Moto3 Test : Veda Ega Pratama Bikin Geger Portimao….masuk top Rider !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….Sinyal positif terpancar dari lintasan Autodromo Internacional do Algarve, Portugal. Pembalap masa depan Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi memulai debutnya dalam rangkaian tes pramusim Moto3 2026. Di bawah bendera Honda Team Asia, Veda langsung mencuri perhatian dengan menembus jajaran elit 10 besar. Veda Ega Pratama Bikin Geger Portimao….Kencang cakkk !!!
Tampil sebagai rookie (pendatang baru), Veda menunjukkan adaptasi yang luar biasa cepat di atas Honda NSF250RW. Berdasarkan data tes tanggal 10 Februari 2026, Veda berhasil menduduki posisi ke-7 dengan catatan waktu terbaik 2 menit 02,545 detik.
Pencapaian ini sangat signifikan karena Veda berhasil mengungguli beberapa nama yang lebih berpengalaman maupun rival beratnya di kawasan Asia:
-
Ia unggul atas rekan setimnya, Zen Mitani (Jepang), yang terdampar di posisi ke-18.
Ia juga lebih cepat dari pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang berada di posisi ke-11.
Jaraknya dengan pemuncak sesi, Guido Pini, hanya terpaut 1,303 detik—sebuah selisih yang sangat kompetitif untuk ukuran pembalap yang baru pertama kali menjajal sirkuit sekompleks Portimao dengan spesifikasi motor Moto3 penuh.
Mentalitas dan Konsistensi
Sepanjang 24 putaran yang dilahapnya, Veda menunjukkan perkembangan lap time yang konsisten cak. Meski tes sempat dibayangi cuaca yang tidak menentu dan badai di hari-hari sebelumnya, pembalap asal Gunungkidul ini tetap tenang. Media internasional bahkan mulai melirik gaya balapnya yang dinilai stabil dan tidak panik meski menghadapi guncangan di kecepatan tinggi.
kekuatan Veda Ega Pratama vs Zen Mitani
Veda Ega Pratama dan Zen Mitani berdasarkan data tes di Portimao 2026. Perbandingan ini sangat menarik karena keduanya adalah talenta muda terbaik dari Asia (Indonesia vs Jepang) yang bernaung di bawah struktur tim yang sama. Dan inilah gambaran kekuatan Veda vs Mitani…
| Metrik Perbandingan | Veda Ega Pratama (#9) | Zen Mitani (#32) | Selisih (Gap) |
| Posisi Klasemen Tes | Ke-7 | Ke-18 | +11 Posisi |
| Waktu Terbaik (Best Lap) | 2:02.545 | 2:05.510 | 2.965 detik |
| Total Putaran (Laps) | 24 Laps | 36 Laps | 12 Laps |
| Kecepatan Rata-rata | 134.90 km/jam | 131.71 km/jam | 3.19 km/jam |
| Lap Terbaik Terjadi di… | Lap ke-15 | Lap ke-35 | – |
Analisis Mendalam
1. Efisiensi Pencapaian Waktu
Veda menunjukkan tingkat efisiensi yang luar biasa. Ia berhasil mencatatkan waktu terbaiknya (2:02.545) hanya dalam 15 putaran (dari total 24 lap). Ini menandakan Veda sangat cepat dalam menemukan feeling pada motor dan limit lintasan. Sebaliknya, Zen Mitani membutuhkan hingga 35 putaran untuk mendapatkan waktu terbaiknya, namun tetap tertinggal hampir 3 detik di belakang Veda.
2. Gap Kecepatan yang Signifikan
Selisih 2,965 detik di level kejuaraan dunia seperti Moto3 adalah jarak yang sangat jauh. Dalam balapan sesungguhnya, selisih 3 detik per lap bisa berarti tertinggal hampir satu lintasan lurus dalam beberapa putaran saja. Hal ini menunjukkan bahwa untuk saat ini, adaptasi Veda terhadap power motor Moto3 dan karakter sirkuit Portimao jauh lebih matang dibanding Mitani.
3. Konsistensi dan Kecepatan Rata-rata
Kecepatan rata-rata Veda mencapai 134.90 km/jam, menempatkannya sejajar dengan pembalap top dari tim Leopard Racing dan Red Bull KTM Tech3. Sementara itu, Mitani berada di angka 131.71 km/jam. Angka ini mempertegas bahwa Veda berani mengambil risiko lebih besar di tikungan-tikungan cepat Portimao yang terkenal memiliki banyak blind crest (puncak buta).
4. Strategi Tes
Meskipun Veda menempuh jumlah putaran yang lebih sedikit (24 lap) dibanding Mitani (36 lap), hasil yang didapat jauh lebih berkualitas. Hal ini mengindikasikan bahwa set-up motor Veda mungkin sudah mendekati ideal lebih awal, sehingga ia tidak perlu memaksakan banyak putaran untuk mencari data dasar.
Kesimpulan
Pada tes kali ini, Veda Ega menang telak dalam persaingan internal Honda Team Asia. Veda berhasil memposisikan dirinya sebagai “ujung tombak” tim, sementara Zen Mitani masih harus berjuang keras untuk memangkas selisih waktu agar bisa kompetitif di barisan tengah. Gimana jika dibandingkan pembalap terkencang saat test yakni Guido Pini ?
Veda Ega vs Guido Pini
Tidak afdol cak kalau kita tidak mencoba membandingkan performa Veda melawan rider terkencang saat test pada kondisi wet kemarin yakni Guido Pini. Dan inilah analisa serta tabel yang bisa IWB sodorkan antara keduanya…
| Parameter | Guido Pini (#94) | Veda Ega Pratama (#9) | Selisih (Gap) |
| Peringkat | 1 (Tercepat) | 7 | 6 Posisi |
| Catatan Waktu | 2:01.242 | 2:02.545 | +1.303 detik |
| Top Speed Rata-rata | 136.35 km/jam | 134.90 km/jam | 1.45 km/jam |
| Total Lap | 32 Lap | 24 Lap | 8 Lap |
| Lap Tercepat di… | Lap ke-30 | Lap ke-15 | – |
Analisis Performa Veda Terhadap Pimpinan Lomba
1. Selisih Waktu (Gap 1.3 Detik)
Di kelas Moto3, selisih 1.3 detik memang terlihat cukup besar dalam satu putaran. Namun, perlu dicatat bahwa Guido Pini menggunakan motor Honda dari tim Leopard Racing, yang secara historis merupakan tim paling dominan dan memiliki data set-up paling matang di kelas ini. Bagi Veda, berada dalam rentang 1 detik dari Leopard Racing pada tes awal adalah pencapaian luar biasa bagi seorang rookie.
2. Efisiensi Lap (Kematangan Strategi)
Satu poin yang sangat menarik adalah kapan waktu terbaik itu dicatatkan:
-
Guido Pini mencetak waktu terbaiknya di Lap ke-30 (menjelang akhir sesi saat suhu lintasan dan kondisi ban mungkin sudah optimal).
-
Veda Ega Pratama mencetak waktu terbaiknya di Lap ke-15 (relatif lebih awal dalam sesinya).

Ini mengindikasikan bahwa Veda memiliki potensi untuk memangkas waktu lebih banyak lagi jika ia melakukan simulasi time attack di putaran-putaran akhir seperti yang dilakukan Pini.
3. Kecepatan Tikungan (Cornering Speed)
Selisih kecepatan rata-rata sebesar 1.45 km/jam menunjukkan bahwa Veda hampir menyamai kelincahan Pini di sektor-sektor teknis Portimao. Portimao adalah sirkuit “Roller Coaster” yang sangat menuntut keberanian di tikungan cepat. Angka 134.90 km/jam membuktikan Veda sudah memiliki nyali yang setara dengan para pembalap papan atas Eropa.
Melihat catatan waktu 2:02.545 yang menempatkannya di posisi ke-7 pada hari tes tersebut, Veda diprediksi kuat akan mengamankan posisi di Row 3 atau Row 4 (Posisi 7 hingga 12).
-
Skenario Optimis: Jika Veda mampu memangkas selisih 0.3 – 0.5 detik lagi melalui simulasi slipstream (mencuri angin di belakang pembalap lain), ia berpeluang menembus Top 5.
-
Skenario Realistis: Mengingat ini adalah musim debutnya, posisi 7 hingga 10 adalah target yang sangat masuk akal dan sangat aman untuk memulai balapan.
Ada tiga faktor utama yang mendukung prediksi ini:-
Kecepatan Sektor (Consistency): Veda mencatatkan waktu terbaiknya di Lap ke-15, jauh sebelum sesi berakhir. Ini menunjukkan ia punya “base pace” yang solid tanpa harus menunggu kondisi lintasan paling ideal.
-
Kesenjangan dengan Grup Depan: Selisihnya dengan posisi ke-5 (Adrian Fernandez) hanya 0.116 detik. Di kualifikasi Moto3 yang sangat rapat, selisih sekecil ini seringkali ditentukan oleh strategi towing atau tarikan angin di lintasan lurus.
-
Adaptasi Sirkuit: Portimao adalah sirkuit teknis dengan banyak perubahan elevasi. Keberhasilan Veda masuk 10 besar di sini membuktikan ia memiliki pemahaman geometri sirkuit yang setara dengan pembalap Eropa.
Last…Satu hal yang perlu diwaspadai Veda saat kualifikasi sesungguhnya adalah “Traffic”. Di Moto3, banyak pembalap melambat untuk mencari tarikan angin. Jika Veda bisa mendapatkan slipstream dari pembalap berpengalaman seperti Guido Pini (Leopard Racing), catatan waktunya diprediksi bisa turun ke angka 2:01.8xx – 2:01.9xx. Pada tes kali ini, Veda Ega Pratama menang telak dalam persaingan internal Honda Team Asia. Veda berhasil memposisikan dirinya sebagai “ujung tombak” tim, sementara Zen Mitani masih harus berjuang keras untuk memangkas selisih waktu agar bisa kompetitif di barisan tengah. Semoga pada kondisi kering nanti Veda lebih tajam…gooo merah putihh !! (iwb)
-
