Home / Motogp / Motogp Classic : Suzuka 1991 GP500 – Kevin Schwantz mengalahkan Mike Doohan, seru cakkk !!
Motogp •

Motogp Classic : Suzuka 1991 GP500 – Kevin Schwantz mengalahkan Mike Doohan, seru cakkk

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 2 menit
Motogp Classic : Suzuka 1991 GP500 – Kevin Schwantz mengalahkan Mike Doohan, seru cakkk
Motogp Classic : Suzuka 1991 GP500 – Kevin Schwantz mengalahkan Mike Doohan, seru cakkk — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Iwanbanaran.com – Cakkkk….kala motor tidak ada traction kontrol (TC), ketika sebuah tenaga super besar tapi hanya menggunakan feeling dalam penyaluran power ke-ban, disaat itulah kita harus acungin jempol buat para ridernya.
  • Era Mike Doohan, Kevin Schwantz, Rainey, Eddie Lawson, W.
  • Gardner dll membikin seru ketika kita menonton balap 500 GP.

Iwanbanaran.com – Cakkkk….kala motor tidak ada traction kontrol (TC), ketika sebuah tenaga super besar tapi hanya menggunakan feeling dalam penyaluran power ke-ban, disaat itulah kita harus acungin jempol buat para ridernya. Era Mike Doohan, Kevin Schwantz, Rainey, Eddie Lawson, W. Gardner dll membikin seru ketika kita menonton balap 500 GP. Pertarungan begitu ketat hingga akhir….

Dalam cuplikan balap Suzuka tahun 1991 dibawah, Kevin Schwantz yang menunggangi Suzuki RGV500 bernaung dibawah tim Lucky Strike mampu nempel ketat Mike Doohan yang nyemplak Honda NSR500. Disini terlihat ternyata Suzuki sejak dulu memang memiliki sasis yang sangat baik. Terbukti tiap tikungan Kevin selalu bisa mendekat dan mempersempit jarak. Baru lintasan lurus diembat oleh Doohan yang saat itu membela tim Honda Rothman…

Asyiknya nihilnya intervensi elektronik atau traction control membuat seluruh pembalap era 90an harus betul-betul menjaga ritme dengan akurat dan tidak sembrono. Schwantz sendiri sering tidak diuntungkan oleh kurang kencangnya tunggangan dibanding Yamaha dan Honda. Tapi berkat kepiawaiannya, balap Suzuki 1991 menjadi titik balik bersejarah bagi tim Lucky Strike sebab selang dua tahun setelah itu, yakni ditahun 1993, Kevin Schwantz menyabet juara dunia 500cc….

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Sayang karir pembalap yang bernaung dibawah panji Lucky Strike ini harus berakhir ditahun 1994. Gaya balapnya yang sangat berani hingga dijuluki ” Do or die riding style ” membuat doi kecelakaan hebat hingga rehat selama satu tahun. Karena tidak bisa pulih total Schwantz memutuskan mundur dari dunia Grand Prix ditahun 1995. Tapi dunia Motogp mencatat nama Kevin Schwantz sebagai pembalap legendaris dimasanya. Yo wis…monggo intip aja cuplikan aksi mendebarkan mereka di Youtube berikut ini. Goyang dombrettt cakkkk (iwb)

Share this article
Post

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Nakagami bocorkan Feeling new Honda RC214V 850cc….Sangat Bagus ?!
Motogp

Nakagami bocorkan Feeling new Honda RC214V 850cc….Sangat Bagus ?!

Iwanbanaran.com – Cakkk…akhirnya Takaaki Nakagami membagikan pengalamannya yang cukup mengejutkan setelah kembali melompat ke atas motor MotoGP 1000cc konvensional. Pembalap penguji (test rider) HRC tersebut mengakui bahwa dirinya sempat mengalami “kejutan besar” (big shock) saat harus beradaptasi kembali dengan mesin 1000cc setelah berbulan-bulan fokus penuh mengembangkan motor prototipe 850cc untuk regulasi baru MotoGP 2027. Sebab […]

October 17, 2026 • 0 Baca →
Jorge Martin akui Lawan Marc Marquez tidak Mudah…” Dia minim Kesalahan !”
Motogp Trending

Jorge Martin akui Lawan Marc Marquez tidak Mudah…” Dia minim Kesalahan !”

Iwanbanaran.com – Cakkk…..Jorge Martin buka suara soal bedanya bertarung lawan Marc Marquez dan Pecco Bagnaia. Jawabannya bikin IWB manggut-manggut cak. Pembalap Aprilia itu sekarang sedang terkunci dalam duel gelar yang super ketat dengan Marquez. Setelah seri Indonesia akhir pekan lalu, jarak keduanya cuma dua poin dengan lima seri tersisa. Ini jarak yang tercatat sebagai rekor […]

October 16, 2026 • 0 Baca →
Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027 !!
Motogp Trending

Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027 !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…..kabar kurang enak nih buat sampeyan yang sudah muak dengan drama penalti tekanan ban di MotoGP. Isu tekanan ban kembali panas di Mandalika akhir pekan lalu. Pedro Acosta sampai harus sengaja memperlambat dan turun di belakang Marc Marquez berkali-kali cuma buat menaikkan tekanan ban depannya. Jorge Martin juga kehilangan kemenangan sprint karena masalah […]

October 16, 2026 • 0 Baca →