Yamaha Bikin Geger…Rilis NMAX Versi Listrik berlabel NMAX-E, Kerenn poll
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Yamaha bilang performanya setara dengan skutik 125cc berbahan bakar bensin.
- Tenaga maksimalnya 7,5 kW di 3.500 rpm, torsi puncaknya 33,3 Nm di 500 rpm .
- Tapi yang menarik buat IWB… torsi 33,3 Nm itu […]
Iwanbanaran.com – Cakkkk…akhirnya Nmax versi Listrik lahir juga cakkkk. Berlabel NMAX E…maxy EV ini pakai unit penggerak listrik eAxle yang ringkas. Tenaga maksimalnya 7,5 kW di 3.500 rpm, torsi puncaknya 33,3 Nm di 500 rpm . Yamaha bilang performanya setara dengan skutik 125cc berbahan bakar bensin. Tapi yang menarik buat IWB… torsi 33,3 Nm itu keluar sejak putaran bawah banget. 500 rpm. Itu artinya begitu sampeyan putar gas, langsung meleset. Nggak ada jeda, nggak ada “nunggu power band”. Karakter listrik yang sesungguhnya. Yess…Yamaha Bikin Geger…Rilis NMAX Versi Listrik berlabel NMAX-E, Kerenn poll !!!
Yamaha membikin gebrakan diajang EICMA 2026. Merilis NMAX E….motor EV ini pakai penggerak belt, bukan hub motor di roda belakang. Yamaha sengaja taruh motor listriknya di tengah rangka, dekat baterai, biar distribusi bobot lebih seimbang. Ini keputusan teknik yang brilian. Sebab Banyak motor listrik murah asal taruh hub di belakang, hasilnya handling jadi aneh. Yamaha nggak main-main di sini cak…
Nmax E menyediakan tiga mode berkendara yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Fitur keselamatan dan kendali yang tersedia mencakup Traction Control System atau TCS serta anti-lock braking system atau ABS. Motor ini juga memakai wireless accelerator position sensor grip atau APSG pada bagian gas. Sistem tersebut menjadi bagian dari perangkat elektronik yang disiapkan Yamaha untuk model listrik ini cak…
Baterai: 3,5 kWh, 104 Km, dan Cas 5,5 Jam
Baterainya lithium-ion 3,5 kWh, tegangan 50,4 volt, kapasitas 70,2 Ah . Dipasang permanen di dalam rangka bukan removable dengan bentuk L yang ditaruh rendah dan sentral. Tujuannya jelas: pusat gravitasi rendah, handling lebih luwes. Klaim jarak tempuhnya 104 km berdasarkan pengujian WMTC Class 1, suhu baterai 25 derajat Celsius. Seperti biasa, angka klaim selalu beda dengan realita. Tapi 104 km untuk komuter harian Jakarta-Bekasi pulang-pergi? Masih masuk akal, asal nggak gas pol terus. Cas dari kosong sampai penuh butuh 5,5 jam pakai charger onboard 800 watt. Bisa juga cas di stasiun umum pakai konektor AC Type 2—standar Eropa. Di rumah, pakai colokan 220 volt biasa. Nggak ada fast charging. Ya, namanya juga skutik komuter…
Sasis dan Fitur: NMAX Banget, Tapi Versi Elegan
Dimensinya: panjang 1.980 mm, lebar 795 mm, tinggi 1.235 mm. Jarak sumbu roda 1.425 mm, tinggi jok 770 mm, ground clearance 135 mm . Bobot tanpa baterai 121 kg . Kalau ditambah baterai, mungkin sekitar 140-an kg. Masih wajar. Suspensi depan teleskopik 33 mm, belakang pakai dual shock. Roda 13 inci, ban 110/70 depan dan 130/70 belakang. Rem cakram 245 mm di kedua roda, sudah ABS dual channel . Ada juga TCS, regenerative braking, dan tiga mode berkendara. Fitur modernnya lengkap: layar TFT 5 inci, smart key, port USB-C, bagasi luas, dan mode mundur . Yamaha juga menyiapkan layanan YOU Charge di Eropa buat akses ke jaringan charging publik .
Ini bukan motor listrik pertama Yamaha. Tapi ini yang paling masuk akal untuk pasar luas. NMAX adalah nama yang sudah punya reputasi di Indonesia—bongsor, nyaman, gengsi cukup. Mengawinkannya dengan penggerak listrik adalah langkah logis. Yang IWB suka…Yamaha nggak asal konversi. Mereka bikin platform baru, taruh motor di tengah, baterai rendah, dan tetap mempertahankan karakter NMAX. Ini bukan motor listrik murah yang ditempel stiker NMAX. Ini NMAX yang memang didesain listrik dari awal.
Last…sayang baterainya nggak bisa dilepas. Buat Indonesia yang masih banyak orang tinggal di apartemen tanpa colokan di parkiran, ini bisa jadi masalah. Yamaha Eropa mungkin nggak mikirin itu, tapi kalau NMAX E mau sukses di sini, baterai removable itu penting. Dan satu lagi… belum ada harga. Yamaha Eropa juga belum umumkan harga untuk pasar Inggris, apalagi Indonesia. Pertanyannya…kalau masuk sini dengan harga di bawah Rp 60 juta ?? apakah sampeyan tertarik cak ?? (iwb)
|
Electric motor type |
Excitation 3 phase synchronized motor |
|
Nominal power |
6.7 kW @ 3500 rpm |
|
Maximum power |
7.5 kW @ 3500 rpm |
|
Maximum Torque |
33.3 Nm @ 500 rpm |
|
Battery type |
Lithium ion |
|
Battery voltage, capacity |
50.4V / 70.2Ah (5HR) |
|
Total number of battery packs installed |
1 |
|
Battery fixation |
Fixed |
|
1st Battery Range (WMTC Class 1) |
104 km |
|
1st Battery Range, Eco mode |
This range maximises energy recovery by enhancing regenerative braking to extend the riding range. |
|
Battery dimension |
Fixed, on-board Battery |
|
Charger type |
Wall charger 220VAC, Public Charging Station (AC Type 2) |
|
Charging time (0-100%) |
5.5 hours: Charging time may vary depending on the charging environment |
|
Final drive |
Belt |
|
Frame type |
Backbone |
|
Caster angle |
26°30 |
|
Trail |
100 mm |
|
Front suspension system |
Telescopic forks |
|
Front travel |
100 mm |
|
Rear suspension system |
Swingarm |
|
Rear travel |
97 mm |
|
Front brake |
Hydraulic single disc brake, Ø 245mm |
|
Rear brake |
Hydraulic single disc brake, Ø 245mm |
|
Diameter of brake disk(Front) |
217 mm |
|
Diameter of brake disk(Rear) |
214 mm |
|
Front tyre |
110/70-13M/C 48P Tubeless |
|
Rear tyre |
130/70-13M/C 63P Tubeless |
|
Overall length |
1980 mm |
|
Overall width |
795 mm |
|
Overall height |
1235 mm |
|
Seat height |
770 mm |
|
Wheel base |
1425 mm |
|
Minimum ground clearance |
135 mm |
|
Vehicle weight (without battery) |
121 kg |
Tentang Penulis
Publisher & Editor • sejak 2009
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

















