Maaf Pertamina! kali ini iklanmu aku cuekin… —
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Siapa yang tidak mau menjadi warga negara baik membantu pemerintah dalam meminimize subsidi bahan bakar premium.
- Tapi apa mau dikata, kenaikan pertamax yang mencekik leher dibarengi inflasi yang makin menggila, pelan tapi pasti menggerogoti pendirian……..
Siapa yang tidak mau menjadi warga negara baik membantu pemerintah dalam meminimize subsidi bahan bakar premium. Tapi apa mau dikata, kenaikan pertamax yang mencekik leher dibarengi inflasi yang makin menggila, pelan tapi pasti menggerogoti pendirian……..
Sudah hampir sepekan Pertamax mengalami kenaikan dari 7900 menjadi 8100. Sedang Pertamaxplus kini berubah harga tembus 8550 dari sebelumnya 8200 (DKI). Begitupun pula SPBU kerang (Shell) dimana Super (RON 92) menjadi 8100 perliter sedang Super Extra 8600 rupiah perliter. Tekanan akibat gonjang-ganjing politik negara Libya disinyalir memicu naiknya banderol minyak mentah dunia hingga mencapai $100 perbarel. Sebagai biker kita sudah berusaha mengikuti petuah pemerintah guna menghindari premium…yah hitung-hitung biar pembakaran kuda besi? makin bersih dan irit. Tapi tercatat mulai kemarin iman runtuh tak kuasa membendung keinginan untuk membeli premium. Padahal sejak Oktober tahun kemarin sikebo belum pernah sekalipun dijejali bensin oktan 90……
Mau nggak mau hal ini kudu dilakukan untuk menyiasati gilanya banderol bensin non subsidi. Sebab dengan harga baru, 70ribu hanya mendapatkan 8,6liter. Akhirnya diakali mengoplos Pertamaxplus 40ribu (4,6liter) dan 30ribu premium (6,6liter) sehingga total yang dikucurkan kedalam tanki sikebo menjadi 11,2liter….lumayan nampol sebab beda 2,6liter jika kita murni membeli Pertamax. Lho emang boleh?? yup tidak masalah selama pencampuran dengan produk/SPBU sama yakni kalau bensin produk Pertamina, ya monggo hanya dicampur dengan bensin racikan Pertamina. Sebaliknya kalau beli diShell silahkan campur dengan bensin produk Shell. Kenapa begitu?? sebab ibarat makanan adonan dan resep masing-masing produsen juga beda. Jadi jika dicampur silang dikuatirkan kinerja/pembakaran yang dihasilkan tidak maksimal. Dan terbukti….mesin sikebo tetap terasa halus dan responsif……
Anyway…apapun alasannya sebagai biker kita tetap membutuhkan bensin subsidi. Karena rata-rata kuda besi yang berseliweran dijalan raya memang digunakan untuk aktifitas sehari-hari. Contohnya saya pribadi dimana average-usage jarak tempuh sehari sekitar 90km. Coba kalau memakai kendaraan roda 4, opo ora nangis bombai gara-gara cuma memikirkan masalah bensin. Toh kita malah membantu saving-energy lho. Bayangin aja…mobil butuh 6 liter untuk menempuh 90km sedang motor?!..2 liter cukup. Iyo ora…..jadi maaf Pertamina. Kalau ini saya harus nyuekin iklanmu. Please forgive me.……(iwb)
Tentang Penulis
Publisher & Editor • sejak 2009
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!