Dani Pedrosa sebut Mental Pecco rusak gara-gara Marquez !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…jelang race Silverstone, Pecco benar-benar terpuruk dibawah bayang-bayang Marquez setelah gagal menang dibalap Le Mans kemarin. Dan menurut Dani kondisi Pecco yang tidak seperti biasanya diakibatkan beberapa faktor salah satunya adalah mental yang rusak gara-gara Marquez. Waduhhhh…..
Bagnaia sebenarnya telah mencetak lebih banyak poin pada tahun 2025 dibandingkan pada waktu yang sama tahun lalu. Namun ia masih gagal mendekati rekan setimnya Marc Marquez di klasemen MotoGP. Marquez memimpin kejuaraan dan Bagnaia berada di posisi ketiga, tertinggal 51 poin. Bagnaia, yang memiliki lebih banyak pengalaman di Ducati, sedang berjuang dengan feel di bagian ban depan yang sangat kontras dengan kenyamanan Marquez. Soal ini ternyata Dani punya opini khusus….
” Menurutku ada dua hal. Yang pertama psikologis. Segala sesuatu yang menyiratkan fakta bahwa Ducati memilih Marc, bahwa Ducati ingin memiliki variasi dalam garasi, di mana kalian memiliki dua macan pada saat yang sama. Kini Pecco berada dalam situasi canggung di mana ia berpikir, ‘Mengapa sekarang aku harus berada di sini bersama Marc ?’. Itu tidak mudah dicerna oleh Pecco, tetapi ketika situasi itu juga menjadi kenyataan, Marc mulai menorehkan fastest lap, pole position, kemenangan, dll…itu jelas berat !
” Tekanan selanjutnya adalah….’bagaimana ia (Marc) melakukannya atau mengapa ia bisa kencang disaat motor tsb kurang bekerja buatku (Pecco) ? Dari situlah kalian ingin memahami bagaimana situasi berjalan dengan Marc, bagaimana ia mampu melakukannya. Ingat…menurutku Marc dan Pecco adalah dua pembalap dengan gaya yang berbeda. Marc adalah pembalap spesial yang bisa nunggang motor dengan kondisi apapun…setingan berbeda, suspensi dan sasis berbeda ataupun motor berbeda namun outputnya tetap sama yakni kencang….
” Sementara di sisi lain, Pecco memiliki gaya yang membutuhkan motor yang tepat sesuai keinginannya. Dan jika kalian mengubahnya, mungkin ia tidak lagi secepat itu dan akan lebih sulit baginya untuk mencatat waktu. Namun, menurutku, yang paling membuat Pecco menderita adalah keputusan Ducati menempatkan Marc di dalam garasi. Saat ini, Marc, di depan para pesaingnya, memiliki dua hal yang sangat penting: kecepatan dan kelincahan. Meskipun setiap pembalap yang dapat melaju di levelnya dan menjadi ancaman, tapi ia dapat bertahan dengan baik. Dia masih menjadi yang terbaik saat ini setidaknya dari poin klasemen sementara Motogp…” tutup Dani…(iwb)