Moto3 Race Sepang : Veda Acak-acak Malaysia…Podium 2 mengalahkan Carpe, Hakim dan Almansa
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Tampil di ajang bergengsi kelas Moto3 pada Petronas Grand Prix of Malaysia, Veda berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu talenta paling diperhitungkan di kancah internasional.
- Memulai balapan dari posisi start ke-8, Veda menunjukkan […]
- Cakkk….Dunia balap motor kembali bergemuruh menyaksikan performa luar biasa pembalap muda Indonesia kebanggaan kita, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia).
Iwanbanaran.com – Cakkk….Dunia balap motor kembali bergemuruh menyaksikan performa luar biasa pembalap muda Indonesia kebanggaan kita, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia). Tampil di ajang bergengsi kelas Moto3 pada Petronas Grand Prix of Malaysia, Veda berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu talenta paling diperhitungkan di kancah internasional. Memulai balapan dari posisi start ke-8, Veda menunjukkan mentalitas baja dan konsistensi tingkat tinggi untuk menyudahi 15 lap perlombaan di posisi ke-2, berdiri di podium kehormatan di belakang Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) yang keluar sebagai juara pertama. Veda Ega Goncang Malaysia…Podium 2 mengalahkan Carpe, Hakim dan Almansa !!
Jika melihat lembar data resmi Classification After 15 Laps = 83.145 KM, Veda Ega Pratama membukukan total waktu balapan 33’11.368, hanya terpaut +3.734 detik dari sang juara Maximo Quiles. Sementara itu, jika membedah data Fastest Lap of Each Rider, Veda mencatatkan waktu terbaik pribadi di angka 2’11.260 pada lap ke-3 dari total 15 lap. Menariknya, jika dibandingkan dengan pemegang lap time tercepat di balapan tersebut yaitu Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) yang mencatatkan waktu 2’10.967, selisih kecepatan puncak Veda di satu lap tunggal sangat tipis, yakni hanya terpaut sekitar 0,293 detik saja. Kunci kesuksesan Veda finis di posisi kedua bukanlah semata-mata karena ia memegang rekor lap tercepat mutlak, melainkan karena konsistensi pace balap yang sangat stabil di setiap lapnya serta minimnya error saat berada dalam rombongan grup depan yang sangat padat cak…
Drama Pertarungan Sengit: Menaklukkan Tuan Rumah & Rival Eropa
Menempati posisi finis di podium kedua dari grid ke-8 tentu bukan perkara mudah. Veda harus melakoni pertarungan jarak dekat (dogfight) yang sangat ketat melawan nama-nama besar dan jagoan lokal:
-
Menundukkan Hakim Danish (Pembalap Tuan Rumah): Tekanan besar tentu dirasakan ketika harus bertarung di hadapan publik pendukung pembalap tuan rumah Malaysia, Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI). Danish yang start dari posisi lebih baik sempat menjadi ancaman serius dan mencatatkan fastest lap 2’11.226 (tepat satu tingkat di atas Veda dalam daftar fastest lap). Namun, Veda mampu meredam tekanan psikologis tersebut, menjaga ritme ban, dan cerdik membaca celah hingga akhirnya sukses mengamankan posisi finis di depan Danish yang harus puas di peringkat ke-4 dengan selisih waktu tipis (+4.410 detik).
Duel Ketat dengan Alvaro Carpe & David Almansa: Di barisan depan, Veda terlibat pertarungan sengit melawan para pembalap Spanyol yang dikenal agresif seperti Alvaro Carpe (P3) dan David Almansa (P5). Meskipun Carpe memegang catatan fastest lap tercepat secara keseluruhan (2’10.967), Veda mampu mengimbangi racing line mereka. Ketenangan Veda dalam mengeksekusi tikungan (cornering entry & exit) membuatnya tidak terpancing untuk melakukan kesalahan fatal, sehingga ia mampu menyodok ke posisi dua besar, mengungguli Carpe dan Almansa saat bendera finis dikibarkan.
Jika IWB lihat cak….Veda kali ini sangat cakap menjaga ban dengan ritme yang sangat konsisten. Veda tahu persis kapan harus menekan di awal lap (terbukti dengan catatan waktu 2’11.260 pada lap ke-3) dan kapan harus menghemat daya cengkeram ban (tire preservation) agar tidak kedodoran di lap-lap akhir. Veda juga memiliki kecerdasan taktis….memulai dari posisi ke-8 menuntut Veda untuk melakukan gained position secara efektif sejak lap pertama tanpa harus terseret insiden crash yang sering terjadi di rombongan tengah. Veda menunjukkan kedewasaan dalam memilih posisi, membiarkan rival saling bergesekan, lalu mengambil keuntungan dari celah yang ada. Luarrr biasaaa…
Last…..Race Sepang Malaysia dimana Veda mampu finish ke 2 dibelakang Quiles serta mengalahkan dog fight dengan para pembalap bagus seperti Almansa, Carpe dan Hakim memberikan bukti ketajaman bocah asal gunung kidul ini. Ditambah Kolaborasi solid dengan motor Honda miliknya memberikan stabilitas optimal saat melakukan pengereman keras (hard braking) di Sirkuit Sepang yang memiliki karakter trek lurus panjang dipadu tikungan patah-patah. Hasil impresif di Sepang ini sekali lagi menegaskan bahwa Veda Ega Pratama memiliki masa depan yang sangat cerah di kancah balap grand prix dunia. Konsistensi, determinasi, dan kecerdasannya di atas lintasan membuatnya layak disandingkan dengan para pembalap muda top dunia lainnya. Brilian, Veda! juozz gandozzz !! (iwb)
Tentang Penulis
Publisher & Editor • sejak 2009
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!