Terungkap kenapa Jorge Martin hampir pingsan di India, seremm euy !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….seperti yang kita tahu Jorge Martin memang menarik perhatian kita semua karena doi seperti lemas tenaga pasca masuk finish. Martin bahkan berlutut dan jongkok dilantai karena hampir pingsan. Banyak yang bertanya…sebenarnya apa yang terjadi dengan Jorge Martin di India ? kenapa sampai sekelas pembalap yang memiliki fisik super prima hampir pingsan dan terhuyung-huyung. Simak….inilah alasan kenapa Jorge Martin hampir pingsan di India, seremm euy !!
Dari informasi sementara ternyata Jorge Martin dikabarkan menahan panas yang sangat luar biasa. Bahkan diduga jaket kulit pembalap Spanyol tsb dibuka ritsletingnya saat race sudah memasuki akhir. Tidak jelas apakah itu merupakan usaha Martin mengurangi rasa panas yang menyengat, tetapi jelas doi mempertaruhkan penalti. Alhasil Martin kembali memasang ritsleting racing suit kulitnya, sehingga membuatnya kehilangan banyak waktu dan didekati Fabio….
Martin masih unggul 1,5 detik saat memasuki garis finish. Namun Alih-alih berhenti di parc ferme, Martin langsung melaju ke pit Pramac dan berlutut minta diberi air. Upacara podium ditunda dan Martin melewatkan konferensi pers pasca balapan. Sebenarnya apa yang terjadi ??
“ Percayalah aku membalap dengan segenap 100% kekuatanku. Aku mengalami dehidrasi pada 8 lap tersisa. Jadi sangat sulit untuk menyelesaikan balapan, meski aku mampu menjaga kecepatan dengan baik. Akhirnya di lap terakhir aku melakukan kesalahan besar karena dehidrasi dan melebar sehingga Fabio menyalipku. Tapi aku bisa menyalip kembali. Jadi aku sangat senang bisa menempati posisi kedua ini…” seru Martin via pesan dari timnya. Waahh serem juga cak kalau beneran dehidrasi. Kenapa ?
Pasti sulit untuk konsentrasi. Apalagi dari beberapa kabar di India dalam helm para pembalap seperti berada dalam tungku air panas. Mereka berkeringat dan membuat kehilangan seluruh badan berjuang keras. Ditambah suhu mesin motor maka boot, racing suit hingga glove adalah sebuah siksaan.
Setelah memangkas keunggulan gelar Bagnaia dalam empat balapan sebelumnya, Martin benar-benar kembali ke perebutan gelar, hanya tertinggal 13 poin dari bintang pabrikan Ducati itu menjelang MotoGP Jepang akhir pekan depan. Dalam pernyataan singkatnya, “Martinator” tidak mengomentari masalah yang terjadi pada ritsleting racing suit kulitnya…
Dia hanya mengomentari posisi perebutan juara dunia yang terbuka: Karena Pecco Bagnaia jatuh tak lama setelah menggusur Martin dari posisi kedua, juara bertahan tim pabrikan Ducati-Lenovo itu kini hanya unggul 13 poin dari rekan Martin..“Kami mengumpulkan beberapa poin. Aku rasa harus menjaga mentalitas yang sama seperti saat kami datang ke sini, kami harus berusaha untuk menang dan kompetitif di setiap sesi. Ini adalah cara untuk mengejar Pecco…” tutup Martin…(iwb)