Cerewet ?…Fabio Quartararo kembali kritisi Yamaha M1 V4…!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk….walau mungkin terkesan cerewet, pembalap andalan Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, memberikan penilaian jujur sekaligus mengkhawatirkan terhadap proyek mesin V4 terbaru Yamaha usai menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia. Meski menjadi era baru yang dinantikan, Quartararo menyebut kenyataan di lintasan menunjukkan bahwa Yamaha masih tertinggal sangat jauh dari para pesaingnya…
Sesi tes ini menjadi momen emosional bagi “El Diablo”. Selain harus berhadapan dengan performa motor yang belum memuaskan, ia juga terpaksa mengakhiri tes lebih awal karena mengalami cedera patah jari tangan akibat kecelakaan di Tikungan 5 pada hari pertama.
Adaptasi Cepat, Hasil Belum Didapat
Quartararo menegaskan bahwa masalah utama bukan pada proses adaptasinya dari mesin Inline-4 ke V4. Ia merasa sudah memahami karakter mesin baru tersebut dengan sangat cepat. Namun, performa murni dari jentera YZR-M1 V4 itulah yang menjadi persoalan besar.
” Tentu saja, saya tidak bisa mengatakan bahwa saya percaya diri dengan motor ini karena kita melihat betapa besarnya kesulitan yang kami alami, kita melihat bahwa catatan waktu kami tidak terlalu bagus. Tetapi satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah memberikan yang terbaik, mencoba membalap hingga batas maksimal saya, dan apa pun posisinya nanti, mencoba melakukan yang terbaik yang saya bisa.”
“KAMI TAHU BAHWA KAMI SANGAT JAUH. Ya, sepenuhnya saya [sudah beradaptasi dengan gaya V4]. Saya langsung merasakan di mana saya harus berubah, di mana saya harus beradaptasi dengan cara yang berbeda. Namun saya pikir V4 kami juga tidak sepenuhnya sama tim lain. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama pada kemampuan menikung (turning), traksi, elektronik, daya cengkeram (grip), dan tenaga (power). Jadi ada banyak hal yang harus disesuaikan. Kami tahu kami tertinggal sangat jauh. Kita bisa melihat betapa cepatnya mereka (rival) di hari pertama. Catatan waktunya sulit dipercaya. Kami harus menerima kenyataan ini dan bekerja lebih keras, karena itu satu-satunya hal yang bisa kami lakukan,.”…keluhnya…
Daftar Panjang Pekerjaan Rumah
Berdasarkan data dan perasaan di atas motor, Quartararo merinci sejumlah area yang menurutnya masih menjadi kelemahan fatal Yamaha dibandingkan Ducati atau KTM:
-
Kecepatan Menikung (Turning): Kelincahan yang dulu menjadi senjata utama Yamaha kini belum terlihat maksimal pada konfigurasi V4.
-
Traksi & Elektronik: Penyaluran tenaga ke roda belakang masih dianggap belum sehalus rival, yang berujung pada catatan waktu yang kurang kompetitif.
Tenaga Murni (Power): Meski sudah berganti konfigurasi mesin, Yamaha masih tercatat kalah top speed hingga 11,7 km/jam dibandingkan KTM pada hari pertama.
Realita yang Pahit
Kekecewaan Quartararo semakin diperparah dengan melihat kecepatan para rival yang langsung mencatatkan waktu luar biasa sejak hari pertama. Saat para pesaing mampu menembus angka 1 menit 56 detik, Yamaha masih tertatih untuk mengejar jarak 0,8 hingga 1 detik.
Kendala Teknis di Garasi
Nasib sial Yamaha di Sepang tidak berhenti pada cedera Quartararo. Pada hari kedua, garasi Yamaha sempat ditutup rapat karena adanya masalah teknis serius pada mesin V4 yang juga dialami oleh rekan setimnya, Alex Rins, dan rookie Toprak Razgatlioglu. Hal ini membuat Yamaha kehilangan waktu pengujian yang sangat berharga untuk mengumpulkan data.
Kini, fokus utama Quartararo adalah memulihkan cederanya agar bisa tampil fit dalam tes pramusim selanjutnya di Buriram, Thailand pada 21-22 Februari mendatang. Tes tersebut akan menjadi penentu apakah Yamaha mampu memberikan solusi instan sebelum musim kompetisi benar-benar dimulai….(iwb)