Kompilasi Komparasi speedometer vs GPS versi Otomotif… —
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Bro dan sis sekalian…..seperti yang sudah kita tahu, pabrikan sengaja menyeting speedometer agar lebih kencang dibanding real speed berdasarkan GPS.
- Hal ini disengaja sebagai safety supaya biker mengendurkan kecepatan saat melaju diatas normal.
- Untuk pengukuran akurasi kecepatan real, biasanya para tester menggunakan racelogic.
Bro dan sis sekalian…..seperti yang sudah kita tahu, pabrikan sengaja menyeting speedometer agar lebih kencang dibanding real speed berdasarkan GPS. Hal ini disengaja sebagai safety supaya biker mengendurkan kecepatan saat melaju diatas normal. Untuk pengukuran akurasi kecepatan real, biasanya para tester menggunakan racelogic. Alat ini merupakan standart pengukuran dalam uji performa?dan dipercaya cukup akurat sebab racelogic menggunakan sensor satelit. So….jangan heran jika media sekelas Otomotif memiliki data komparasi kecepatan speedometer vs racelogic seluruh unit yang pernah mereka tes. Dan inilah kompilasi yang mereka jabarkan…..
Deviasi atau penyimpangan disengaja oleh pabrikan. Tindakan berhubungan dengan psikologi untuk safety. Biasanya pada kecepatan rendah kalibrasi cenderung lebih real dan pada high speed?lebih besar.?Deviasi antara speedometer vs GPS bervariasi yakni antara 6 % hingga 10 %. Tiap produk dan pabrikan mempunyai regulasi serta policy sendiri besarnya deviasi. Nah…dari tabel screenshot Otomotif terlampir bisa mzbro intip secara detil…..persentase penyimpangan sang kuda besi. Silakan klik lampiran dibawah…..

Data yang disodorkan diatas hampir semua merupakan tes top speed. Dari data diatas pula bisa kita lihat…..Suzuki Shooter 115 ternyata mempunyai kalibrasi speedometer hampir mendekati GPS.?Begitu juga dengan Kawasaki Z250, Pulsar200NS, X-Ride serta new Megapro FI. Semuanya dibawah 5 %. Sedang penyimpangan terbesar disandang Yamaha Force, Vespa S150 serta CBR150R. Ketiga produk ini menurut data terjadi penyimpangan 10-11 %. Jelas dari sana bisa kita simpulkan….speed on speedo tidak bisa kita jadikan patokan sahih sebab masing-masing motor diseting tidak sama. Bahkan produk dalam satu pabrikanpun. Namun yang patut diingat……seluruh tindakan pabrikan diatas adalah untuk safety bukan yang lain. Jadi ketimbang biker pecicilan betot gas terus, mending dibuat lebay supaya mempengaruhi psikologis pengendara. Btw data diatas adalah rekam komparasi milik Otomotif. Semoga bisa dijadikan panduan dan gambaran. Maturnuwunnn……(iwb)
Tentang Penulis
Publisher & Editor • sejak 2009
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!





