Yamaha Pramac Sudah Gilaa…Legenda Bos F1 Ross Brawn ditarik Gabung !!!
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Cakkkk… kabar megabintang bin kejutan raksasa kembali mengguncang jagat roda dua, khususnya jelang bergulirnya GP Mugello akhir pekan ini. Kalau kemarin kita dihebohkan dengan berita kembalinya Marc Marquez, kali ini ada gebrakan yang gak kalah bikin melongo dari garasi tim Prima Pramac Yamaha. Gak tanggung-tanggung cakk, mereka baru saja resmi merekrut mantan bos besar sekaligus otak jenius dari ajang Formula 1 untuk bergabung ke jajaran direksi mereka. Yup, sambutlah sang maestro… Ross Brawn! Ediaannn, Pramac beneran gak main-main cakk!
Buat sampeyan yang juga ngikutin balap roda empat, nama Ross Brawn pasti sudah gak asing lagi. Pria asal Inggris berusia 71 tahun ini adalah legenda hidup di F1 dengan koleksi 22 gelar juara dunia (11 gelar konstruktor dan 11 gelar pembalap). Dialah sosok kunci di balik kejayaan Michael Schumacher saat di Benetton dan Ferrari, sosok yang bikin dongeng ajaib Brawn GP juara dunia di tahun 2009, hingga meletakkan fondasi tim Mercedes F1 sebelum pensiun dari manajemen Formula One (FOM) pada 2022 lalu. Lah kok sekarang malah menyeberang ke MotoGP? Iki sing menarik, cakk!
Di Pramac Racing Limited, Ross Brawn tidak akan bertugas ngoprek mesin M1 di dalam paddock, melainkan ditunjuk sebagai anggota non-eksekutif di jajaran Direksi sekaligus menjadi Penasihat Strategis (Strategic Advisor) pribadi untuk sang pemilik tim, Paolo Campinoti.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, cakk. Sejak Pramac memutuskan hijrah menjadi tim satelit Yamaha di musim 2026 ini, performa mereka memang sedang babak belur. Mengandalkan duet Jack Miller dan juara dunia WorldSBK Toprak Razgatlioglu, tim juara dunia kategori independen ini malah terdampar di dasar klasemen. Motor Yamaha YZR-M1 versi terbaru rupanya masih kelewat jinak dan sulit bersaing, dengan catatan finis terbaik sejauh ini cuma di posisi ke-13.
Nah, kehadiran Ross Brawn yang punya mentalitas juara dan segudang pengalaman merestrukturisasi tim balap diharapkan bisa membawa angin segar buat internal Pramac. Apalagi, MotoGP bakal menyambut regulasi mesin baru 850cc di tahun 2027 nanti. Pengalaman Brawn yang kenyang makan asam garam perubahan regulasi ekstrem di F1 jelas bakal jadi modal super berharga buat Pramac dan Yamaha.
Paolo Campinoti sendiri terlihat sangat semringah dengan kesepakatan ini. “Saya sangat bangga menyambut Ross ke Pramac Racing. Selain karier luar biasanya di F1, Ross adalah sahabat yang sangat saya hormati sejak bertahun-tahun lalu. Saya percaya visi, pengetahuan, dan mentalitas juaranya akan memberi kontribusi tak ternilai bagi pertumbuhan Pramac,” ungkap Campinoti bangga.
Ross Brawn pun gak kalah antusias menyambut tantangan barunya di dunia roda dua. “Dunia motorsport itu selalu tentang orang-orang di dalamnya, kerja sama tim, dan perkembangan yang tiada henti. Saya sangat senang bisa mendukung Paolo dan tim ini, serta berkontribusi lewat pengalaman yang saya miliki,” tutur pria paruh baya tersebut.
Last… Tren menyeberangnya tokoh-tokoh besar F1 ke MotoGP tampaknya makin masif semenjak Liberty Media (pemilik F1) dalam proses merampungkan proses akuisisi Dorna. Sebelum Ross Brawn ke Pramac, mantan bos tim Haas F1, Guenther Steiner, juga sudah lebih dulu merapat ke tim Tech3 KTM awal tahun ini. Akankah sentuhan dingin dan magis seorang Ross Brawn mampu membangkitkan taji Pramac Yamaha dari keterpurukan? Kita pantau saja perkembangannya ke depan. Pramac Yamaha disuntik otak F1 cakkk… sangarrrr !! (iwb)