Home / Otomotif / Aturan pelarangan motor di Bodetabek… — bukti kurang peka kondisi jalanan ??
Otomotif •

Aturan pelarangan motor di Bodetabek… — bukti kurang peka kondisi jalanan ??

Kangbro….sebagai pemakai jalan dengan dua kendaraan berbeda (motor dan mobil), IWB lumayan terkejut ketika perluasan pembatasan motor mulai merambah ke Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Iwanbanaran

Oleh

Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Baca 4 menit
Aturan pelarangan motor di Bodetabek… — bukti kurang peka kondisi jalanan ??
Aturan pelarangan motor di Bodetabek… — bukti kurang peka kondisi jalanan ?? — Foto: Iwanbanaran

Poin Penting

  • Kangbro….sebagai pemakai jalan dengan dua kendaraan berbeda (motor dan mobil), IWB lumayan terkejut ketika perluasan pembatasan motor mulai merambah ke Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
  • Aturan yang sebenarnya bertujuan positif namun terkesan kurang peka dengan kondisi jalanan.

Aturan pelarangan motor di Bodetabek… — bukti kurang peka kondisi jalanan ??Iwanbanaran.com – Kangbro….sebagai pemakai jalan dengan dua kendaraan berbeda (motor dan mobil), IWB lumayan terkejut ketika perluasan pembatasan motor mulai merambah ke Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Aturan yang sebenarnya bertujuan positif namun terkesan kurang peka dengan kondisi jalanan. Lhoo koq iso??…

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) merekomendasikan perluasan?area pembatasan sepeda motor yang tidak hanya di Jakarta. Di Ibukota sendiri jalan Rasuna Said serta Sudirman sudah bukan hal baru. Namun ketika BPJT sudah mulai melebarkan kebijakan diluar Jakarta, inilah yang cukup menggelitik untuk dibahas. Kenapa?…

Sebab motor menjadi tumpuan bagi masyarakat sekitar karena dianggap cepat dan efisien di dikota-kota tersebut. Dan kalau boleh jujur, biang kemacetan sebenarnya condong diakibatkan kendaraan roda 4. IWB harus akui itu. Dilalah selalu saja motor dijadikan kambing hitam. Yang kedua….dibeberapa jalan yang direkomendasikan pembatasan sepeda motor seperti Jalan Padjajaran di Bogor; Jalan Margonda di Depok….

Advertisement

Iklan Iwanbanaran

Jalan Sudirman di Tangerang; Jalan Juanda dan Jalan Raya Serpong di Tangerang Selatan….serta Jalan Ahmad Yani di Bekasi merupakan kantong jalan utama yang banyak dihiasi angkutan umum dengan kondisi lumayan memprihatinkan. Selain minim keamanan penumpang, kondisi kendaraan juga jauh dari kata nyaman. Monggo wae disurvei kalau nggak percaya. Belum lagi jalanan yang belum terjangkau oleh angkutan umum. Praktis dari rumah untuk berangkat kerja berarti kita harus mengeluarkan biaya tambahan cari tukang ojek. Terbayang kangbro beban makin berat…..

Aturan pelarangan motor di Bodetabek… — bukti kurang peka kondisi jalanan ??Lebih baik pemerintah membenahi angkutan umum secara serius terlebih dahulu ketimbang langsung melarang tanpa solusi jitu. IWB sih santai wae cak….paling secara pribadi yang biasanya nunggang motor akan beralih ke mobil, selesai to. Dan IWB yakin ribuan orang diluar sana akan berpikiran sama. Opo ora makin semrawut. Ingat…biker rata-rata juga memiliki mobil. Kenapa kita lebih demen motor saat keluar??…

Sebab motor terasa lebih efisien, mengurangi macet karena bisa nyelip kiri kanan dan juga irit BBM. Lawong seliter bisa 40km. Sedang mobil?. Selain memakan jalan, komsumsi BBM lumayan rakus 1 : 10 average membuatnya jauh dari kata efisien. Dan yang paling IWB ngeri jika saja dengan keputusan membuat biker berpaling memborong mobil. Nahhh….opo ora makin suwek jal…

Intip wae mobil murah yang bertebaran dijalanan. Dengan DP 15 juta sampeyan sudah bisa boyong mobil….makin sesak wis jalan. Uniknya, motor terkesan seperti ingin dibuang tapi disisi lain kebijakan mobil murah berlabel LCGC diperkendor aman melenggang. Kebijakan yang mendukung proses komsumtif masyarakat yang ingin meminang mobil. Kendaraan yang notabene menyumbang kemacetan terbesar. So…harus ada kajian ulang pelarangan kendaraan bermotor. Angkutan umum layak siap?. Monggo kalo sudah ada. IWB sendiri pernah jajal naik kereta cak, jumlah penumpangnya buanyaakk bener. Sudah penuh, terus dipaksa diiisi sehingga didalam kayak ikan pindang. Alhasil IWB hanya bisa gerakin kepala karena tanganpun nggak mampu bergerak akibat terhimpit penumpang lain. Coba bayangin wae situasinya…

Aturan pelarangan motor di Bodetabek… — bukti kurang peka kondisi jalanan ??IWB bertahan cuma seminggu sebelum akhirnya balik lagi nunggang motor. Remek tenan cak…asli. Lho…ini fakta pakde. Makanya sebelum memutuskan alangkah baiknya baiknya disurvei mendalam. Bapak-bapak terhormat bisa ngetes selama sebulan…nunggang motor, angkutan umum dan kendaraan pribadi bergantian…lalu bandingkan mana yang paling bebas macet, baru menyimpulkan. Harus bener-bener terjun langsung dan merasakan. Justru IWB takut mereka yang mengkambing hitamkan motor memang nggak pernah naik motor sehingga kurang paham kondisi jalan sesungguhnya. Termasuk naik angkot. Sopir sering ugal-ugalan serta ngetem sembarangan. Jangan harap bisa tepat waktu. Karena sopir ora perduli sampeyan buru-buru atau nggak. Kalau complaint jawabannya..“jangan naik angkot bang kalau mau cepet naik taxi aja…” jederrrrrrr lelah tenan….

Last…..Pemprov DKI Jakarta dipastikan menambah pelarangan sepeda motor dari Bundaran HI hingga Bundaran Senayan dari sebelumnya Rasuna Said serta Sudirman. Selain itu Dinas Perhubungan Jabodetabek juga akan memberikan surat pada seluruh pemda untuk juga memberlakukan pelarangan dimasing-masing wilayah.?”Kami akan terus sosialisikan ke setiap daerah Jabodetabek agar pembatasan sepeda motor ini bisa dilakukan. Kami akan kirim surat ke masing-masing kepala daerahnya,” ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono via Kompas. IWB sih setuju aja asal angkutan umum dibenahi secara serius. Pertanyaannya…wis dilakukan belum ??……. (iwb)

Bagikan artikel
WhatsApp X

Tentang Penulis

Iwanbanaran
Iwanbanaran

Publisher & Editor • sejak 2009

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

Baca Juga

Artikel Otomotif Lainnya

Lihat Semua Otomotif
Touring ke “Tanah Rencong”…Mencicipi Ganasnya Vario EVO 160 di Rute Blind Spot Sabang!
Otomotif

Touring ke “Tanah Rencong”…Mencicipi Ganasnya Vario EVO 160 di Rute Blind Spot Sabang!

Iwanbanaran.com – Cakkkk….kalau bicara soal touring sepeda motor, rasanya nggak afdal kalau cuma muter-muter di dalam kota. Touring yang asyik itu ya yang tantangannya dapet, lanskapnya bikin mata fresh, dan yang paling penting: motor yang dipakai harus benar-benar bisa diajak kompromi. Dan alhamdulillah IWB dapet kesempatan emas buat ikutan langsung gelaran touring regional yang diinisiasi sama […]

November 1, 2026 • 0 Baca →
Breaking !! Honda Rilis Forza 350 & ADV350 Edisi Spesial ‘Kumadori’…auranya jadi seremmmm !!!
Otomotif

Breaking !! Honda Rilis Forza 350 & ADV350 Edisi Spesial ‘Kumadori’…auranya jadi seremmmm !!!

Iwanbanaran.com – Cakkk….Honda telah memperkenalkan model edisi terbatas untuk dua skuter 350cc mereka, yaitu NSS350 dan ADV350, di ajang Chongqing Motorcycle Show (CIMAMotor) 2026. Edisi khusus yang diberi nama “精致国風リミテッドエディション” (Kyōto Kokufū Limited Edition) ini tampil dengan grafis unik yang terinspirasi dari seni tradisional Tiongkok dan diproduksi terbatas hanya 1.000 unit untuk masing-masing model. Dan […]

October 24, 2026 • 0 Baca →
Gegerr !! Leopard Racing Menang Banding, Diskualifikasi Fernández dibatalkan…Nasib Veda Piye ???
Otomotif

Gegerr !! Leopard Racing Menang Banding, Diskualifikasi Fernández dibatalkan…Nasib Veda Piye ???

Iwanbanaran.com – Cakkk….mumet ndase tenan cakkk cakkk. Tahu nggak sampeyan….setelah empat bulan lebih bergelut di meja hijau, akhirnya kasus yang bikin panas dingin jagat balap ini menemukan titik terang. Dan hasilnya? Sungguh di luar dugaan, Cak! Leopard Racing cs. Adrián Fernández akhirnya MENANG TELAK di Mahkamah Banding Internasional alias CAI. Diskualifikasi resmi DIBATALKAN, Cak ! […]

October 17, 2026 • 0 Baca →