Home / Motogp / Bedah data Portimao : Power Yamaha M1 “lemot” , tapi kenapa bisa menang ?!
Motogp April 25, 2022

Bedah data Portimao : Power Yamaha M1 “lemot” , tapi kenapa bisa menang ?!

Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 4 menit
Bedah data Portimao : Power Yamaha M1 “lemot” , tapi kenapa bisa menang ?!

Iwanbanaran.com – Cakkk…..kemenangan Fabio Quartararo banyak menimbulkan komentar luar biasa dari para fans Motogp. Tidak berlebihan karena Fabio sudah mengeluh tentang M1 diawal…namun hasil akhir berbeda. Fabio menjadi juara kembali setelah sebelumnya dikalahkan Oliviera. Yang menjadi pertanyaan…kenapa power M1 ” lemot ” namun bisa menang di Portimao ?

Itulah uniknya balapan disirkuit bukan drag cak. Dalam sebuah race Motogp power bukanlah utama namun bagaimana pabrikan bisa mendapatkan best balancing serta traksi sebanyak-banyaknya. Pada kasus Fabio di Portugal, tidak ada yang salah dengan keluhan Fabio karena kita tidak bisa komparasikan sesi free practice dengan race kemarin….beda kondisi dan cuaca cak. Pada saat latihan bebas, Fabio memang kesulitan karena cuaca dari FP1 hingga FP4 sirkuit nyaris diguyur hujan deras. Aspal sirkuit drop diangka 11 derajat -13 derajat celcius (ground)….dengan aspal diselimuti air serta tingkat kelembahan cukup tinggi…M1 terlihat suffering atau menderita. Pada kondisi ini Fabio bukanlah yang terbaik….

Bisa kita lihat dari data Free practice dari awal hingga akhir…tidak pernah sekalipun pembalap Yamaha ini menjadi pembalap terkencang. Bisa sampeyan intip dari data lampiran paling bawah…..

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Namun saat race dihari minggu semua berbalik. Cuaca mendadak cerah walaupun mendung muncul dibeberapa tempat. Suhu aspal dan udara naik menjadi 26 derajat celcius (ground) dan 18 derajat suhu sekitar. Dry race adalah keberkahan buat Yamaha karena secara tradisional….lintasan kering direspon lebih baik oleh M1 dibanding basah. Trek Portimao juga bagus buat M1. Kenapa ? Dengan kombinasi trek roller coaster, lintasan lurus sangat pendek hanya 970 meter….kombinasi 15 tikungan….trek ini tidak menuntut power besar. Namun siapa yang memiliki kelincahan dan traksi maksimal..dialah yang berpotensi kampium…..

Power inferior bukan utama. Dan terbukti dari data top speed…M1 Fabio berada diurutan terbaik ke 20 di Portimao. Jauh cak dibandingkan Ducati, Suzuki, Honda, Aprilia. Tapi kenapa bisa melaju kencang meninggalkan Zarco hingga 5 detik saat race ? jawabannya adalah…..Fabio mampu mengoptimalkan grip ban…yang kemudian digunakan untuk keluar tikungan secepatnya…

Aku suka trek ini karena memiliki banyak grip, lihat saja bagaimana aku keluar dari tikungan terakhir, aku sangat cepat...” seru Fabio pasca race Portimao via Motosan…..

Yup…..Fabio memang istimewa dan itu juga diakui Andrea Doviozo yang memuji Fabio atas performanya diatas M1…

Dia memilik riding style yang unik karena bisa membelokkan M1 pada kondisi kurang traksi sekalipun. Disaat pembalap Yamaha lain mengeluhkan grip ban belakang yang kurang menggigit, Fabio tidak....” cetus Dovi via speedweek. Ini artinya apa ?

Jika menilik hasil pembalap Yamaha lain…Fabio memang fantastis. Intip saja hasil Race kemarin dibelakang Fabio, the best Yamaha rider lain adalah Dovi…itupun berada diurutan 11. Sedang Morbidelli hanya finish diurutan 13. Daryn Binder nangkring diurutan 17….tapi lupakan Bynder karena doi masih Rookie sehingga tidak fair kita jadikan acuan. So…kitapun bertanya, siapa yang sebenarnya special ? motornya atau ridernya ?

Jawabannya adalah keduanya saling membutuhkan. Karena IWB juga ragu apakah riding style unik Fabio ini bisa diaplikasikan ke motor lain ? tentu butuh pembuktian dulu. Dan IWB juga ragu…apakah jika Fabio meninggalkan Yamaha hasilnya sama seperti kemarin ? pastinya berbeda cak….

Last….Yamaha M1 memang memiliki power “lemot” (berdasarkan maximum speed event) namun ditangan Fabio mesin ini jago masuk tikungan. Oleh karena itu saran IWB Yamaha harus berjuang keras jangan melepas Fabio melirik ke tim lain karena jika itu terjadi berarti kiamat buat Yamaha. So…kemenangan Yamaha pada race Portimao kemarin adalah kombinasi trek yang tidak butuh horse power besar (lintasan lurus pendek dan lay out rolling coaster yang cocok buat Yamaha) cuaca yang berubah kering dari sebelumnya wet, serta traksi motor yang mampu dioptimalkan Fabio saat keluar tikungan serta skill pembalap Perancis ini yang memang extra ordinary. So…kita lihat saja apakah performa ini akan terjaga pada next race karena persaingan sekarang sangatlah ketat. Welldone Fabio !! (iwb)

Data Top speed Portimao

Data FP1 – FP4 (Wet)

Data Race (Dry)

 

Share this article
Post

Baca Juga

Artikel Motogp Lainnya

Lihat Semua Motogp
Ketakutan ?? Aprilia Minta Marco Bezzecchi Main aman Hadapi Marquez !!
Motogp Trending

Ketakutan ?? Aprilia Minta Marco Bezzecchi Main aman Hadapi Marquez !!

Iwanbanaran.com – Cakkk…Setelah mengalami rentetan hasil buruk akibat insiden, penalti, hingga cedera sebelum jeda musim panas, pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, akhirnya bangkit di GP Silverstone dengan meraih podium ganda (Sprint dan Balapan Utama). Kebangkitan Bezzecchi ini membawanya naik ke posisi kedua klasemen sementara, tepat di belakang rekan setimnya, Jorge Martin. Di balik hasil manis […]

August 20, 2026 0 Baca →
HOT…Honda Dekati Kesepakatan dengan Tim Moto2 MSi, Untuk Bekal MotoGP ??
Motogp

HOT…Honda Dekati Kesepakatan dengan Tim Moto2 MSi, Untuk Bekal MotoGP ??

Iwanbanaran.com – Cakkk….Honda Racing Corporation (HRC) dilaporkan tengah berada dalam tahap negosiasi tingkat lanjut dengan tim Moto2 papan atas, MT Helmets – MSi. Langkah ini diambil Honda demi memperkuat jalur pengembangan pembalap (rider development program) yang siap berlaga di kelas tertinggi MotoGP dalam beberapa tahun ke depan. Menurut laporan dari Sky Italia, pembicaraan antara kedua […]

August 19, 2026 0 Baca →
Terbongkar Misteri Pecco Bagnaia sulit di atas GP26….Ducati memang bermasalah !!
Motogp Trending

Terbongkar Misteri Pecco Bagnaia sulit di atas GP26….Ducati memang bermasalah !!

Iwanbanaran.com – Cakkk….Performa buruk Francesco Bagnaia di GP Inggris 2026 mempertegas krisis mendalam yang dialami sang pembalap bersama tim pabrikan Ducati. Peraih dua kali gelar juara dunia MotoGP tersebut kini tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara, mencatatkan salah satu periode tersulit dalam kariernya sebelum dipastikan hengkang ke Aprilia musim depan. Keterpurukan di Silverstone—di mana ia […]

August 18, 2026 0 Baca →