Promo banner Iwanbanaran
Home / Motogp / Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027
Motogp •

Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027

Cakkk…..kabar kurang enak nih buat sampeyan yang sudah muak dengan drama penalti tekanan ban di MotoGP.
Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 3 menit
Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027
Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027 — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Cakkk…..kabar kurang enak nih buat sampeyan yang sudah muak dengan drama penalti tekanan ban di MotoGP.
  • Isu tekanan ban kembali panas di Mandalika akhir pekan lalu.
  • Pedro Acosta sampai harus sengaja memperlambat dan turun di belakang Marc Marquez berkali-kali cuma buat menaikkan tekanan ban depannya.

Iwanbanaran.com – Cakkk…..kabar kurang enak nih buat sampeyan yang sudah muak dengan drama penalti tekanan ban di MotoGP. Isu tekanan ban kembali panas di Mandalika akhir pekan lalu. Pedro Acosta sampai harus sengaja memperlambat dan turun di belakang Marc Marquez berkali-kali cuma buat menaikkan tekanan ban depannya. Jorge Martin juga kehilangan kemenangan sprint karena masalah serupa. Acosta sampai ngomel cak: “pembalap terlihat seperti keledai.” Celakanya cak….Pirelli ternyata dipaksa akan Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027 !! Lhoo kok iso ???

Biar sampeyan paham, aturan ini lahir setelah tim-tim main di celah regulasi tekanan ban sejak 2022. Atas rekomendasi Michelin, MotoGP akhirnya bikin aturan tegas: pembalap harus menyelesaikan minimal 30% sprint dan 60% balapan utama dengan tekanan ban depan di atas batas minimum 1,8 bar. Kalau gagal? Penalti waktu 8 detik untuk sprint dan 16 detik untuk balapan utama. Nggak heran cak, pembalap jadi sibuk ngatur ban daripada ngatur balapan.

Pirelli Mau Ubah, Tapi Katanya Dipaksa Tetap Lanjut

Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027Nah ini bagian pentingnya. Mantan crew chief MotoGP, Ramon Forcada, membocorkan sesuatu di podcast Duralavita. Katanya begini cak: “Dari yang saya dengar, Pirelli ingin melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda. Saya diberitahu oleh Pirelli akan ada regulasi, tapi tidak akan ada penalti pasca-balapan atau perubahan hasil karena tekanan.”

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Caranya sebenarnya gampang menurut Forcada: cek tekanannya sebelum balapan, lalu verifikasi di grid. Masalahnya, verifikasi di grid sangat rumit karena faktor suhu. Analoginya seperti cek bahan bakar cek sejam sebelum balapan, segel tangki, selesai.

Tapi cak, kenyataannya begini: “[Mereka akan tetap memberi penalti] karena mereka dipaksa. Dan lagipula, saya kira mereka tidak mau masuk seperti banteng di toko pecah belah.”

Jadi meski Pirelli mau menghapus penalti, mereka terpaksa mempertahankannya demi stabilitas regulasi.

Pirelli Punya Peluang Lebih Baik

Sebenarnya cak, Pirelli punya modal bagus. Mereka sudah pasok ban di WorldSBK dan Moto2, dan desain untuk MotoGP kabarnya tidak berbasis keduanya—tapi DNA-nya mirip. Yang Kacauuu…Pirelli di Paksa Tetap terapkan Peraturan ” Tire pressure” di 2027bikin optimis: mulai 2027, MotoGP pakai mesin 850cc tanpa ride height device. Artinya beban dan panas pada ban depan bakal lebih terkendali dibanding era sekarang.

Tapi cak, ada catatan pahit. Michelin sebenarnya sudah berencana bikin ban depan baru untuk 2026 yang bisa menghindari masalah tekanan ini. Prototipe sudah dibawa ke tes Misano 2024, awalnya mau dipakai 2025. Masalahnya, tim cuma menghabiskan setengah jam mengujinya—tidak cukup untuk dipakai dengan aman. Akhirnya ditunda ke 2026, lalu dibatalkan total karena kontrak Michelin tidak diperpanjang.

Last….andai MotoGP dulu lebih serius melibatkan tim untuk menguji ban itu, drama Mandalika kemarin mungkin tidak perlu terjadi. Sekarang Pirelli masuk dengan niat baik, tapi tetap “dipaksa” meneruskan penalti yang dibenci semua orang. Jadi cak, apakah tahun 2027 nanti tekanan ban masih jadi momok? Jawabannya: kemungkinan besar iya, setidaknya di awal. Semoga Pirelli dan Dorna bisa duduk bareng dan mencari jalan tengah yang tidak bikin pembalap jadi keledai. Btw…Sampeyan setuju penalti tekanan ban dihapus cak? Tulis di komentar! (iwb)

Bagikan artikel
WhatsApp X

Tentang Penulis

Iwanbanaran
Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Iwanbanaran.com Makin Komplit….Kini Pantau MotoGP Sampai ke Akar Rumput, Cakkk…!!
Motogp Trending

Iwanbanaran.com Makin Komplit….Kini Pantau MotoGP Sampai ke Akar Rumput, Cakkk…!!

Iwanbanaran.com – Cakkk…IWB tahuuuu, banyak dari sampeyan yang masih suka baca. Lawong sekarang wae masih dapat jutaan perbulan viewsnya cak. Nahh…tentunya untuk memberikan apresiasi dan biar sampeyan makin betah di Blog kini, Ada fitur-fitur baru yang bikin sampeyan nggak perlu buka situs lain buat cek jadwal atau klasemen Motogp. Penasaran apa aja? Mari kita bedah […]

November 5, 2026 • 0 Baca →
Kesal…Marc Marquez Bisa Pensiun Lebih Cepat? Ada Sinyal Bahaya dari Paddock !!
Motogp Trending

Kesal…Marc Marquez Bisa Pensiun Lebih Cepat? Ada Sinyal Bahaya dari Paddock !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….Kabar mengejutkan datang dari paddock MotoGP. Carlo Pernat, sosok veteran yang sudah puluhan tahun malang-melintang di dunia balap, ngasih peringatan serius: Marc Marquez bisa saja meninggalkan MotoGP lebih cepat dari yang dibayangkan. Bukan karena performa menurun, tapi karena tekanan hidup sebagai pembalap makin lama makin brutal. Lho kok bisaaaa ?? simak penjabaran mbah […]

November 4, 2026 • 0 Baca →
Ini dia Daftar pembalap yang Resmi Absen MotoGP Qatar 2026 !!
Motogp Trending

Ini dia Daftar pembalap yang Resmi Absen MotoGP Qatar 2026 !!

Iwanbanaran.com – Cakkkk… Drama MotoGP Qatar 2026 ini bukan main-main panasnya, Cak! Yamaha sudah resmi angkat kaki, Dorna murka, dan sekarang kita dihadapkan pada kemungkinan grid paling menyedihkan dalam 15 tahun terakhir. Kalau empat pembalap yang masih menggantung itu ikut rontok, cuma tersisa 13 pembalap yang bakal menggeber motor di Lusail nant. Ini dia Daftar […]

November 4, 2026 • 0 Baca →