Sindir Honda – Yamaha, ” Filosofi kami tidak hanya mengikuti satu pembalap… ” seru Bos Ducati
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Caakkk… Seperti yang sampeyan ketahui, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) berhasil menutup musim MotoGP 2021 dengan bertengger di posisi kedua klasemen akhir MotoGP.
- Namun sayangnya, Pecco harus gagal dalam memperjuangkan kemenangan kelimanya padahal poin tersebut sangat penting […]
- Doi berhasil menjadi runner-up mengingat pada paruh musim kedua performanya meningkat dan berhasil menyabet empat kemenangan.
Iwanbanaran.com – Caakkk… Seperti yang sampeyan ketahui, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) berhasil menutup musim MotoGP 2021 dengan bertengger di posisi kedua klasemen akhir MotoGP. Doi berhasil menjadi runner-up mengingat pada paruh musim kedua performanya meningkat dan berhasil menyabet empat kemenangan. Namun sayangnya, Pecco harus gagal dalam memperjuangkan kemenangan kelimanya padahal poin tersebut sangat penting cak untuk menghalangi Fabio Quartararo (Monster Yamaha Energy) dalam mengunci gelar juara MotoGP perdananya…
Meski begitu, kali ini Ducati menjadi favorit juara dunia MotoGP 2022 mengingat performa yang ditunjukkannya begitu mengerikan pada tes pra-musim yang digelar di Jerez lalu. Terlepas dari itu semua cak, Gigi Dall’Igna selaku bos Ducati baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya sempat menuai kritik karena menjelang akhir 2020 lalu doi memutuskan untuk melepas dua pembalapnya yakni Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri baginya namun pada akhirnya semuanya berjalan dengan baik cak…
?Kami telah menciptakan situasi yang sama sekali berbeda karena menjelang akhir musim 2020 kami dikritik karena putus dengan dua pembalap kami. Kami juga memiliki kekhawatiran, tetapi pada akhirnya semuanya berjalan dengan baik” ujar Gigi Dall’Igna via motosan.
Selain itu, Dall’Igna mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki keraguan dan pada awal musim 2021 Ducati tidak memiliki ide yang jelas terkait potensi yang ada di kubu Ducati…
“Satu-satunya masalah adalah bahwa pada awal musim kami tidak memiliki ide yang jelas tentang potensi yang kami miliki. Sebuah hal yang normal jika memiliki keraguan ketika memulai sesuatu yang baru. Tetapi kamu harus memeriksa keraguan ini karena kamu harus memimpin sebuah kelompok dan tidak membiarkan kekhawatiranmu berlalu begitu saja” tambahnya.
Gigi Dall’Igna berbicara tentang filosofi yang agak menyindir Honda-Yamaha cak. Yup, Honda meracik motor tajam buat Marc sedang Yamaha meracik motor cocok hanya untuk Fabio. Ia mengungkapkan bahwa filosofi yang diterapkannya di Ducati tidak hanya untuk membuat motor berdasarkan input dari satu pembalap. Namun, Ducati mengupayakan semua motornya berdasarkan input seluruh rider agar nantinya mesin Desmo bisa cepat untuk semua rider Ducati…
“Filosofiku tidak hanya mengikuti satu pembalap. Aku lebih suka bertaruh pada statistik dan angka. Kemudian, pada saat memecahkan masalah, kami memecahkannya untuk semua pembalap dan bukan hanya untuk satu pembalap” tutup Gigi Dall’Igna….(RA iwb)
Tentang Penulis