Mengejutkan….Jorge Lorenzo pensiun ternyata gara-gara Pajak !!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…siapa yang nggak mengenal sang paduka Lorenzo. Kini yang terbaru….Mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, mengungkapkan pengakuan mengejutkan mengenai faktor yang mendorongnya untuk pensiun dari dunia balap pada akhir musim 2019. Dalam sebuah wawancara terbaru (Januari 2026), pria asal Mallorca ini mengungkapkan bahwa tekanan berat dari otoritas pajak Spanyol merupakan salah satu penyebab utama ia kehilangan fokus dan akhirnya memutuskan untuk berhenti di usia 32 tahun…
Selama ini, publik mengetahui bahwa cedera punggung serius dan kesulitan beradaptasi dengan motor Honda adalah alasan utamanya pensiun. Namun, Lorenzo kini membuka tabir lain yang menghancurkan mentalnya di balik layar.
“Salah satu alasan saya pensiun adalah karena stres akibat masalah dengan otoritas pajak,” aku Lorenzo. “Ini adalah perang yang menguras energi saya selama bertahun-tahun.”
Tekanan yang Melelahkan Secara Mental
Lorenzo menjelaskan bahwa selama periode 2013 hingga 2016, otoritas pajak Spanyol menuduhnya melakukan penggelapan pajak dengan mengklaim bahwa tempat tinggalnya di Swiss hanyalah kediaman formalitas. Mereka menuntut pembayaran sebesar 35 juta Euro (sekitar Rp590 miliar).
“Pemerintah menuntut jutaan euro dari saya, dan mereka mewajibkan uang itu harus disetor di muka. Ini sangat mengganggu pikiran saya, bahkan saat saya sedang memacu motor dengan kecepatan 300 km/jam,” jelas Lorenzo. Ia juga menambahkan bahwa stres tersebut berdampak buruk pada kesehatan fisiknya, termasuk mengalami gejala kerontokan rambut dan janggut akibat tekanan mental yang konstan.
Kemenangan di Pengadilan
Meskipun akhirnya Lorenzo memenangkan kasus tersebut di pengadilan (antara tahun 2021 hingga 2023) yang membuktikan bahwa ia memang benar-benar tinggal di Swiss, kerugian secara emosional sudah terlanjur terjadi.
“Kami berhasil membuktikannya dan hakim menyatakan saya tidak bersalah. Hari itu adalah salah satu hari terbaik dalam hidup saya, bahkan lebih membahagiakan daripada memenangkan kejuaraan dunia,” tuturnya.
Dampak pada Performa di Honda
Lorenzo mengakui bahwa kombinasi antara rasa sakit fisik akibat cedera dan gangguan mental dari kasus pajak membuatnya tidak bisa tampil maksimal saat membela tim Repsol Honda. Penurunan performa tersebut membuatnya merasa bahwa hidup bukan lagi tentang kenikmatan membalap, melainkan penderitaan.
“Masalah dengan otoritas pajak itu membuat saya tidak bisa lagi fokus pada pekerjaan saya. Pada akhirnya, itulah yang mendorong saya keluar dari MotoGP, bukan hanya faktor motor atau usia.”…serunya. Sebuah fakta mengejutkan yang baru saja kita ketahui. Hhmm….edian juga ya cak, ternyata negeri Spanyol juga gila pajak….mumet ndaseee tenan !! (iwb)