Test ride Honda All new Beat eSP…….top speed meraih 100 km/jam
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Bro dan sis sekalian…meluncurkan generasi baru dengan label Honda all new Beat eSP, IWB beruntung bisa mencicipi sang skutik dijalanan langsung.
- Beberapa kesimpulan berhasil IWB catat atas gen terbaru Beat yang dirilis dua varian yakni sporty serta […]
- Bro dan sis sekalian…meluncurkan generasi baru dengan label Honda all new Beat eSP , IWB beruntung bisa mencicipi sang skutik dijalanan langsung.
Bro dan sis sekalian…meluncurkan generasi baru dengan label Honda all new Beat eSP, IWB beruntung bisa mencicipi sang skutik dijalanan langsung. Merasakan performa engine, kinerja suspensi, frame, braking plus jajal seluruh fitur yang ditawarkan AHM atas jagoan terbaru mereka. Beberapa kesimpulan berhasil IWB catat atas gen terbaru Beat yang dirilis dua varian yakni sporty serta POP. Sebuah langkah untuk mengamodasi keinginan seluruh anak muda yang memiliki jiwa energic….suka show off namun elegan. Dan pada generasi inilah AHM begitu royal memberikan fitur mumpuni. Pertanyaannya….seberapa ampuh gen baru ini dan apakah terjadi peningkatan performa??. Kita kupas sama-sama dalam sesi test ride berikut……

Dalam konsep peracikan, Honda new Beat eSP dikategorikan sebagai skutik sporty dengan desain sharp alias tajam. Sedang POP masuk kategory stylish dan smooth desain. Honda menyebutnya 2 Beat for every one…..compact, stylish and fun. Soal mesin…..tidak ada perbedaan apapun antara keduanya. Dibekali engine eSP 110cc air cooled….dapur pacu merupakan turunan skutik Premium lewat Enhanced Smart Power yang diklaim lebih efisien, minim gesekan dan cerdas. Cerdas disini adalah hadirnya ACG starter yang dipecah menjadi fitur idling stop system yang diklaim mampu menyumbang keiritan hingga 7 persen dibanding non ISS. Nah….semua adalah teori diatas kertas. Piye saat digeber dijalanan???. Berikut feel yang IWB rasakan…..
1. Ergonomi
IWB mendapatkan Beat versi POP dengan desain totally new. Stop lamp, headlamp, tebeng, pijakan kaki, lampu sein, panel meter, tutup kipas, batok stang….dan pelindung knalpot anyar gres tenan mzbro. Yang menarik….untuk versi POP, Honda merevisi ketinggian jok menjadi 735mm…..lebih rendah 5mm. Tujuannya jelas agar para remaja yang memiliki postur standar tetap aman dan nyaman saat menunggangi Beat. Busa jok pun didesain lentur serta empuk. Hhhmm….kayaknya lebih soft dibanding Beat Sporty nih. Alhasil??….
Dengan tinggi badan 170cm….kaki IWB menapak sempurna. Lutut malah cenderung menekuk tanda jok memang cukup rendah. Posisi badan rileks…..dan lutut leluasa bergerak ketika motor sudah berjalan. Disini IWB merasa….posisi stang sedikit lebih tinggi dibanding old Beat. Sepertinya ada revisi disektor ini. Feel-nya….ergonomi seperti menyatu. Hanya saja untuk bertinggi badan 170cm keatas….secara pribadi tetap lebih nyaman menggunakan Vario125 sebab posisi kaki dan badan pas. Ya iyalah…lawong badan bongsor hehehe. Btw…secara keseluruhan impressi tidak banyak berbeda dibanding gen sebelumnya. Sudah sering nunggang Beat FI?. Yo wis mirip mzbro….
2. Engine
Honda membekali all new Beat FI dengan mesin teknologi turunan PCX. Berlabel Enhanced Smart Power…..mesin ini bisa IWB katakan cukup istimewa. Sebab walau secara basis konstruksi identik dengan versi sebelumnya….banyak part baru yang dijejalkan pada all new Beat eSP (klik disini penjabaran detil). Asyiknya AHM berusaha menekan harga jual. Yup….dengan banderol terjangkau sampeyan sudah mendapatkan mesin yang dibekali ACG starter serta ISS. Langsung kealternator…Honda mengklaim komponen dan sistem baru jauh lebih awet…ramah lingkungan serta efisien. Begitu juga ISS. Dicangkokkan pada varian eSP ISS baik sporty maupun POP…..fitur idling stop system diklaim mampu menyumbang keiritan BBM hingga 7 persen dibanding non ISS. Untuk memperjelas cara kerja fitur ini IWB lampirkan video simulasi? paling bawah…
Nah….gamblangkan bro. Fitur ini bisa diaktif/non aktifkan melalui panel kanan stang jika tidak diinginkan. Satu yang menjadi catatan penting lain adalah vibrasi saat mesin digeber.? Honda tetap mampu menjaga kehalusan mesin walau dibetot pada kecepatan tinggi. Kecuali saat idle langsam rendah getaran memang rada terasa dan ini normal pada hampir seluruh matic….
Performa
Nah….ini yang menarik mzbro. AHM menegaskan bahwa walau mesin mereka hanya 110cc…..soal performa mereka cukup pede (power 8.68ps@7500 RPM….torsi 9.01nm@6500 RPM). Hal ini ditegaskan saat melakukan presentasi didepan para Blogger. Pertanyaannya….gimana test dilapangan??. Bukan omong kosong. Accelerasi skutik bermesin 110cc ini memang cukup nampol. Mesin langsung bereaksi saat gas diputar. Inilah yang menjadi kekuatan Beat sejak pertama dirilis. Menurut pak Sarwono Edi (Bagian teknis AHM)….mapping new Beat dipasang pada putaran low dan mid. Makanya torsi masuk kategori istimewa dikelasnya dan cukup tinggi (9.01nm). Praktis berkendara harian new Beat bakal eces membawa beban badan besar segentong sekalipun
. Lek boso gampange….ora perlu mikir. Puntir…langsung ngacir. Apakah ini artinya top speed akan memble??….
Ternyata nggak juga. Digandoli bobot jumbo seperti IWB yang mempunyai berat 84kg…..all new Beat masih mampu menorehkan kecepatan 100 km/jam lebih dikit. Itu tanpa nunduk alias badan tegap lho. Lawong fokus pada Gopro yang dipasang didada. Karakter mesinnya cepet pada putaran bawah….dan mulai melambat ketika memasuki zona 90 km/jam. Secara pribadi tidak ada complaint disektor ini. Bahkan bisa dibilang istimewa. Monggo intip video pengetesan IWB terlampir paling bawah….
Jelas mumpuni untuk ukuran mesin 110cc. Sudah lebih dari cukup untuk harian yang biasanya bermain direntang 50-70km/jam. Tidak heran akhirnya Yamaha memilih upgrade kelas menjadi 125cc untuk? njabani rival mereka. Dengan banderol mirip namun kubikasi lebih besar. Sebab performa Beat memang cukup tangguh dikelasnya…..
Suspensi dan handling
Sektor suspensi, Honda tetap mempercayakan pada Showa. Karakternya?. Kembali IWB berikan nilai plus sebab getaran dari lubang jalanan mampu diredam dengan baik. Tangan pada stang tidak dibuat kesemutan ketika ban depan menghantam jalanan keriting atau berlubang. Alhasil goncangan tidak banyak menyerang pengendara diatasnya. Sisi tersebut yang banyak disukai biker….yakni nyaman. Nah…gimana dari segi handling??….
Suspensi masuk kategori medium…..sensasinya tidak terlalu lembut ataupun keras (stiff). Pas mzbro. Dampaknya manuver Beat tetap lincah. Nyelip-nyelip dikemacetan jadi pede tidak merepotkan. Body-nya yang kompak memudahkan manuver dikepadatan lalu lintas. Konsep pembuatan kendaraan memang lebih kepada mobilitas serta comfort…..yang dititik beratkan pada kenyamanan. Yah…jangan ngomongin buat rebah-rebahan. Kalau itu mah mending boyong motor sport kangmzzz
…..
Sisi pengereman
Karena bobot motor ini termasuk ringan (94 kg)…..rem bekerja dengan baik. Sekali betot…..sang skutik mampu berhenti dengan sempurna. Tidak ada gejala limbung ataupun ngebuang. Namun entah kenapa…..IWB kurang terbiasa menggunakan rem CBS. Lha dibetot….tuas satunya rada ngikut…..kikuk kangbro
. Padahal setelah dirasakan dan adaptasi….distribusi porsi malah lebih terukur sebab dibantu sistem combi brake. Jian ndeso tenan rek…..rada kaget awalnya. Secara umum…kinerja rem all New Beat eSP FI masuk kategori pakem….
Material
Nah….ini yang banyak ditanyakan para pembaca…material komponen khususnya casing. Secara kasat mata…tidak ada yang berbeda dengan gen sebelumnya. So jika sampeyan nanya….gimana kualitas finishing dan material all new Beat eSP FI?. Tinggal intip saja Beat FI yang sudah beredar dipasaran. Sama plek mzbro….
Kesimpulan
Untuk skutik sekelasnya….all new Beat eSP FI nyaris susah dicari kelemahannya. Kombinasi performa, handling, fitur dan engine bak paket komplit yang membuat siapapun berpikir keras untuk menjatuhkan pilihan. Lincah, gesit serta nyaman sudah seperti trade mark yang sulit ditampik. Apalagi dalam perkembangannya AHM tetap mampu mempertahankan dengan baik. Beberapa fitur yang disematkan seperti ACG starter, Idling stop system, tuas pengunci rem, side switch stand, pengaman kunci magnet (SKS), Combi Brake (CBS), bagasi luas (11 liter), serta engine eSP yang diklaim lebih irit…bertenaga….dan ramah lingkungan memang menjadi strenght point yang sulit diingkari. Kalau sudah begini…..tinggal desain yang berbicara mzbro. Mana yang paling ganteng??. Tentu semua terserah selera masing-masing. Beat eSP??. Jangan njajal….bikin botak sariawan ambrol iman soale
…..(iwb)
Video simulasi sistem ISS Honda Beat eSP
HP Klik disini
Video accelerasi dan top speed All new Beat FI eSP
HP klik disini
Spesifikasi Honda all New Beat eSP FI
| Honda BeAT FI eSP | |||
| Tipe | All New Honda BeAT eSP CBS | All New Honda BeAT eSP CBS ISS | All New Honda BeAT eSP CW |
| Dimensi | |||
| Panjang X Lebar X Tinggi | 1.873 x 678 x 1.074 mm | 1.873 x 678 x 1.074 mm | 1.873 x 678 x 1.074 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.256 mm | 1.256 mm | 1.256 mm |
| Jarak terendah ke tanah | 140 mm | 140 mm | 140 mm |
| Berat kosong | 95 kg | 95 kg | 94 kg |
| Kapasitas tangki bahan bakar | 3,7 liter | 3,7 liter | 3,7 liter |
| Rangka | |||
| rangka | Tulang punggung | Tulang punggung | Tulang punggung |
| Tipe suspensi depan | Teleskopik | Teleskopik | Teleskopik |
| Tipe suspensi belakang | Lengan ayun dengan peredam kejut tunggal | Lengan ayun dengan peredam kejut tunggal | Lengan ayun dengan peredam kejut tunggal |
| Ukuran Ban Depan | 80/90 ? 14 M/C 40P | 80/90 ? 14 M/C 40P | 80/90 ? 14 M/C 40P |
| Ukuran Ban Belakang | 90/90 ? 14 M/C 46P | 90/90 ? 14 M/C 46P | 90/90 ? 14 M/C 46P |
| Rem Depan | Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal ? sistem pengereman CBS | Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal ? sistem pengereman CBS ISS | Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal |
| Rem Belakang | Tromol ? sistem pengereman CBS | Tromol ? sistem pengereman CBS ISS | Tromol |
| Mesin | |||
| mesin | 4-langkah, SOHC dengan pendinginan udara, eSP | 4-langkah, SOHC dengan pendinginan udara, eSP | 4-langkah, SOHC dengan pendinginan udara, eSP |
| Kelas | 110 | 110 | 110 |
| Volume Langkah | 108,2 cm3 | 108,2 cm3 | 108,2 cm3 |
| Diameter X Langkah | 50 x 55,1 mm | 50 x 55,1 mm | 50 x 55,1 mm |
| Perbandingan Kompresi | 9,5 : 1 | 9,5 : 1 | 9,5 : 1 |
| Daya Maksimum | 6.38 kW (8.68 PS) / 7.500 rpm | 6.38 kW (8.68 PS) / 7.500 rpm | 6.38 kW (8.68 PS) / 7.500 rpm |
| Torsi Maksimum | 9,01 Nm (0,92 kgf.m) / 6.500 rpm | 9,01 Nm (0,92 kgf.m) / 6.500 rpm | 9,01 Nm (0,92 kgf.m) / 6.500 rpm |
| Kapasitas Minyak Pelumas Mesin | 0,7 liter pada penggantian periodik | 0,7 liter pada penggantian periodik | 0,7 liter pada penggantian periodik |
| Tipe Kopling | Otomatis, sentrifugal, tipe kering | Otomatis, sentrifugal, tipe kering | Otomatis, sentrifugal, tipe kering |
| Tipe Transmsi | Otomatis, V-Matic | Otomatis, V-Matic | Otomatis, V-Matic |
| Pola Pengoperan Gigi | – | – | – |
| Tipe Starter | ACG Starter, pedal & elekterik | ACG Starter, pedal & elekterik | ACG Starter, pedal & elekterik |
| Kelistrikan | |||
| Tipe Battery | Battery 12V-3Ah, tipe MF | Battery 12V-5Ah, tipe MF | Battery 12V-3Ah, tipe MF |
| Busi | NGK MR9C-9N / Denso V27EPR-N9 | NGK MR9C-9N / Denso V27EPR-N9 | NGK MR9C-9N / Denso V27EPR-N9 |
| Pengapian | Full Transisterized, Baterai | Full Transisterized, Baterai | Full Transisterized, Baterai |
Tentang Penulis





