Tragedy meninggalnya Deny Triyugo masih timbulkan ribuan pertanyaan….
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Bro dan sis sekalian……meninggalnya Deni Triyugo dibalap Indoprix menyisakan berjuta pertanyaan….kenapa hal itu bisa terjadi?.
- Apakah perangkat safety kurang berkualitas?.
- Atau…..layout sirkuit Sentul kecil memang kurang aman untuk pembalap?.
Bro dan sis sekalian……meninggalnya Deni Triyugo dibalap Indoprix menyisakan berjuta pertanyaan….kenapa hal itu bisa terjadi?. Apakah perangkat safety kurang berkualitas?. Atau…..layout sirkuit Sentul kecil memang kurang aman untuk pembalap?. Semua kudu diusut tuntas untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi…..
Hingga detik ini, belum tergali gamblang kronologi kejadian. Pemberitaan dari para media juga kurang lengkap sehingga IWB cukup kesulitan mengumpulkan fakta sesungguhnya. Ditambah saat kecelakaan….IWB sedang tidak meliput dilokasi. IMHO….kehilangan pembalap muda berbakat tidak boleh dianggap remeh oleh semua pihak. Baik pabrikan, penyelenggara, sponsor, IMI serta berbagai unsur yang terlibat didalamnya. Harus ada penyelidikan secara komprehensif demi mencegah negara ini kehilangan pembalap bertalenta meninggal disirkuit….
Sebagai informasi…..Deny kalau tidak salah menggunakan 2 helm yang dipakai bergantian yakni KY* C5 serta Suom* Vandal. Soal keamanan…..jangan ditanya sebab perangkat ini telah mendapatkan rating tertinggi internasional seperti Snell. Jadi cukup mengejutkan perangkat safety tidak mampu melindungi kepala dari pendarahan. Berbagai pertanyaan muncul….apakah helm tersebut tidak pas dikepala?. Apakah kontur busa kurang pas dengan head shape Deny?. Atau lay out sirkuit yang memang kurang aman?. Seluruh pertanyaan sudah seharusnya diselidiki secara sungguh-sungguh demi melindungi nyawa para pembalap kita….
Last…..Kepala Polisi Resor Bogor Ajun Komidaris Besar Sonny Mulviano Utomo menegaskan, meninggalnya Deny tidak bisa diproses secara hukum sebab masuk kategori kecelakaan saat olah raga. “Tewasnya saat latihan dan itu di lokasi sirkuit resmi, sehingga masuk kategori kecelakaan saat olahraga. Oleh karenanya, kami tidak melakukan proses laka, atau proses kriminal. Itu sudah resiko olahraga. Apalagi medis juga telah berupaya melakukan tindakan penyelamatan,” tuturnya. Apakah dengan pernyataan polisi sudah cukup bagi kita untuk melupakan tragedy dan mengabaikan begitu saja??. Seharusnya tidak!!!…..(iwb)
Post by IWB. Follow us on….
Twitter : @iwanbanaran
FB : Iwanbanaran
Email : Iwanbanaranblog@gmail.com
Youtube channel : Iwanbanaran
Path : Iwanbanaran
Google+ : Iwanbanaran
Blog alternate : IWBspeed.com
Tentang Penulis





Diskusi
Komentar
Memuat komentar…