Home / Motogp / Throw Back history : Ketika Mesin Yamaha dianggap lemot !
Motogp April 14, 2020

Throw Back history : Ketika Mesin Yamaha dianggap lemot !

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 7 menit
Throw Back history : Ketika Mesin Yamaha dianggap lemot !

Iwanbanaran.com – Cakkk…IWB sadar betul pembaca IWB sudah bergeser. Generasi ke generasi dan mungkin pengunjung sekarang banyak kaum milenial yang perlu direfresh ulang berdasarkan ulasan lawas. Sebuah sejarah yang fokus pada perjuangan Yamaha setelah mereka tertatih-tatih tidak pernah mampu bangkit dari keterpurukan diajang GP500. Bahkan diawal pengembangan YZR M1 1st gen dianggap lemot…boso halusnya sangat lambat. Sebuah konsep engine yang ternyata malah dipilih oleh Valentino Rossi dan sukses mengantarkan Yamaha menjadi tim sukses bersama The Doctor. Inilah sekelumit interview dengan bapak M1 Masao Furusawa yang IWB terjemahkan dari Crash. Sebuah artikel throw back yang sudah IWB garap 2011 silam…

? Mau secangkir kopi???..tanya Furusawa seraya melangkah kemeja paddock Yamaha di Sepang. Dia tidak pernah berpikir satu karyawannya untuk membantu melakukan itu. Sejurus langsung menuju kemesin coffe maker dan kembali dengan secangkir Expresso. Tindakan sederhana, namun sudah cukup menggambarkan karakter seorang pria yang tidak lagi muda. Seseorang yang begitu disegani di Yamaha dan Motogp berkat jabatan, kejeniusan serta tanggung jawab dipundaknya. Tapi semua dijalankan secara membumi dan rendah hati.

Question (Q): Mr. Furusawa….senang berjumpa dengan anda. Sudahkah anda memutuskan seperti apa masa depan anda nanti??

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Furusawa (F): Aku punya waktu satu setengah bulan sebelum pensiun. Kita banyak diskusi tentang ini, mau lanjut atau berhenti??. Beberapa bulan terakhir Presdir Yamaha Motor memintaku untuk memperpanjang pekerjaan. Dan saya bilang ?tidak!? (sambil tersenyum). Sudah terlalu lama bagiku diMotogp. Karena aku sebetulnya tidak berharap masih disini ketika memulainya dulu ditahun 2003. Kala itu Yamaha begitu menderita sebab tidak pernah menjadi juara dunia selama 10 tahun. Karena itulah aku dipercaya memegang kendali untuk merubah semuanya. Dan aku pikir mungkin lima tahun adalah periode terlama. Namun aku membuat kesalahan fatal ditahun 2006 ? 2007 sehingga Rossi marah besar oleh karenanya.

Q : Itu terjadi ketika anda ?mengundurkan diri? dari dunia racing??

F: Ya?menyingkir lebih tepatnya. Valentino sangat marah karena itu. Dia ingin aku kembali ditrek balap. Jadi makanya aku memutuskan untuk kembali disini. Dulu sebelum tahun 2003 aku hanyalah seorang amatir didunia racing. Bahkan belum pernah melihat pertandingan balap! Selain itu aku selalu berganti pekerjaan di Yamaha motor, kenapa???..sebab kadangkala jika ada masalah diperusahaan, mereka akan mengirimku kemanapun dibutuhkan untuk mengatasinya.

Q: Jadi anda adalah seorang pemecah masalah??

F: Ya!?mereka menyebutku ?pemecah masalah yang canggih? atau ? tukang servis?!. Itu adalah hal yang menyenangkan dan aku sangat menikmatinya.

Hidup ini pendek. Ayah tiriku meninggal dunia ketika berumur 75tahun. Dan bulan ini, tidak terasa umurku akan memasuki usia 60tahun (sekarang Furusawa sudah berumur 69 tahun). Hari ulang tahunku sebenarnya satu hari setelah Valentino Rossi, yaitu tanggal 17 Februari (Rossi tanggal 16). Mungkin aku punya sisa umur 15tahun lagi sebelum dipanggil yang kuasa….

Banyak Hobi yang tidak bisa kulakukan sejak terjun kedunia racing. Karena itulah sekarang saatnya berhenti dari karir untuk menikmatinya.Tanggal 24 Maret 2011 adalah tanggal dimana kami berdua (Furusawa & Yamaha) sepakat untuk berhenti. Sebenarnya banyak yang menentang. Tapi aku bilang ke mereka ? Cukup sudah?!!. Kemudian aku akan menjadi penasihat (advisor) Yamaha Motogp untuk satu tahun kedepan. Tapi tugas itu tidak terlalu sibuk.

Jadi setelah 7 tahun bergelut didalamnya, dunia racing akan menjadi hobiku yang lain. Aku akan hadir pada test Sepang serta Qatar nanti. Setelah itu baru kembali ke Jepang. Menonton balapan (official 1st race) Qatar dari TV atau internet sambil minum sebotol bir!!. Itu akan menjadi saat yang menyenangkan sebab pertama kalinya menonton Motogp sebagai fans?.tanpa tanggung jawab dipundak. ….

Q : Tentang motor?kita ingat versi pertama M1 dulu memakai karburator??

F: Iya..terakhir tahun 2002 dan pada tahun 2003 aku menggantinya dengan sistem full injeksi dan chain driven chamshaft.

Aku pikir yang telah dilakukan salah, tapi dulu emang masih baru di dunia Motogp. Semua dari ide pribadi berdasarkan logika, analisa dan pengalaman. Kenyataannya tidak selalu sesuai harapan. Sebab banyak orang merasa skeptis. Menatapku dan berpikir,? ya..kami mengerti yang kau katakan?. Namun realitanya berbeda. Sangat sulit meyakinkan seseorang supaya sejalan dengan pemikiran kita…

Jadi aku mempunyai beberapa trik. Aku datang dari ide brilian ?crossplane crankshaft? (teknologi Big Bang). Dan ketika gabung di Motogp ide tersebut aku tuangkan dalam sebuah desain. Memerlukan waktu setengah tahun hingga motor prototype buatanku diuji jalan disebuah sirkuit dekat Yamaha pusat sana.

Pasca test, semuanya saling berpandangan. Pertama kali yang dikatakan test rider adalah,? Motor sangat pelan ? Kemudian semua orang memandangku. Hhmm kau pikir seperti itu?dan kemudian dia berkata lagi,? Tapi torehan waktu lapnya cepat. Jadi motor terasa lambat karena begitu lembut dan stabil.?

Waktu itu Natal tahun 2003. Rossi bergabung dengan Yamaha dan Kemudian mengendarai M1 pertama kali di Sepang tahun 2004. Dia memang sangat jenius, ya dia memang jenius. Dia hanya mengendarai crossplane bike dalam 5-6 lap. Kemudian masuk Pit seraya berkata ? motor ini adalah yang terbaik.? Walau lambat sebab tenaga memang kurang. Aku telah persiapkan banyak kombinasi untuknya supaya dicoba mulai dari 4klep sistem, 5 klep sistem, crossplane, dan single plane. Kemudian pilihannya adalah crossplane crankshaft bike dengan 4klep sistem.

Sebelumnya orang takut melihat mesin yang baru. Sebab Yamaha sudah lama sukses menggunakan sistem 5 klep engine. Banyak orang berkata,? bagaimana kamu bisa membuang sistem tersebut???. Aku katakan ini adalah sistem yang menarik. Ini akan menyenangkan untuk dibuat secara masal. Namun tujuan racing bukan untuk kesenangan. Fun is oke?tapi yang kami lakukan adalah untuk meraih kemenangan. Kenapa mesin kurang kencang sebab merupakan racikan anyar yang butuh pengembangan secara berkelanjutan. Tapi kendati demikian Rossi tetap memilihnya dengan ucapannya ? Ini dia?!!.

Anda harus tahu bahwa Rossi seperti sosok raja. Kita meringkuk mengerubungi dan mendengarkan apapun yang dikatakan olehnya tentang ide kami. Apakah jempol keatas?.atau sebaliknya jempol kebawah. Jadi ketika Valentino memberikan jempol atas terhadap mesin 4klep crossplane crankshaft, maka disaat itulah semua sadar telah berada dijalur dan arah yang benar. Dan hanya butuh dua bulan setelah test serta petunjuk dari Rossi, kami menang dirace pertama Afrika…

Jadi aku berhutang rasa terima kasih kepada Valentino Rossi sebab telah membuat jelas semuanya lewat pilihan yang tepat. Sebelum itu keraguan 50% menghinggapi sebagian tim Yamaha. Tapi semua hilang setelah Rossi mengatakan ?Ya?. Mungkin jika Valentino Rossi tidak datang ke Yamaha, aku sudah gantung diri (candanya sambil berlagak memasang jerat menggunakan tangan dilehernya).

” Masao Furusawa bapak M1 (paling kanan) bersama Rossi muda dan para pejabat Yamaha…”

Yup?itulah Masao Furusawa. Sosok rendah hati dan sangat mengerti tentang Yamaha M1. Satu yang menjadi catatan bagi kita semua atas interview diatas adalah bagaimana Furusawa begitu menghargai dan berterima kasih atas kiprah Rossi buat Yamaha. Mekanik tersebut sangat tahu mungkin tanpa Rossi Yamaha tidak bisa sampai level sekarang. Pertentangan internal insinyur garputala tentang pemilihan tipe engine untuk M1 versi 2003??akhirnya diarahkan oleh The Doctor sehingga keraguan berubah menjadi motivasi. Luar biasa….

Last…sepenggal history cikal bakal kelahiran Yamaha M1 yang terus dipertahankan hingga sekarang. Sebuah mesin yang terkenal stabil, mudah dikendalikan dan terkontrol merupakan hasil karya dua orang jenius dimasanya yakni Masao Furusawa dan Valentino Rossi. Basis yang terus dikembangkan mengikuti jaman dan regulasi. Berkat Vale-lah Yamaha jadi mantap untuk mengambil arah yang sebelumnya masih dihinggapi keraguan kemana mereka akan melangkah. Walau sekarang umur membuatnya berubah namun sejarah tidak bisa diganggu gugat. Forza Vale……(iwb)

 

Share this article
Post

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Toprak Razgatlioglu Usung Ambisi Besar untuk MotoGP 2027 !!!
Motogp Trending

Toprak Razgatlioglu Usung Ambisi Besar untuk MotoGP 2027 !!!

Iwanbanaran.com – Cakkk….Pebalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, menegaskan bahwa dirinya memiliki target besar untuk musim MotoGP 2027, meskipun harus menjalani paruh pertama musim debut yang dinilainya penuh tantangan. Setelah mendominasi WorldSBK dalam dua musim terakhir, kepindahan Razgatlioglu ke MotoGP belum membuahkan hasil manis di papan atas. Dalam 12 balapan pertamanya di kelas utama, bintang asal […]

August 22, 2026 0 Baca →
Gokill…Jelang Motogp Aragon, Veda Ega Latihan Bareng Marc Marquez !!
Motogp Trending

Gokill…Jelang Motogp Aragon, Veda Ega Latihan Bareng Marc Marquez !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….sebuah pemandangan langka datang dari dunia racing. Yup…lagi-lagi jagat balap dibuat geger gara-gara rekaman video yang bikin bulu kuduk merinding. Piye ora geger, lha wong bocah ajaib asal Indonesia yang lagi berjuang di kelas Moto3, Veda Ega Pratama, kedapatan lagi mengasah skill di atas sirkuit mini dikuntit dari belakang oleh sang Juara Dunia […]

August 22, 2026 0 Baca →
Pol Espargaro Peringatkan Lawan Ducati di 2027….Marquez akan “Gila-gilaan” ??
Motogp

Pol Espargaro Peringatkan Lawan Ducati di 2027….Marquez akan “Gila-gilaan” ??

Iwanbanaran.com – Caakkk….Kabar geger datang dari panggung balap paling bergengsi sejagat, MotoGP! Musim 2027 memang masih di depan mata, tapi kasak-kusuk soal perombakan regulasi besar-besaran (peralihan ke mesin 850cc, penyunatan aerodinamis, penghapusan ride height device, hingga transisi karet bundar dari Michelin ke Pirelli) makin panas. Dan yang bikin penasaran, pabrikan Borgo Panigale alias Ducati diprediksi […]

August 21, 2026 0 Baca →