Home / Motogp / Sayap prothol bisa kencang…bos Ducati minta data Telemetri Marquez !!
Motogp

Sayap prothol bisa kencang…bos Ducati minta data Telemetri Marquez

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 4 menit
Sayap prothol bisa kencang…bos Ducati minta data Telemetri Marquez
Sayap prothol bisa kencang…bos Ducati minta data Telemetri Marquez — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Iwanbanaran.com – Cakkkkk…bintangnya di sprint Catalunya tetaplah Marquez.
  • Karena dengan kondisi sayap prothol satu, rasanya sulit bagi siapapun untuk mempertahankan kecepatan.
  • Konfirmasi juga dilontarkan Laverty (komentar Motogp) yang menyebut, dengan sayap prothol satu, motor seperti ditarik sebelah saat high speed.

Iwanbanaran.com – Cakkkkk…bintangnya di sprint Catalunya tetaplah Marquez. Karena dengan kondisi sayap prothol satu, rasanya sulit bagi siapapun untuk mempertahankan kecepatan. Konfirmasi juga dilontarkan Laverty (komentar Motogp) yang menyebut, dengan sayap prothol satu, motor seperti ditarik sebelah saat high speed. Motor juga akan gampang wheeli ketika gas dibuka. Dan herannya ini bisa dikontrol Marc dengan baik. Kondisi ini pula yang membuat bos Ducati Gigi Dallílna heran. Konfirmasi dari Marc, Gigi bahkan secara khusus meminta data telemetri Marc untuk dianalisa. Berikut pernyataan lengkap Marc Marquez pasca race sprint….

Marc Marquez sukses melakukan keajaiban di Le Mans dengan mengubah start dari posisi 13 ke 2. Ternyata gaya ini diulang kembali di Barcelona dengan start ke-14 menjadi posisi kedua di Sprint MotoGP Catalan. Ediannya cak…dia melakukannya meski kehilangan satu winglet saat kontak awal dengan Jack Miller. Mungkin benar…..sama dengan pemenang balapan Aleix Espargaro, Marquez mendapat keuntungan dari kesalahan di depan dengan crashnya Raul Fernandez, Brad Binder dan kemudian di lap terakhir Francesco Bagnaia….

Tapi jelas performanya tetaplah luar biasa karena dia harus melewati banyak pembalap didepannya. Dan satu cak yang penting, kondisi aspal Catalunya kemarin super licin. Ini diungkapkan Martin yang akhirnya memilih cari aman ketimbang dlosor. Dengan kemenangan diposisi 14 dan memiliki 1 wing….sontak bos Ducati Gigi Dallílna meminta data telemetri untuk dianalisa…bagaimana bisa Marc bisa tetap kencang mengingat kestabilan motor seharusnya terganggu signifikan….

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

“Kami banyak mengubah set-up motor. Sisi positifnya kami memiliki banyak pebalap Ducati yang cepat di dalam grup. Terkadang mereka menganalisis dataku. Namun Kali ini kami menganalisis di mana kami berada, dan di mana mereka berada. Kami pelan-pelan menyetel motor dan disanalah aku merasa lebih baik.  Masalahnya saat Q1 adalah pertama kalinya [set-up] motor berubah total. Proses adaptasi tidak cukup. Namun saat balapan aku terus berusaha mengukur dan memahami cara mengendarai motor dengan setingan berbeda ini….

“Itu adalah perubahan besar namun sayang sudah terlambat karena besok kami start di posisi ke-14. Dengan menggunakan ban belakang medium [bukan soft], kita lihat saja bagaimana kami bisa mengatasinya. Btw…Hari ini menjadi analisis data yang menarik bagi Gigi (Dallílna) dan timnya [karena] meski tanpa satu sayap pun aku bisa berkendara dengan baik! Memang benar keseimbangan motornya berbeda tetapi salah satu kekuatanku adalah beradaptasi dengan situasi. Meski begitu, aku masih punya ruang untuk memperbaiki di lap cepat. Tapi dalam hal kecepatan balapan, aku sangat dekat dengan Martin dan Bagnaia….

“ Sedang Aleix Espargaro….dia membalap dengan gaya yang sangat berbeda. Aleix ekstrim, Pedro ekstrim, sementara aku ditengah-tengahnya. Kecepatan menikung dan entry corner mereka sangat cepat. Itu mengesankan. Aku tidak tahu seberapa besar risiko yang dia ambil karena dia super cepat di area itu, Acosta banyak bermain dengan tubuhnya. Aku mencoba menirunya di beberapa lap tetapi aku melihat terlalu banyak risiko jadi aku kembali menggunakan gayaku. Untuk titel juara dunia kami masih belum cukup. Jadi aku tidak memikirkannya…

” Karena jika targetmu kesana kamu harus perbaiki semua termasuk kualifikasi yang sekarang menjadi titik lemah kami. Membidik juara dunia kalian tidak bisa seperti ini, start dari grid 2 dan 3 masih mendingan, tapi ini selalu diluar 10 besar yakni 13 dan 14. Jadi kita harus meningkatkan kemampuan time attacking disana kita akan mendapatkan kesempatan lebih banyak (untuk berebut titel juara dunia)” tutup Marc. Btw Marquez terpaut 37 poin dari Jorge Martin. Ducati sendiri kabarnya meminta data telemetri GP23 Marc untuk diteliti dengan harapan ada keuntungan teknis yang bisa dipakai mereka untuk pengembangan GP series dimasa depan….(iwb)

 

Share this article
Post

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Pujian Setinggi Langi Bos Ducati ke Marquez dan Kritikan Pedas ke Pecco….Panas kii !!
Motogp

Pujian Setinggi Langi Bos Ducati ke Marquez dan Kritikan Pedas ke Pecco….Panas kii !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pujian setinggi langit kepada Marc Márquez usai kemenangan impresif sang pebalap di Sirkuit Misano. Namun, di sisi lain, Dall’Igna juga tidak segan-segan melontarkan kritik terbuka terhadap hasil akhir pekan yang diraih oleh Francesco “Pecco” Bagnaia. Kenapa bisa jadi makin melenceng seperti ini […]

September 17, 2026 0 Baca →
Tensi Panas….Ducati Sengaja Sabotase Motor Pecco ??? Gilaaaa sih
Motogp

Tensi Panas….Ducati Sengaja Sabotase Motor Pecco ??? Gilaaaa sih

Iwanbanaran.com – Cakkkk….sepertinya Suasana di paddock kejuaraan dunia MotoGP mendadak memanas setelah sebuah rekaman video di balik layar yang tertangkap kamera penyiar DAZN mengungkap polemik internal antara Francesco “Pecco” Bagnaia dan kubu pabrikan Ducati. Perbincangan tak terduga tersebut mendadak viral karena membongkar adanya dugaan pembatasan teknis yang dialami sang juara dunia dua kali terkait pengaturan […]

September 17, 2026 0 Baca →
Fabio Quartararo akui tidak sabar Jajal Mesin Honda RC214V !!
Motogp Trending

Fabio Quartararo akui tidak sabar Jajal Mesin Honda RC214V !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….seperti yang sampeyan tahu, langkah besar dan penuh risiko tengah dipersiapkan oleh juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo. Setelah menghabiskan sebagian besar karier premier kelasnya bersama Yamaha yang puncaknya berbuah manis berupa gelar juara dunia pada musim 2021. Pembalap berjuluk El Diablo ini memutuskan untuk menanggalkan seragam biru khas pabrikan Iwata demi menerima […]

September 16, 2026 0 Baca →