Marc Marquez pastikan tidak Gentar dengan Aprilia !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk…sebuah video dokumenter dirilis MotoGP menyoroti Marc Marquez yang menjadi juara dunia namun setelah itu cedera hingga tidak membalap sejak Mandalika. Dan setelah itu bintangnya adalah Marco Bezzecchi yang berhasil mengoleksi 3 kemenangan musim ini. Namun siapa menyangka bahwa Marc memastikan tidak gentar dengan para rival, termasuk Aprilia tentunya. IWB terjemahkan dari video lengkap MotoGP, inilah pertanyaan lengkap Marc Marquez….
“Juara dunia musim ini menurutku sangat penting. Karena dalam kejuaraan ini, aku berjuang melawan banyak hal. aku berjuang melawan diriku sendiri, dan itu adalah pertarungan yang paling sulit. Aku mengubah banyak hal untuk mencapainya. Di dalam diriku, ini lebih dari sekadar kejuaraan. Aku senang, Aku dalam kondisi bagus, dan saat ini para dokter senang. Jadi, ini yang paling penting, bahwa cedera baru ini tidak memengaruhi cedera-cedera sebelumnya…
” Fakta bahwa Aku cedera diakhir musim membuat para dokter, fisioterapis, dan Aku memiliki semua langkah yang lebih terencana dengan kehati-hatian ekstra. Cedera ini datang di saat yang kurang tepat karena seharusnya ini adalah waktu untuk merayakan, tetapi ini juga datang di waktu terbaik, karena semuanya sudah selesai, semuanya sudah tertutup dari musim ini. Dan dari musim ini, Aku mengambil beberapa pelajaran. Aku tidak akan memberitahukannya kepada kalian karena dengan wawancara ini, lawan-lawanku bisa mendengarnya. Tetapi… pada akhirnya, yang paling penting adalah kecepatan. Jika Kamu memiliki kecepatan, jika kamu cepat, maka lebih mudah untuk mengendalikan situasi.”…
“Ini adalah Marc yang berbeda. Aku tidak akan mengatakan ini adalah Marc yang terbaik, karena Marc yang lain (dulu) juga menang. Ini adalah Marc yang sama namun dengan poin-poin kuat yang berbeda. Jadi, sekarang Aku punya, katakanlah, lengan yang berbeda, kondisi fisik yang berbeda, mentalitas yang berbeda. Kamu harus beradaptasi. Maksudku, Kamu tidak bisa membalap dengan cara yang sama seperti tahun 2013. Bagiku, GP yang paling penting adalah Qatar. Aku datang dari GP Austin di mana Aku membuat kesalahan besar, dan kemudian di Qatar, boom…37 poin di Sprint dan Main Race di sirkuit yang sulit bagi gaya balapku. Jadi, di sanalah Aku mulai menyadari bahwa aku bisa juara dunia….

” Tahun ini, kami melakukan sesuatu yang luar biasa dalam sejarah MotoGP. Tapi Kami membutuhkan Pecco untuk kembali ke levelnya karena dia sangat sensitif pada motor dan itu akan sangat membantu untuk masa depan. Bagiku, kecepatan Pecco ada di sana. Dia menunjukkannya dalam beberapa sesi latihan, di beberapa balapan. Di [Mugello] GP, apa yang dia lakukan, 37 poin dimenangkan disaat Aku berusaha keras namun tidak mampu mengejarnya. Terkadang, hanya dua bulan sudah cukup untuk me-reset segalanya. Jadi, Desember dan Januari akan menjadi waktu terbaik bagi Pecco untuk me-reset segalanya dan memulai kembali di tes Malaysia.”…
” Btw..Aku sangat, sangat berterima kasih kepada Gigi Dall’Igna, dan kepada Ducati, karena pada akhirnya, ini adalah tim yang memberiku kesempatan untuk menunjukkan bakatku. Mereka menunjukkan bahwa mereka percaya padaku, dan aku tahu mereka mengambil keputusan yang sangat penting dan sangat sulit bagi mereka, yaitu memindahkanku ke tim pabrikan. Ya, kemudian dengan Jez (Bos Tim), kami bekerja sama, tetapi mentalitasnya adalah yang terbaik untuk menjadi bos tim karena dia mengatur segalanya dengan cara yang benar, dia mengendalikan situasi dengan cara yang benar.”…
“Tetapi kita adalah manusia, dan ya, tentu saja, di beberapa sirkuit kamu memiliki keraguan. Tapi berada di tim pabrikan kamu harus berjuang untuk kejuaraan. Btw Aprilia dan KTM tumbuh pesat, semakin baik, dan Honda membuat langkah besar dari paruh pertama musim hingga sekarang. Ya…inilah MotoGP, ini adalah racing. Namun Aku tidak khawatir karena di Ducati, aku berada di tim terbaik dan memiliki motor terbaik. Musim 2026 akan menjadi musim yang menarik, tidak hanya di kejuaraan di lintasan, tetapi juga di luar lintasan, di area paddock serta trek…
” Cukup mudah untuk memprediksi motor mana atau proyek mana yang terbaik untukmu, tetapi tidak ada yang bisa menjanjikan motor mana yang akan menjadi yang terbaik. Kalian harus mengikuti nalurimu. Dan Jika aku terus sebagai pembalap, itu karena Aku pikir Aku bisa menang. Jika tidak, Aku akan pensiun. Berjuang untuk kejuaraan, ini adalah tujuan utama, dan itu harus menjadi tujuan. Aku menerima untuk mendapatkan tekanan di pundakku yakni kembali menjadi juara dunia tahun depan..” tutup Marc….(iwb)