Gawattt….Harga Bensin di Filipina sudah tembus 33 ribu/liter, Waduhhhh !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkk….kayaknya perang Iran-Amerika/Israel mulai memberikan dampak signifikan pada pasokan BBM. Baru-baru ini seperti dilansir BBC…Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., secara resmi mendeklarasikan “Keadaan Darurat Energi Nasional” sebagai respons terhadap konflik yang semakin memanas di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Langkah ini diambil menyusul ancaman nyata terhadap pasokan bahan bakar negara yang kini berada dalam level bahaya. Tahu nggak sampeyan…harga BBM disana kini sudah tembus 33 ribu/liter….duhhh ngiluuuu !!!
Beda dengan Indonesia yang masih cenderung ditahan, ternyata Filipina sudah mulai terguncang dengan dampak Penutupan selat Hormuz. Dalam perintah eksekutif yang ditandatangani baru-baru ini, Presiden Marcos Jr. menyoroti dampak destruktif dari penutupan Selat Hormuz—jalur pelayaran vital global—yang telah menyebabkan guncangan hebat pada pasar energi dunia. Filipina sangat rentan terhadap krisis ini karena sekitar 98% pasokan minyak mentahnya bergantung pada pengiriman yang melewati Teluk Persia. Laporan menyebutkan bahwa Filipina saat ini diperkirakan hanya memiliki cadangan bahan bakar untuk sekitar 45 hari ke depan…
Akibat krisis energi dan penutupan Selat Hormuz, harga bensin di Filipina melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat dari harga normal. Berdasarkan laporan terbaru per 25 Maret 2026, berikut adalah rincian harganya jika dikonversi ke Rupiah:
Harga Bensin di Filipina (Maret 2026)
-
Harga per Liter (PHP): Diperkirakan berada di kisaran 100 – 120 Peso (PHP) per liter untuk bensin standar (sebelumnya di kisaran 50–60 PHP).
Kurs Konversi: 1 PHP ≈ Rp282
Harga dalam Rupiah: Sekitar Rp28.200 – Rp33.840 per liter.
Perbandingan Harga di Filipina vs Indonesia
| Jenis BBM | Filipina (Estimasi Rupiah) | Indonesia (Pertamina) |
| Bensin (RON 95) | ± Rp31.500 | Rp12.300 (Pertamax) |
| Diesel | ± Rp25.300 | Rp6.800 (Biosolar) |
Mengapa Begitu Mahal?
-
Ketergantungan Impor: Filipina mengimpor hampir 98% kebutuhan minyaknya, sehingga harga langsung mengikuti pasar dunia tanpa “bantalan” subsidi sekuat Indonesia.
-
Kenaikan Beruntun: Di Maret 2026 saja, terjadi kenaikan harga bensin berturut-turut selama 9 minggu, dengan lonjakan terakhir mencapai 13 Peso (±Rp3.600) dalam satu kali kenaikan saja.
Krisis Pasokan: Stok bensin di beberapa pom bensin Filipina dilaporkan mulai menipis (running dry), menyebabkan kepanikan pembeli (panic buying) yang mendorong harga semakin liar.
Konflik tersebut telah memicu kenaikan harga yang drastis di dalam negeri. Harga diesel dan bensin di Filipina dilaporkan telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak perang meletus. Kondisi ini memicu efek domino pada sektor lain:
-
Krisis Pangan: Harga beras telah melonjak lebih dari dua kali lipat karena biaya transportasi dari wilayah pelabuhan ke daerah pedesaan dan perkotaan yang membengkak.
-
Sektor Transportasi: Pengemudi transportasi umum, seperti Jeepney yang menjadi tulang punggung mobilitas jutaan warga Manila, mengaku subsidi dari pemerintah tidak lagi cukup untuk menutupi biaya operasional dan sewa kendaraan.
Kekuasaan Darurat dan Pembatasan
Deklarasi darurat ini memberikan wewenang luas kepada pemerintah tanpa harus menunggu persetujuan Kongres. Wewenang tersebut meliputi:
-
Kendali Distribusi Pangan: Pemerintah berhak mengontrol distribusi makanan untuk mencegah penimbunan dan kelangkaan.
-
Pembatasan Pergerakan: Upaya untuk mengurangi konsumsi energi secara nasional.
-
Kebijakan Kerja: Filipina telah menerapkan kebijakan 4 hari kerja bagi pegawai kantoran dan instruksi penghematan energi di gedung pemerintah (seperti penggunaan tangga alih-alih lift).
Last….Filipina tercatat sebagai negara pertama di dunia yang secara resmi mengumumkan status darurat nasional akibat gangguan pasokan minyak dari konflik Timur Tengah saat ini. Meskipun pemerintah telah menyalurkan subsidi tunai, banyak pihak menilai langkah tersebut hanyalah bantuan sementara yang tidak mampu meredam dampak jangka panjang dari perang yang melibatkan kekuatan besar tersebut. Situasi di Manila saat ini diwarnai dengan antrean panjang warga yang mengantre subsidi dan kekhawatiran akan kelumpuhan total sektor transportasi jika pasokan minyak benar-benar terputus. Hhmm…semoga saja Indonesia aman cak, asli jadi kepikiran juga euy. Piyee dengan sampeyan cak ? (iwb)