Ironisnya nasib pegawai swasta…..

27
59

Bro…ketika banyak orang sukacita belanja kemal-mal membeli baju baru buat lebaran, ternyata dibelahan sisi lain banyak golongan orang hanya bisa melihat dengan tatapan kosong karena tidak mampu melakukannnya. Kita tidak akan membicarakan tentang tunawisma ataupun gelandangan dijalan yang notabene tak perlu diragukan kesengsaraanya. Melainkan fakta yang terlihat disekitar saya……. rekan kerja dari segi profesi yang biasa kita sebut pegawai swasta. Banyak yang bilang…..wah enak dong jadi pegawai swasta. Jawabannya bisa betul bisa nggak. Betul jika kita menjadi atasan yang sukses. Tidak kalau brother lihat realita lingkungan sekitar.. Mungkin hal ini tak berlaku bagi karyawan yang mempunyai penghasilan serta posisi tinggi. Walau persentase 50:1 komposisinya, profesi ini makin banyak sisi kurang menguntungkan dibanding era 90an dulu. Era masa keemasan para pegawai swasta. Era dimana perlindungan terhadap syarikat pekerja betul-betul diperhatikan. Tapi kini sudah berubah……………

Saya punya teman. Pak Doi namanya. Orangnya sudah lumayan tua. Berumur sekitar 40tahun. Punya anak tiga dan semuanya sudah sekolah. Pak Doi bekerja disalah satu perusahaan outsourcing security. Dan kebetulan hotel kami menggunakan jasa mereka. Keluh kesah ekonominya diceritakan secara gamblang. Usia 40tahun yang harusnya masih seger tapi kelihatan lebih tua dari penampakan wajahnya yang lebih cocok condong berumur 50an tahun. Dari hasil pengakuannya  tiap bulan dia hanya menerima gaji UMR DKI plus uang makan jadi total sekitar 1,2juta. Bikin saya kaget adalah jumlah itu sangat jauh dari apa yang manajemen bayar kepihak perusahaan outsourcing tersebut. Hotel kami membayar kemereka 3juta perkepala. So bisa dibayangkan…1,8juta diembat oleh perusahaan tempat pak Doi bernaung tiap bulannya. Tidak ada asuransi…atau tunjangan apapun. Hanya uniform atau seragam yang melekat ditubuh mereka, itu saja cost yang dikeluarkan oleh perusahaannya. Dengan gaji 1,2 juta hidup diDKI…wah gimana ngaturnya. Bayangin saja tidak sanggup……

Ada fakta lain bagaimana ironisnya nasib pegawai swasta. Saat ini banyak perusahaan yang bisa dikatakan melakukan akal-akalan. Ketika melamar kesuatu perusahaan wajib bagi kita untuk mempelajari profile dan track record manajemennya. Sebab ada beberapa manajemen perusahaan yang bermain kotor. Banyak kasus saat jatuh masa pengangkatan permanen (normalnya 2 tahun setelah kontrak) sikaryawan diistirahatkan dulu dengan dalih operation sedang kembang kempis jadi  tiada pilihan lain selain dirumahkan sampai batas waktu yang tak terbatas. Hingga ketika kita dipanggil lagi penghitungan masa kerja akan kembali dari awal masa kontrak. Tren lain kini rekruitmen karyawan sistem Daily Worker atau harian makin getol dilakukan. Dan ketika kita jadi pekerja harian jangan harap untuk menjadi karyawan tetap. Tipissss sekali harapan. Hal ini menimpa teman saya yang telah tercatat 3 tahun mengabdi pada salah satu perusahaan jasa tanpa pernah ada pengangkatan. Ketika menghadap HRD jawabannya…maaf pak manajemen belum ada rencana untuk menambah karyawan tetap. Pahit memang…..tapi tidak ada pilihan lain. Dengan kondisi yang susah seperti saat ini segalanya harus ditelan mentah-mentah.

Semua yang saya sebutkan diatas hanya segelintir contoh dari ribuan nasib teman kita diluar sana. Jelas semua untuk saving cost atau bisa jadi supaya dapat untung sebesar-besarnya. Ketika karyawan telah menjadi karyawan tetap perusahaan wajib mengeluarkan THR serta asuransi kesehatan yang tidak sedikit biayanya. So dengan menggunakan outsourcing atau pekerja harian kewajiban itu bisa dihindari. Dan kini semua perusahaan arahnya kesana…yaitu seminim mungkin merekrut karyawan permanen dan diganti dengan dua unsur tersebut. Ironisnya tidak pernah mereka berpikir bahwa para karyawan telah menjadi korban tujuan bisnis mereka. Yaitu nihilnya hak mendapatkan tunjangan kesehatan serta THR. Untung tahun 2010  ini ada posko pengaduan tentang kewajiban perusahaan outsourcing harus membayar THR…sedikit kemajuan walau tidak berarti sama sekali karena status mereka yang bisa diPHK sewaktu-waktu. Jadi jauh dari kata sejahtera. Seharusnya ada payung hukum yang mengatur tentang carut marutnya sistem employment yang ada sekarang. Sayang para wakil rakyat kita malah sibuk mengurusi diri sendiri.  Gimana mau godok perundang-undangan lawong kini berita baru mereka malah kekeh sibuk pengen membangun gedung DPR anyar supaya ada fasilitas sauna, kolam renang  dan tempat rekreasi internal gedung (biaya 1,6trilyun rupiah).  Memprihatinkan…….jadi benar dong adanya. Seperti yang telah di katakan Mr. Hibino salah satu tamu Jepang ditempat saya bekerja bahwa kepekaan pemerintah dalam kepedulian kepada orang kecil sangat kurang plus ditambah sistem ekonomi Indonesia seperti ini, dijamin yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Entahlah….. (iw/01/09/2010)

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

27 COMMENTS

  1. Klo gua gedhek ama para DPR tuh boz. Pake sauna ama kolam renang mo kerja apa tamasya?….pantes aje negeri kite makin kgk bener!!

  2. menyedihkan emg, pak, nasib pekerja swasta. sementara kalo soal PNS trutama guru, pemerintah sangat peka. Baru saja pemerintah mengumumkan kenaikan gaji pegawai di tengah kesulitan hidup masyarakat yg masih menghimpit. Bagi PNS guru, sekarang bukan hanya sekolah anak saja yg terjamin, beli mobil dan naik haji pun bisa keturutan. saya yg di daerah merasakan betul, gap itu makin nyata.
    saya cemas, mendengar beberapa teman yg mengatakan: “jika jurang kesejahteraan antara warga bisa dan pegawai pemerintah itu semakin dalam, tunggulah terjadinya chaos sosial”.

  3. @ Sun
    Bener terasa banget bro. Makin susah jadi karyawan swasta. Utang bank aja sekarang didahuluin PNS ketimbang pegawai swasta.Pdhal gaji kita2 gede lho dipotong pajaknya. smntara pajak kita buat bayar para PNS serta para wakil rakyat semua. Nggak adil bgt..asli kesel kl mikir kyk gitu!”’

  4. wah tp klw mau jd PNS kan harus keluar duit juga bro ( nyogok bs puluhan juta bro, pengalaman temen jadi PNS )yahh sama aja , masak mw kerja harus kasih DP dulu….mendingan wirausaha ky gw..

  5. Untung ny gw
    seorang wiraswasta/ pedagang
    jdi ga ngerasain apa yg bro Iwan utarakan tp klo gw pikir kasihan jga para pekerja swasta nasib ny. Kerja banting tulang kuras otak hasil yg di dpt ga sesuai sedangkan para pejabat DPR n MPR malah hidup mewah bertaburkan harta tp kerja ny hanya bikin wacana ga jelaz dan sering Boloz. nampak ny Kiamat memang sudah dekat…

  6. realita sehari-hari yg sangat mudah kita lihat, mengundang simpati, tapi koq yo nggak pernah dilihat serius sama para penguasa yo??? contoh paling nyata ya legalnya sistem Outsourcing itu lah, Naker gak dilindungi blas dari para kapitalis..

    Cuma bisa mengelus dada, soalnya juga karyawan swasta si..

  7. Pantesan takut perang dng malingsia.. Para pejabatnya dah gak mikirin nasib bangsa..
    Pada mikiri kesenangan pribadi..
    Masak gdung dpr dilengkapi sauna,kolren,swalayan skalian aja pantipijat ++ nya..
    Emang uang siapa yg akan mereka hambur2kan..
    1.6 T tu dah bsa menciptakan lapangan kerja bg rakyat Boz, di samping ngurangi pengangguran jg bs meningkatkan kesejahteraan rakyat.. Hingga rakyat ga perlu mengadu nyawa kerja di malingsia..
    Sori Bro agak sentiment nigh..

  8. ngerti banget perasaan outsourcing dah.. lha gw ndiri dah 6 tahun.. statusnya sama.. untung aja boleh lembur.. klo gak ya sama nasibnya ama yang diceritain.. hehehhehe…
    jaman awal-awal sby jadi presiden jadi pns banyak yang murni bro di daerah gw.. tapi tetap aja etos kerja nya kalah jauh dibanding swasta (kecuali guru ya..)

  9. hari pertama jadi PNS
    …..
    PNS senior : “habis berapa dik?”
    saya : “seratus pak”
    PNS senior : “apa !!! 😯 seratus juta”
    saya : “bukan pak, seratus ribu buat potokopi sama beli materai dan bikin dokumen2 lampiran pemberkasannya”
    PNS senior : “ooooooooo………..”
    ……..

    tentang gaji PNS dan gaji swasta tergantung bandinginnya swastanya swasta apa dolo … temen2 kuliah saya yang jadi pegawai swasta malah lebih kaya dibanding saya … pengen tahu pelayanan ASKES PNS ??? 🙁 😥 sebaiknya anda coba jadi PNS dulu.

    sebelumnya saya kerja di swasta, waktu terima SK PNS saya liat gajinya … lebih rendah bro dari gaji swasta saya. jangan bandingin dengan gaji resmi gayus …. jauooohhh banguedh bro….

    saya ucapkan terima kasih untuk yang mendeklarasikan diri sebagai pembayar pajak paling top, saya yakin pajak yang anda bayarkan lebih besar dari gaji saya setahun bahkan mungkin total gaji saya sampai pengsiyun atau bahkan seratus pns macam saya.

    …::selamat menjalankan ibadah puasa::…

  10. Memang semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetap harus disyukuri. Enaknya PNS nggak gampang dipecat trs dpt pensiun. Swasta……garing

  11. Mending kta hidup sederhana aj hidup didunia gak seKekal di akhirat.Mumpung diBulan Ramadhan kta minta aj ap yg kta inginkan kpd Allah SWT spaya beban kta diringankan. Yang Kaya Makin Kaya & Yang Miskin Makin dirindukan Sorga. InsyaAllah..

  12. Keadilan mmg masih jauh di negeri ini yg katanya gemah ripah loh jinawi!!! soalnya para pemimpin kita dah dihinggapi penyakit cinta dunia, takut miskin!!! Tdk ada ketegasan yang menimbulkan perasaan aman bagi masyarakat, mending sistem Komunis di Kuba aja, biar komunis tapi kesejahteraan pakarja lebih terjamin, gak kayak di sini, yg katanya agamis, agama kebanyakan cuman dijadikan kedok aja.
    Birokrasi, legislatif n yudikatif kita mamang dah bobrok!!! Polisi??? ah sama aja…

  13. wah sy juga pegawai swasta..dulu pernah alami kerja di konsultan it.. memang payah & gaenak kerja di konsultan..untung nya skrg udah lebih baik..tapi entah lah semua itu adalah kehendak di tangan-Nya

  14. emank kerja outsorce ga enak gan..kl tempat ane, outsorche jg, gw hamil 4 bulan mesti resign, ga ada pesangon ga ada asuransi..padahal ane dah 2 taun kerja, ga di hargain. cmn dapet gaji doank

  15. mo gmn lagi bozzz, lha wong yg jadi penguasa saat ini mayoritas adalah pengusaha, so… selamet ya buat yg udah pada milih mereka. Sebab sampai kapanpun ga akan ada kebijakan yang mendukung hak2 pekerja / buruh,.. mending mulailah polahidup hemat dr skrg

  16. maka revolusi yang belum berhenti ialah revolusi budaya (W.S Rendra), mental budaya hukum para pemimpin yg mengarah keadilan yang diamanatkan UUD (kapanyah?!). Semua perkerjaan itu mulia jika benar dgn sungguh dikerjakan fungsinya. Baik negeri, swasta ataupun yg berwiraswasta, sprtinya yg kupahami hanya perlu tiga; dedikasi, manajemen dan izin Allah SWT.. niscaya smua misteri tentang rezeki itu sudah diatur. salam brotherhood
    http://www.bordiranku.com

Leave a Reply