Iwanbanaran.com – Cakkkk…entah kebetulan atau tidak ketika dunia sedang getol melakukan akselerasi motor listrik namun pabrikan Jepang terlihat santai. Bukannya apa cak karena memang ada beberapa alasan yang membuat mereka sepertinya lebih tertarik menggunakan teknologi lain yakni hydrogen. Dan geliat merekapun dibuktikan dengan kolaborasi yang diumumkan di Jepang yakni Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki kembangkan untuk kembangkan mesin Hydrogen !! Wowww…

Dari konfirmasi dipastikan Empat besar pabrikan sepeda motor Jepang – Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki – telah menerima persetujuan menteri Jepang untuk membentuk ‘asosiasi penelitian teknologi yang disebut HySE (Hydrogen Small Mobility & Engine Technology). Asosiasi ini diberikan kewenangan mengembangkan mesin bertenaga hidrogen untuk mobilitas kecil. Ini jelas mengejutkan cak. Kenap a?

Karena dunia sedang berakselerasi untuk meracik kendaraan bertenaga listrik sebagai masa depan mobilitas. Namun banyak yang skeptis dan melemparkan keraguannya mengingat kondisi era sekarang khususnya sepeda motor. Bobotnya yang berat dan keterbatasan teknologi baterai saat ini membuat pabrikan Jepang berpikir alternatif lain kalau tujuannya hanya menekan emisi gas buang….

iklan iwb

“Untuk mewujudkan masyarakat yang terdekarbonisasi, diperlukan strategi multi-jalur untuk mengatasi berbagai masalah di sektor mobilitas, daripada berfokus pada satu sumber energi. Dengan latar belakang ini, penelitian dan pengembangan yang ditargetkan pada komersialisasi mobilitas dengan mesin bertenaga hidrogen – yang dianggap sebagai sumber energi generasi mendatang adalah momentum tepat “ seru isi dari kolaborasi pabrikan Jepang….

Tentu saja tantangan pabrikan Jepang tidak mudah cak. Sebab secara teknis hydrogen engine, yang akan ditangani oleh grup HySE memiliki kelemahan yakni ” kecepatan nyala api yang cepat dan wilayah penyalaan yang luas, yang seringkali menghasilkan pembakaran yang tidak stabil” plus “kapasitas tangki bahan bakar yang terbatas jika digunakan pada kendaraan mobilitas kecil. Oleh karena itu kolaborasi pabrikan Jepang roda 2 ini akan meneliti beberapa poin dan perannya yakni…

1. Penelitian tentang mesin bertenaga hidrogen

Penelitian pengembangan berbasis model mesin bertenaga hidrogen (Honda)

Studi elemen tentang fungsionalitas, kinerja, dan keandalan mesin bertenaga hidrogen (Suzuki)

Riset langsung menggunakan mesin bertenaga hidrogen asli tentang fungsionalitas, kinerja, dan keandalannya (Yamaha, Kawasaki)

2. Studi tentang sistem pengisian bahan bakar hidrogen

Mempelajari sistem pengisian bahan bakar hidrogen dan tangki hidrogen untuk mobilitas kecil (Yamaha)

3. Kajian sistem suplai bahan bakar

Mempelajari peralatan tambahan yang diperlukan untuk sistem pasokan bahan bakar dan tangki, serta peralatan yang dipasang antara tangki bahan bakar dan injektor (Kawasaki)

“Kami sangat senang mengumumkan rencana pembentukan asosiasi tersebut,” seruKenji Komatsu, calon Ketua HySE dan Pejabat Eksekutif Pusat Riset & Pengembangan Teknis, Yamaha Motor Co. Ltd….

“Ada banyak tantangan dalam pengembangan mesin bertenaga hidrogen, tetapi kami melihat aktivitas asosiasi memajukan penelitian mendasar untuk memenuhi tantangan tersebut. Kami berkomitmen untuk upaya ini dengan misi untuk melestarikan penggunaan mesin pembakaran internal, yang melambangkan upaya lama yang telah diinvestasikan oleh para pendahulu kami…” serunya…

Selain empat pabrikan motor, Kawasaki Heavy Industries dan Toyota Motor Corporation akan mendukung asosiasi tersebut….

“Kawasaki Heavy Industries, sebagai salah satu penyelenggara utama ‘Asosiasi Riset Teknologi Rantai Suplai Energi Hidrogen bebas CO2’, akan mendorong aktivitas HySE, berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari aktivitasnya untuk HySTRA. Toyota, di sisi lain, akan mengambil peran memanfaatkan hasil penelitian HySE bagi pengembangan mesin bertenaga hidrogen, memanfaatkan pengetahuannya dalam eksperimen, analisis, dan perancangan unit tenaga besar berbahan bakar hidrogen. untuk kendaraan roda empat…” tutupnya..

Last….sudah disepakati bahwa balap Motogp akan menggunakan bahan bakar non-fosil 100% mulai tahun 2027 (naik dari 40% pada tahun 2024). Perangkat ride-height juga berpotensi dilarang dan aerodinamika diperketat, tetapi aturan mesin tampaknya tidak akan berubah untuk siklus kontrak lima tahun berikutnya. Oleh karena itu, perubahan radikal mesin di Motogp tidak mungkin terjadi sebelum tahun 2032. So…memang pengembangan mesin Hydro ini tidak akan banyak merubah peta regulasi di Motogp saat ini cak….(iwb)

5 COMMENTS

Comments are closed.