alias secara sukarela menyerahkan posisi ketiganya. Namun usahanya percuma karena tekanan Bastianini membuat Marc terdorong keluar danmotor drop speed…hingga butuh 2 lap untuk mengembalikan temperatur diatas 1.8 bar. Celakanya cak..Marc hanya kecolongan 0.01 bar pada lap 15 dari 14 yang ditentukan. Apa reaksi Marc dengan ini ??

“Sangat disayangkan, tapi peraturan tetaplah peraturan. Kami hanya mencoba diskusi atas penalti dengan steward, makanya semuanya tertunda. Aku melihat saat balapan tekanan ban sangat rendah, jadi aku biarkan Diggia menyalipku supaya aku bisa mengatrol lagi tekanan ban. Lalu aku berada di belakangnya sepanjang waktu. Awalnya balapan dan segalanya terkendali. Aku berada di atas tekanan minimum sepanjang waktu namun berhasil mengendalikannya setelah dibelakang Digia…

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

” Namun semua berantakan ketika terjadi kontak dengan Bastianini di tikungan pertama di mana dia mendorongku keluar lintasan. Dari sana tekanan ban langsung drop…temperatur ban anjlok dan aku butuh dua lap untuk menaikkan kembali suhunya. Sayang saat itu kalkukasi sudah masuk ke lap 15 dari 14 yang dipatok (FIM Steward mengganjar penalti). Tapi Rule is rule….kami tetap melakukan kesalahan. Aku melakukan kesalahan pada hari Sabtu. Kami juga melakukan kesalahan pada hari Minggu, kami adalah sebuah tim. Aku mencoba mengendalikan tekanan ban, dan semua awalnya terkendali. Yang tidak bisa aku kendalikan adalah jika ada pebalap lain yang bertabrakan denganku…” tutup Marc tersenyum…(iwb)

Share this article
Post

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Tensi Panas….Ducati Sengaja Sabotase Motor Pecco ??? Gilaaaa sih
Motogp

Tensi Panas….Ducati Sengaja Sabotase Motor Pecco ??? Gilaaaa sih

Iwanbanaran.com – Cakkkk….sepertinya Suasana di paddock kejuaraan dunia MotoGP mendadak memanas setelah sebuah rekaman video di balik layar yang tertangkap kamera penyiar DAZN mengungkap polemik internal antara Francesco “Pecco” Bagnaia dan kubu pabrikan Ducati. Perbincangan tak terduga tersebut mendadak viral karena membongkar adanya dugaan pembatasan teknis yang dialami sang juara dunia dua kali terkait pengaturan […]

September 17, 2026 0 Baca →
Fabio Quartararo akui tidak sabar Jajal Mesin Honda RC214V !!
Motogp Trending

Fabio Quartararo akui tidak sabar Jajal Mesin Honda RC214V !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….seperti yang sampeyan tahu, langkah besar dan penuh risiko tengah dipersiapkan oleh juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo. Setelah menghabiskan sebagian besar karier premier kelasnya bersama Yamaha yang puncaknya berbuah manis berupa gelar juara dunia pada musim 2021. Pembalap berjuluk El Diablo ini memutuskan untuk menanggalkan seragam biru khas pabrikan Iwata demi menerima […]

September 16, 2026 0 Baca →
Performa “Aneh” Yamaha M1 V4 Bikin Toprak Razgatlioglu heran..!!!
Motogp Trending

Performa “Aneh” Yamaha M1 V4 Bikin Toprak Razgatlioglu heran..!!!

Iwanbanaran.com – Cakkk….Pekan balap MotoGP San Marino di Sirkuit Misano menyisakan cerita positif sekaligus frustrasi bagi Toprak Razgatlioglu. Pembalap Pramac Yamaha tersebut sukses mencuri perhatian lewat catatan waktu paruh kedua lomba yang sangat kompetitif. Namun, masalah klasik di sesi kualifikasi serta kesulitan melakukan overtake membuat potensi besarnya tertahan di posisi ke-12. Yup…Performa Aneh Yamaha M1 […]

September 15, 2026 0 Baca →