Dlosor dengan Ducati..Marquez malah ketawa, lhaaa piyee ??
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk…..menarik ketika media menanyakan perihal kejadian Marc dlosor di T5 Portimao. Marc Marquez mengalami crash dengan Ducati untuk pertama kalinya pada balapan akhir pekan namun masih menyelesaikan Latihan Jumat menjadi pembalap tercepat ketiga di MotoGP Portugal. Yang unik bukannya puyeng dan suntuk, ditanya perihal dlosor dengan Ducati..Marquez malah ketawa, lhaaa piyee ??
Seperti yang sampeyan semua ketahui, Marquez mengakhiri sesi pagi dengan sangat baik namun mengakhiri tes diposisi 3 setelah kehilangan bagian depan Ducatinya di Tikungan 5. Namun, Marc malah tertawa dinyatain perihal crashnya. Btw apa yang terjadi…??
“Kami melakukan sedikit perubahan pada motor untuk memberiku rasa percaya diri. Karena kalau kalian pede maka kalian akan makin pede dan hasilnya akan makin baik. Tujuan kita kesana. Lalu crash tersebut terjadi pada serangan terakhir. Ketika aku berada di belakang pembalap lain dengan Honda, aku merasa lebih baik. Di Ducati aku merasa buruk. Jadi aku mencoba mengelolanya dengan cara yang berbeda. Namun lalu aku kehilangan bagian ban belakang saat masuk tikungan. Crash yang aneh. Aku perlu menganalisanya. Dan aku tahu mengapa aku jatuh. Itu adalah kesalahanku…..
“Saat aku melakukan time attacking, instingku muncul. Aku terbiasa melaju super cepat di ditikungan dengan Honda. Namun dengan Ducati kalian harus mengendarainya dengan cara yang berbeda. Potensinya ada di area lain. Motor bergetar dan kecepatanku terlalu tinggi. Aku mencoba masuk dengan instingku….sambil meluncur, tetapi sekarang aku tahu bahwa itu tidak bisa dilakukan ! Namun aku senang bisa menikmatinya. Aku masuk lima besar, enam, dan aku merasa kompetitif. Aku konsisten dengan waktu putaran. Treknya akan membaik dan aku tahu Pecco dan Martin akan tiba. Dua atau tiga pebalap lebih cepat dari kami. Tapi aku menikmatinya….
“Lebih mudah dari Qatar. Di Qatar aku berjuang lebih keras. Di sini, kepercayaan diri lebih baik. Teknisi Frankie Carchedi memahami gaya berkendaraku dengan lebih baik. Aku memahami motornya dengan lebih baik. Aku memahami apa yang aku butuhkan pada motor ini untuk menjadi cepat. Ini membantu kepercayaan diri dan waktu putaran, serta menjadi cepat. Nilaiku adalah delapan dari 10, menurutu akan 9 jika tanpa crash…” tutup Marc…(iwb)